Lompat ke isi

Shahnaz Haque

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Shahnaz Haque lahir pada 1 September 1972 di Jakarta, dan merupakan anak bungsu dari pasangan Allen Haque dan Mieke Haque. Karier Shahnaz Haque dimulai di dunia hiburan pada usia muda, ketika ia terjun sebagai seorang model dan pemain sinetron.

Kemampuan aktingnya membawa Shahnaz untuk menjadi salah satu wajah yang sering tampil di layar kaca pada tahun 1990-an, dengan membintangi berbagai judul sinetron dan film.

Selain akting, Shahnaz juga memiliki bakat dalam bidang presenting, yang membawanya menjadi pembawa acara di berbagai program televisi, baik acara hiburan maupun talk show. Gaya bicaranya yang ramah dan komunikatif membuatnya digemari oleh banyak penonton.[1]

Sebagai aktris senior , Shahnaz Haque dikenal aktif menyuarakan pentingnya nilai moral dan karakter dalam mendidik anak (aktivis keluarga). Mama dari tiga anak ini percaya bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari kecerdasan, tetapi juga dari bagaimana anak bersikap terhadap orang lain.[2]

  • “Karena aku belajar dalam hidup, yang menyelamatkan itu bukan kepintaran, tapi bagaimana dia bisa membawa diri”[2]
  • “Kita sekolahin anak untuk dia pintar sehingga pintu rezeki kebuka, tapi untuk membuat pintu rezeki tetap terbuka itu udah bukan kepintaran lagi, tapi akhlak, manners, attitude. Itu yang nggak boleh hilang dari anak-anak dan itu yang membuat mereka insyaAllah tuh selalu ada rezekinya”[2]
  • "Hiduplah seperti lilin yang akan menerangi keluarga dan orang lain. Jangan seperti duri yang menikam dan menyakiti"[3]
  • "Bahagia adalah jika kita bermanfaat, bukan hanya karena memiliki uang dan rupawan belaka. Jadilah suar yang berpijar" [3]
  • "Motivasi hari ini dari “dunia lain” : Belajarlah dari kuntilanak, sesulit apapun hidup tapi selalu tertawa. Belajarlah dari tuyul, masih kecil tapi sudah bisa cari duit sendiri"[3]
  • "Belajarlah dari babi ngepet, kalau malam cuma pake lilin, hemat listrik. Belajarlah dari jailangkung, hidup mandiri, berangkat tidak dijemput pulang tidak diantar" [3]
  • "Sudah tersenyum pagi ini? Bisa dimulai dari rumah dengan pasangan dan anak-anak kita"[3]
  • “Kurikulum bisa berubah, namun yang terpenting saat ini adalah bagaimana kita bisa membuat anak-anak Indonesia berpikir, bukan hanya berpikir dalam dua variabel. Anak-anak harus dilatih untuk berpikir dengan banyak cabang di dalam pikiran mereka, agar mereka mencintai pengetahuan. Tidak ada anak Indonesia yang tidak suka pengetahuan, betapa pun sulitnya,”[4]
  • “Biarkan anak kita cerewet dan banyak pertanyaan, itu artinya cara berpikirnya hidup dan dia harus dilayani sejauh mungkin,”[4]
  • "Semua orang bisa menjadi guru, dan setiap tempat bisa menjadi sekolah. Ketika kita mengajar, kita juga belajar dari siswa,"[4]
  • "Jangan selalu melindungi anak dari setiap masalah yang mereka hadapi. Biarkan mereka belajar untuk menyelesaikan masalah sendiri. Dengan cara ini, anak-anak akan mengembangkan keterampilan emosional yang stabil, serta kemampuan untuk menghadapi tantangan hidup dengan lebih baik"[4]
  • "Manusia bisa bersaing dalam kecerdasan dengan teknologi, tetapi teknologi tidak bisa menjadi manusia"[4]
  • "Anak pintar memang mudah untuk dibimbing, tetapi anak jenius membutuhkan lebih banyak tantangan agar mereka bisa terus berkembang. Tantangan itu yang akan membawa mereka untuk selalu ingin tahu dan mencintai pengetahuan"[4]
  • “Jangan gengsi untuk mengatakan cinta atau meminta maaf, mengungkapkan perasaan adalah kunci untuk menjaga hubungan yang harmonis”[5]
  • “Mendidik anak itu tidak ada sekolahnya, kita harus menunjukkan cinta yang tulus kepada anak-anak agar mereka merasa dihargai dan dicintai”[5]
  • "Kita mesti tetap mencintai anak-anak kita dengan luar biasa" [6]
  • "Tau gak sekolah yang paling bagus di dunia ini apa? yah sekolah penderitaan, jadi seseorang itu akan bisa bicara menggunakan hati, kalau misalnya dia melewati banyak hal"[7]
  • " Salah satu ilmu kehidupan yang dilupakan ialah empati. Harus diasah empatinya. Bergaul dengan orang kaya maupun susah." [8]
  • "Diawali dari mimpi karena impian adalah hak dari semua orang."[8]
  1. "Profil Shahnaz Haque, Adik Marissa Haque sekaligus Aktris Berbakat". kumparan. Diakses tanggal 2025-11-16.
  2. 2,0 2,1 2,2 Zulthany, Aliyyah Fayyaza (2025-10-31). "Attitude dan Empati Anak, Ini Pesan Penting Shahnaz Haque untuk Orangtua". Popmama.com. Diakses tanggal 2025-11-16.
  3. 3,0 3,1 3,2 3,3 3,4 Fimela.com (2020-10-09). "Ketika Shahnaz Haque Belajar Motivasi dari Hantu". fimela.com. Diakses tanggal 2025-11-16.
  4. 4,0 4,1 4,2 4,3 4,4 4,5 Salsabilla, Alma (2025-03-12). "7 Tips Parenting ala Shahnaz Haque, Ajarkan Empati!". IDN Times. Diakses tanggal 2025-11-17.
  5. 5,0 5,1 Kurniawan, Ajid. "Kisah Cinta dan Parenting Ala Shahnaz Haque: Inspirasi dari Kenangan Bersama Ayah - Balpos - Halaman 2". Kisah Cinta dan Parenting Ala Shahnaz Haque: Inspirasi dari Kenangan Bersama Ayah - Balpos - Halaman 2. Diakses tanggal 2025-11-16.
  6. brilio.net (2024-10-31). "Shahnaz Haque bagikan prinsipnya mendidik anak tanpa bikin sakit hati, bisa jadi pencerahan bijak ortu". brilio.net. Diakses tanggal 2025-11-16.
  7. Nursam, Muhammad (2025-02-26). "Shahnaz Haque: Sekolah Paling Bagus Adalah Sekolah Penderitaan". FAJAR. Diakses tanggal 2025-11-17.
  8. 8,0 8,1 "Shahnaz Haque: Sukses dengan Ilmu Kehidupan dan Impian". Institut Teknologi Bandung. Diakses tanggal 2025-11-30.