Susilo Bambang Yudhoyono
Tampilan
(Dialihkan dari SBY)

Susilo Bambang Yudhoyono adalah politikus asal Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi Indonesia (1999–2000), Menteri Koordinator Bidang Politik, Sosial, dan Keamanan Indonesia (2000–2001) dan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Indonesia (2001–2004). Susilo Bambang Yudhoyono kemudian menjabat sebagai Presiden Indonesia yang keenam untuk periode 2004–2009 dan 2009–2014.
Tentang kariernya
[sunting | sunting sumber]- ‘‘Saya adalah anak orang biasa dan anak biasa dari Pacitan yang kemudian menjadi tentara, menteri, dan kemudian dipilih sejarah untuk memimpin bangsa Indonesia.’’[1]
- Dikemukakan dalam Pidato Kenegaraan Presiden Indonesia pada 15 Agustus 2014 di hadapan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia.[1]
Tentang masalah
[sunting | sunting sumber]- ‘‘Setiap masalah ada jalan keluarnya, setiap konflik ada solusinya, setiap krisis mengandung peluang.’’[2]
Tentang Gerakan Aceh Merdeka
[sunting | sunting sumber]- ‘‘Saya ingin memulai proses damai, namun dalam format yang berbeda dari yang dulu. Saya harap Pemerintah Saudara dapat mendorong dan membujuk pemimpin politik GAM, terutama yang di negara Anda, untuk menyambut inisiatif ini dengan baik.’’[3]
- Dikemukakan pada tanggal 10 Januari 2005 oleh Susilo Bambang Yudhoyono selaku Presiden Indonesia.[3]
Tentang mistisisme
[sunting | sunting sumber]Tentang masa pemerintahannya
[sunting | sunting sumber]Tentang kenaikan harga bahan bakar minyak di Indonesia
[sunting | sunting sumber]- ‘‘Pilihan ini adalah pilihan sulit, amat sulit dan pahit. Namun di sini kita harus memilih, mana yang lebih penting dan lebih dibutuhkan rakyat banyak: subsidi untuk BBM atau subsidi untuk kebutuhan pokok seperti beras murah, kesehatan dan pendidikan yang murah. Saya tahu ini adalah keputusan yang sulit, amat sulit. Namun demi kepentingan rakyat banyak, saya memutuskan untuk mengambil kebijakan ini.’’[5]
- Dikemukakan pada tanggal 1 Maret 2005 oleh Susilo Bambang Yudhoyono selaku Presiden Indonesia saat pidato pengumuman kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak di Indonesia.[5]
- "Kalau mau pidato atau berbicara depan umum, tidak boleh seorang presiden itu ada salah kata."[6]
Tentang ekonomi Indonesia
[sunting | sunting sumber]- ‘‘Saya harus menomordua-tigakan popularitas pribadi saya. Salah kalau saya ingin populer, tetapi ekonomi kita ambruk, pilar ekonomi nasional keropos dan jatuh. Saya berusaha berbuat sekuat tenaga untuk melindungi si kecil.’’[7]
- Dikemukakan oleh Susilo Bambang Yudhoyono berkaitan dengan keputusannya selaku Presiden Indonesia untuk menaikkan harga bahan bakar minyak di Indonesia pada tahun 2005.[7]
Tentang otonomi daerah di Indonesia
[sunting | sunting sumber]- ‘‘Pendekatannya harus crisis action management. Kita harus memiliki mental ‘mesti bisa’ dan ‘harus lebih baik’, termasuk dalam menghadapi kendala otonomi daerah yang masih penuh peraturan rumit dan cenderung menghambat gerak laju investasi di daerah. Mental do something lebih baik daripada do nothing.’’[8]
- Dikemukakan oleh Susilo Bambang Yudhoyono pada 30 April 2008 saat dirinya masih menjabat sebagai Presiden Indonesia. Disampaikan dalam rapat bersama para peserta dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia.[8]
Tentang birokrasi di Indonesia
[sunting | sunting sumber]- ‘‘Tantangan kita adalah mata rantai keputusan di zaman sekarang tidak sama dengan mata rantai di beberapa puluh tahun lalu. Di masa Pak Harto dulu, suatu keputusan yang diambil di puncak akan dengan mudah dieksekusi dan menjalar turun sampai ke tingkat paling bawah di desa-desa. Sistemnya sangat tersentralisasi dan kekuasaan Presiden begitu besar,sementara DPR belum sekuat sekarang. Sekarang realitasnya sudah berubah. Gubernur, bupati dan wali kota punya mandat politik sendiri. DPR, DPD dan DPRD sangat aktif. Banyak keputusan yang harus diperjuangkan agar dapat bersama-sama dilaksanakan secara horizontal maupun vertikal, dari atas sampai bawah. Ini memerlukan seni tersendiri.’’[9]
- Dikemukakan oleh Susilo Bambang Yudhoyono selaku Presiden Indonesia dan disampaikan saat diskusi dengan Staf Khusus Presiden Indonesia.[9]
Tentang bangsa Indonesia
[sunting | sunting sumber]- ‘‘Penyakit bangsa kita yang paling parah adalah mentalitas kalau bisa dipersulit, kenapa dipermudah.’’[10]
Tentang ketidaksukaan
[sunting | sunting sumber]Tentang dirinya oleh pemimpin negara lain
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 Asril, Sabrinal (17 Agustus 2014). "Di Balik Pidato Kenegaraan Presiden SBY". Kompas. Diakses tanggal 1 Juli 2026.
- ↑ Djalal, Dino Patti (2008). Harus Bisa! Seni Memimpin ala SBY: Catatan Harian Dr. Dino Patti Djalal. Jakarta: Red & White Publishing. hlm. 18. ISBN 978-979-1008-10-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- 1 2 Djalal, Dino Patti (2008). Harus Bisa! Seni Memimpin ala SBY: Catatan Harian Dr. Dino Patti Djalal. Jakarta: Red & White Publishing. hlm. 23. ISBN 978-979-1008-10-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Djalal, Dino Patti (2008). Harus Bisa! Seni Memimpin ala SBY: Catatan Harian Dr. Dino Patti Djalal. Jakarta: Red & White Publishing. hlm. 127. ISBN 978-979-1008-10-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- 1 2 Djalal, Dino Patti (2008). Harus Bisa! Seni Memimpin ala SBY: Catatan Harian Dr. Dino Patti Djalal. Jakarta: Red & White Publishing. hlm. 52–53. ISBN 978-979-1008-10-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ "SBY: Pidato atau berbicara depan umum tidak boleh seorang Presiden itu ada salah kata". Portal Islam. Diakses tanggal 2026-08-17.
- 1 2 Djalal, Dino Patti (2008). Harus Bisa! Seni Memimpin ala SBY: Catatan Harian Dr. Dino Patti Djalal. Jakarta: Red & White Publishing. hlm. 54. ISBN 978-979-1008-10-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- 1 2 Djalal, Dino Patti (2008). Harus Bisa! Seni Memimpin ala SBY: Catatan Harian Dr. Dino Patti Djalal. Jakarta: Red & White Publishing. hlm. XX. ISBN 978-979-1008-10-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- 1 2 Djalal, Dino Patti (2008). Harus Bisa! Seni Memimpin ala SBY: Catatan Harian Dr. Dino Patti Djalal. Jakarta: Red & White Publishing. hlm. 78. ISBN 978-979-1008-10-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Djalal, Dino Patti (2008). Harus Bisa! Seni Memimpin ala SBY: Catatan Harian Dr. Dino Patti Djalal. Jakarta: Red & White Publishing. hlm. 74. ISBN 978-979-1008-10-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- 1 2 Djalal, Dino Patti (2008). Harus Bisa! Seni Memimpin ala SBY: Catatan Harian Dr. Dino Patti Djalal. Jakarta: Red & White Publishing. hlm. 114. ISBN 978-979-1008-10-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- 1 2 3 Djalal, Dino Patti (2008). Harus Bisa! Seni Memimpin ala SBY: Catatan Harian Dr. Dino Patti Djalal. Jakarta: Red & White Publishing. hlm. 114. ISBN 978-979-1008-10-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:
| Tokoh |
|---|
| A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z |
