Sojourner Truth
Tampilan

Sojourner Truth (nama lahir: Isabella Baumfree; sekitar 1797 – 26 November 1883) adalah mantan budak, penceramah anti-perbudakan dan aktivis hak-hak perempuan asal Amerika Serikat.[1] Setelah memperoleh kebebasan, ia menjadi salah satu suara paling vokal bagi kaum kulit hitam dan perempuan, terkenal lewat pidatonya tahun 1851 yang dikenal sebagai “Ain't I a Woman?”.[2]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- “If women want rights more than they got, why don't they just take them, and not be talking about it.” (Jika perempuan menginginkan hak lebih dari yang mereka punya, mengapa mereka tidak mengambilnya saja, dan tidak terus membicarakannya.)[3]
- “I’m not going to die, I’m going home like a shooting star.” (Aku tidak akan mati — aku pulang seperti bintang jatuh.)[4]
- “While I live I hope.” (Selama aku hidup, aku berharap.)[5]
Tentang hak perempuan & kesetaraan
[sunting | sunting sumber]- “‘That man over there … says women need to be helped into carriages … And ain't I a woman? … I have ploughed and planted … no man could head me! And ain't I a woman?’” (‘Pria di sana … bilang perempuan perlu dibantu ke kereta … Dan apakah aku bukan perempuan? … Aku telah membajak dan menanam … tak ada laki-laki yang mengalahkanku! Dan apakah aku bukan perempuan?’)[6]
- “If the first woman God ever made was strong enough to turn the world upside down all alone, these women together ought to be able to turn it back … the men better let them.” (Jika perempuan pertama yang Tuhan ciptakan cukup kuat untuk membalik dunia sendirian, maka perempuan-perempuan ini bersama semestinya bisa membaliknya lagi … para pria sebaiknya membiarkan mereka.)[7]
- “I feel safe in the midst of my enemies, for the truth is all powerful and will prevail.” (Aku merasa aman di tengah musuh-musuhku, karena kebenaran itu maha-kuasa dan akan menang.) (varian kutipan dari semangat pidatonya)[5]
Tentang kebebasan, keberanian & moralitas
[sunting | sunting sumber]- “I will tell the truth wherever I please.” (Aku akan mengatakan kebenaran di mana pun aku mau.)[5]
- “I am not afraid of the pen, or the scaffold, or the sword.” (Aku tidak takut pada pena, ataupun tiang gantungan, ataupun pedang.)[4]
- “You may hiss as much as you please, but women will get their rights anyway.” (Kalian bisa berdesis sepuasnya, namun perempuan tetap akan mendapatkan hak-hak mereka.)[5]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Pertiwi, Salsabila Putri (2024-07-31). "Kamus Feminis: Sojourner Truth Melawan Perbudakan dan Penindasan Gender dan Ras". Konde.co. Diakses tanggal 2025-12-02.
- ↑ "Sojourner Truth - Google Arts & Culture". Google Seni & Budaya. Diakses tanggal 2025-12-02.
- ↑ "Sojourner Truth Quotes". BrainyQuote. Diakses tanggal 2025-12-02.
- ↑ 4,0 4,1 "Sojourner Truth Quotes (Author of The Narrative of Sojourner Truth)". www.goodreads.com. Diakses tanggal 2025-12-02.
- ↑ 5,0 5,1 5,2 5,3 "Sojourner Truth Quotes About Justice". A-Z Quotes. Diakses tanggal 2025-12-02.
- ↑ "Sojourner Truth: Ain't I A Woman? (U.S. National Park Service)". www.nps.gov. Diakses tanggal 2025-12-02.
- ↑ ""AIN'T I A WOMAN?" BY SOJOURNER TRUTH". www.feminist.com. Diakses tanggal 2025-12-02.

Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai: