S. K. Trimurti
Tampilan

S. K. Trimurti atau Soerastri Karma Trimurti (lahir di Boyolali, 11 Mei 1912 - wafat Jakarta, 20 Mei 2008) adalah salah satu tokoh perempuan yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Ia aktif sebagai jurnalis yang melawan pemerintahan kolonial. Setelah Indonesia Merdeka, Trimurti menjadi seorang aktivis buruh. Ia banyak memperjuangkan hak-hak pekerja. Ia akhirnya diangkat menjadi Menteri Tenaga Kerja pertama Indonesia di bawah kabinet Amir Sjarifuddin. Trimurti menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja sejak 1947 hingga 1948.[1]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- Hal-hal yang khusus yang lebih dahulu dirasakan oleh buruh wanita, misalnya: kekurangan perlindungan terhadap buruh wanita saat mengandung dan melahirkan anak, kekurangan perlindungan dalam hal penjagaan kehormatan dan kesopanan wanita di tempat-tempat pekerjaannya, tidak adanya tempat-tempat penitipan anak-anak kecil bagi kaum buruh wanita dan lain sebagainya.[2]
- Perkawinan adalah bentuk dari sebuah kongsi. Hal yang bisa dikerjakan bersama kami kerjakan. Tapi yang tak mungkin dikongsikan tak usah dipaksakan. Meski sudah bersatu dalam perkawinan, tak berarti harus saling menyesuaikan 100 persen, masing-masing harus tetap memiliki kedaulatan. Jika tidak, hilanglah kepribadian kita. [3]
- Orang merdeka memeluk agama atau kepercayaannya masing-masing. Tapi itu tidak patut menjadi alasan bagi kaum agama untuk menjauhi sosialisme.[4]
- Kaum buruh harus mempunyai kesadaran bahwa mereka bekerja untuk kepentingan kelas buruh dan kepentingan seluruh anggota masyarakat, bukan untuk kepentingan kaum kapitalis, yang menjalankan eksploitasi.[5]
- Terdapat pemimpin-pemimpin yang baik, pemimpin-pemimpin yang kurang baik dan pemimpin-pemimpin yang tidak baik, yang bukan menguntungkan rakyat, tetapi malah merugikan rakyat.[6]
- Selama masyarakat ini belum terbebas dari eksploitasi, perempuan akan selalu dieksploitasi di dalam pernikahan.[7]
- Kami adalah angkatan yang harus punah agar dari kasus kami tumbuh angkatan wanita-wanita yang lebih megah.[8]
- Kalau umpamanya orang menumpang tadi sudah pergi, dari rumah kita, apakah dalam rumah itu lantas sudah tidak perlu diadakan aturan? Apakah bapak, mak, anak-anak boleh berbuat semau-maunya? Boleh tidak pulang beberapa hari? Boleh makan saja, tidak usah cari duit? Boleh tidak menyapu lantai dan sebagainya? Boleh memasukkan sembarang orang ke rumah itu? Wah… nanti kan kalang kabut urusannya. Nah itulah sebabnya. Jadi meskipun rumah itu sudah menjadi rumah kita, kita masih punya kewajiban, bahkan lebih banyak lagi.[9]
- Ketika aku masih termenung-menung, memikirkan apa yang akan kulakukan, apa yang harus kukerjakan untuk meneruskan pengabdianku kepada nusa, pada suatu hari Bung Karno berkata kepadaku … Trim, tulislah karangan, nanti kamu muat di majalah Fikiran Ra'jat. Aku menjawab, tak dapat, Mas, aku belum pernah menulis di majalah atau koran. Dan, aku memang tidak bisa. Tapi, Bung Karno bilang, kau bisa![10]
Sumber Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Subroto, Lukman Hadi; Indriwati, Tri (2022-08-22). [Sumber: https://www.kompas.com/stori/read/2022/08/20/080000279/sk-trimurti-menteri-tenaga-kerja-pertama-indonesia?page=2. "SK Trimurti, Menteri Tenaga Kerja Pertama Indonesia"]. Kompas. Diakses tanggal 2025-11-19.
- ↑ Trimurti, S. K. (1946-01-24). "Perdjoangan Boeroeh". Kedaulatan Rakjat.
- ↑ Redaksi (2021-02-10). "SK Trimurti, Jurnalis Berpena Tajam dan Bernyali Tinggi". Berdikari Online. Diakses tanggal 2025-12-01.
- ↑ Setiyono, Budi (2015-04-30). "Dua Buku Buruh Karya Menteri Buruh SK Trimurti". Historia.ID. Diakses tanggal 2025-12-01.
- ↑ Konde.co, Tim (2017-10-09). "Nyanyi Sunyi SK Trimurti". Konde.co (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-01.
- ↑ Media, Kompas Cyber (2015-11-15). SK Trimurti, Srikandi Revolusi yang Tolak Kursi Menteri (dalam bahasa Inggris).
- ↑ Haryadi, Selma Kirana (2020-10-25). "Perempuan Indonesia Terus Berjuang Untuk Setaraan Pernikahan". Berita terkini tentang kepemimpinan perempuan: Women Lead - Magdalene (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-01.
- ↑ "Mengenal S.K Trimurti, Jurnalis Kritis Sekaligus Pahlawan Perempuan yang Jadi Saksi Indonesia Merdeka". life. Diakses tanggal 2025-12-20.
- ↑ Agustina, Atik Evi (2014). "S.K. Trimurti dan Pemikirannya untuk Kemajuan Bangsa Tahun 1933-1962. AVATARA, e-Journal Pendidikan Sejarah, Volume 2, No. 3, Oktober 2014, hal. 251-261". e-Journal UNESA. Diakses tanggal 2025-12-28.
- ↑ Trimurti, Surastri Karma (2007). 95 Tahun S.K. Trimurti, Pejuang Indonesia: Kumpulan Tulisan Terpilih Karya S.K. Trimurti, 1939-1991. Jakarta: Yayasan Bung Karno. ISBN 9799657318. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)