Siti Rukiah Kertapati
Siti Rukiah Kertapati atau S. Rukiah (lahir 25 April 1927) adalah seorang sastrawan, penyair, dan penulis Indonesia dari Purwakarta yang terkenal pada era Angkatan 45. Ia menulis novel, puisi, cerita pendek, dan cerita anak, termasuk karya terkenalnya Kejatuhan dan Hati , serta aktif dalam dunia literasi dan redaksi majalah sastra. Sebagai figur penting dalam sejarah sastra Indonesia, karya dan kiprahnya sempat dibatasi setelah peristiwa politik 1965.[1][2][3] Karya-karya Siti Rukiah menunjukkan bahwa sastra tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi estetika, tetapi juga sebagai alat perjuangan sosial dan politik. Melalui novel Kejatuhan dan Hati serta kumpulan cerpen dan puisi Tandus, Rukiah menghadirkan kisah kehidupan “orang-orang biasa” yang terdampak pergolakan sejarah, seperti masa penjajahan dan revolusi. Ia menyoroti bagaimana perempuan, khususnya dari kalangan bawah, mengalami penindasan berlapis akibat faktor gender, kelas sosial, dan situasi politik. Pemikirannya bahkan mencerminkan gagasan interseksional yang melampaui zamannya. Selain itu, Rukiah juga mengkritik kuatnya budaya patriarki yang meremehkan suara perempuan, dengan menghadirkan tokoh-tokoh perempuan yang berani, reflektif, dan memiliki kesadaran politik. Gaya penulisannya yang tajam, kritis, dan berpihak pada rakyat kecil menjadikan karya-karyanya tetap relevan hingga kini, sekaligus menegaskan bahwa tulisan perempuan memiliki kekuatan besar dalam menyuarakan keadilan dan perubahan.
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- "Selama di penjara, saya tidak diizinkan untuk melihat anak-anak yang saya cintai. Dan selama saya ditahan, saya tidak tahu bagaimana nasib anak-anak saya: apakah mereka hidup melarat di kolong jembatan, atau apakah mereka mati kelaparan?"[1]
- Kekuatan tulisan perlu dirawat bersama dalam ruang-ruang penulisan. Selain Berperan sebagai editor, Rukiah juga merawat berbagai ruang menulis lainnya, mulai dari tulisan sastra, pergerakan, hingga sastra anak. _ Rukiah tentang menulis dalam "S. Rukiah: Sastra dan Perjuangan Perempuan yang Tak Putus" [4]
- Rukiah mengetengahkan bagaimana terjadi ketimpangan relasi gender yang berlapis-lapis. Banyak pengalaman perempuan yang tidak terdengar, perjuangan kaum buruh perempuan yang tidak tertulis, semua Rukiah catat dengan detail. _Tentang keuletan dan kejelian Rukiah dalam menulis segala kejadian dalam S. Rukiah: Sastra dan Perjuangan Perempuan yang Tak Putus"[4]
- Rukiah menulis detail semua kejadian dengan jujur, seperti menulis catatan harian di novel-novelnya. _Tentang keuletan dan kejelian Rukiah dalam menulis segala kejadian dalam S. Rukiah: Sastra dan Perjuangan Perempuan yang Tak Putus"[4]
Daftar Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 Lestari, Maya (2024-08-31). "Siti Rukiah Kertapati: Sastrawati Revolusi yang Terlupakan - Semilir" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-20.
- ↑ "Kisah Pilu Rukiah, Berhenti Menulis hingga Akhir Hayatnya gegara G30S". netralnews.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-20.
- ↑ "Siti Rukiah Kertapati, Pujangga Indonesia Asal Purwakarta". Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Purwakarta (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-20.
- 1 2 3 "S. Rukiah: Sastra dan Perjuangan Perempuan yang Tak Putus". Sekolah Pemikiran Perempuan (dalam bahasa Australian English). Diakses tanggal 2025-12-20.