Lompat ke isi

Seksisme

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.
Seksisme dalam media sebagian berkaitan dengan cara laki-laki dan perempuan digambarkan sesuai dengan stereotip yang berlaku. Sebagai contoh dari bentuk seksisme ini, laki-laki lebih sering muncul dalam program acara pada jam tayang utama dibandingkan perempuan. Ketika perempuan ditampilkan, mereka cenderung lebih jarang digambarkan bekerja di luar rumah dan lebih sering diperlihatkan dalam hubungan romantis (Signorielli, 1989). Lauzen, Dozier, dan Horan (2008) juga menemukan bahwa perempuan kurang terwakili dalam acara-acara utama dan lebih sering digambarkan dalam peran sosial atau hubungan antarpribadi, sedangkan laki-laki lebih sering digambarkan dalam peran yang berkaitan dengan pekerjaan.

Seksisme atau diskriminasi gender adalah prasangka atau perlakuan diskriminatif yang didasarkan pada jenis kelamin atau gender seseorang. Seksisme bisa memengaruhi kedua gender, tetapi lebih banyak tercatat berdampak pada perempuan dan anak perempuan. Seksisme berkaitan dengan stereotip dan peran gender, dan bisa mencakup keyakinan bahwa satu jenis kelamin atau gender secara alami lebih unggul daripada yang lain. Bentuk seksisme yang ekstrem dapat mendorong terjadinya pelecehan seksual, pemerkosaan, dan berbagai bentuk kekerasan seksual lainnya.

  1. Ketika perempuan berbicara tentang bentuk apa pun dari pelecehan yang misoginis, ada tiga hal yang biasanya terjadi. Kita diberitahu bahwa kita sebaiknya tidak terlalu ribut soal itu. Kita diberitahu bahwa situasinya bisa saja lebih buruk dan kita diberitahu bahwa ada masalah lain yang lebih penting.[1]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Laura Bates, "Germaine Greer’s comments on rape are dangerous and damaging", The Guardian, (31 Mei 2018).

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai: