Lompat ke isi

Seno Gumira Ajidarma

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.
Seno Gumira Ajidarma

Seno Gumira Ajidarma adalah penulis dan sastrawan asal Indonesia.

  1. Indonesia adalah sebuah negeri dengan sindrom Majapahit, selalu sibuk dengan gagasan yang maunya besar: sebuah Indonesia Raya.[1]
  2. Saat remaja orang akan mencari identitas, ada yang berkelahi, ngebut, menjadi modis dan lain-lain sebagainya. Pencarian identitas saya berhenti ketika saya menonton Rendra. Seketika itu, entah kenapa saya langsung saya ingin jadi seperti beliau. [2]
  3. Hampir semua sastrawan itu adalah jurnalis.[2]
  4. Jika mereka ingin berita tentang Dili berhenti, saya akan membuatnya abadi. (tentang pelarangan pemberitaan pelanggaran HAM di Timor Leste.[2]
  5. Tidak ada teori atau ilmu yang bisa dijabarkan untuk mempelajari bagaimana saya bisa menulis seperti itu, karena dasar tulisannya adalah amarah saya.[2]
  6. Semua yang ada di media sosial adalah pertarungan, makanya kacau balau. Orang perlu mundur dan ambil jarak untuk belajar.[2]
  7. Menurut saya ada tiga mitos sastra yang harus dihancurkan. Pertama, sastra itu curhat. Kedua, bahasa sastra itu mendayu-dayu. Ketiga, sastra isinya nasihat. Itu semua harus dihancurkan. Kalau orang bisa merdeka dari itu, mereka akan menemukan sesuatu, baik sebagai penulis maupun pembaca.[2]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Ajidarma, Seno Gumira Aji. 2004. Affair: Obrolan Tentang Jakarta. Yogyakarta: Buku Baik.
  2. 2,0 2,1 2,2 2,3 2,4 2,5 Anindita, Febrina. "Membongkar Sastra bersama Seno Gumira Ajidarma". Whiteboard Journal. Diakses tanggal 2026-08-15.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:
Tokoh
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z