Seno Gumira Ajidarma
Tampilan

Seno Gumira Ajidarma adalah penulis dan sastrawan asal Indonesia.
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- Indonesia adalah sebuah negeri dengan sindrom Majapahit, selalu sibuk dengan gagasan yang maunya besar: sebuah Indonesia Raya.[1]
- Saat remaja orang akan mencari identitas, ada yang berkelahi, ngebut, menjadi modis dan lain-lain sebagainya. Pencarian identitas saya berhenti ketika saya menonton Rendra. Seketika itu, entah kenapa saya langsung saya ingin jadi seperti beliau. [2]
- Hampir semua sastrawan itu adalah jurnalis.[2]
- Jika mereka ingin berita tentang Dili berhenti, saya akan membuatnya abadi. (tentang pelarangan pemberitaan pelanggaran HAM di Timor Leste.[2]
- Tidak ada teori atau ilmu yang bisa dijabarkan untuk mempelajari bagaimana saya bisa menulis seperti itu, karena dasar tulisannya adalah amarah saya.[2]
- Semua yang ada di media sosial adalah pertarungan, makanya kacau balau. Orang perlu mundur dan ambil jarak untuk belajar.[2]
- Menurut saya ada tiga mitos sastra yang harus dihancurkan. Pertama, sastra itu curhat. Kedua, bahasa sastra itu mendayu-dayu. Ketiga, sastra isinya nasihat. Itu semua harus dihancurkan. Kalau orang bisa merdeka dari itu, mereka akan menemukan sesuatu, baik sebagai penulis maupun pembaca.[2]
Referensi
[sunting | sunting sumber]Pranala luar
[sunting | sunting sumber]
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:
- Data Pokok Kebahasaan dan Kesastraan. Badan Bahasa
- Halaman Google Scholar
| Tokoh |
|---|
| A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z |