Lompat ke isi

Saadah Alim

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Saadah Alim ((9 Juni 1897 – 18 Agustus 1968) adalah penulis, penerjemah, aktivis isu keperempuanan, jurnalis dan guru. Ia merupakan pengarang wanita Indonesia pertama. Ia mendirikan sekaligus menjadi pemimpin redaksi majalah bulanan wanita Suara Perempuan.[1]

  1. "Dalam adat, perempuan memiliki kedudukan yang tinggi, namun faktanya, kemerdekaan mereka tanpa arti. Perempuan hidup seperti burung di dalam sangkar. Inikah kesetaraan?"[2]
  2. “Untuk mendorong anak-anak perempuan Sumatra agar mengejar ketertinggalan dari saudari-saudari perempuan kita yang lebih berpendidikan dari Jawa, Menado, dan Sunda.”
  3. “Bertoekoek Bertambahlah Ilmoe dan Kepandaian Perempoean.”[3]
  4. "Dalam pandangan adat, yang dikatakan seseorang itu sebagai orang yang sebenarbenarnya orang, hanya dua. Pertama, orang berbangsa. Kedua, orang berharta. Selebihnya hanyalah orang orang-orang yang memenuhi keranjang. Orang demikian namanya mentimun bungkuk."
  5. "Tapi kuingatkan lagi seorang gadis yang tahu adat adalah gadis yang secara sadar mengikuti perintah mamaknya dan menyenangkan hati ibunya. Dan semua itu telah kau jalankan sepenuh hati. Adat kita ini Lini, adalah adat yang tak lekang karena panas dan tak lapuk karena hujan."[4]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Badan Bahasa". dapobas.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2025-12-12.
  2. Pratama, Andika Yudhistira. "Saadah Alim, Simbol Emansipasi Perempuan di Minangkabau". tirto.id. Diakses tanggal 2025-12-12.
  3. "Nyali Pena Puan Sumatra: Dari Reformis Sampai Revolusioner". 2024-12-01. Diakses tanggal 2025-12-12.
  4. https://jurnal.mediaakademik.com/index.php/jma/article/download/2476/1947