Roya Mahboob
Roya Mahboob adalah seorang pengusaha teknologi dan advokat yang berani untuk pemberdayaan perempuan di Afghanistan dan sekitarnya. Sebagai salah satu CEO wanita pertama di bidang teknologi di Afghanistan, dia telah menentang norma budaya dan ancaman politik.[1] Dia mendirikan Dana Warga Digital (DCF), yang bertujuan untuk meningkatkan literasi teknologi dan keuangan perempuan Afghanistan. Dia juga ikut mendirikan dan mendukung Tim Robotika Gadis Afganistan.[2]
Mahboob dimasukkan dalam daftar 100 Orang Paling Berpengaruh versi TIME tahun 2013 dan menerima Penghargaan Kemajuan Kesetaraan Gender melalui Pendidikan, Pemimpin Muda Forum Ekonomi Dunia 2015, Asia Game Changer 2019, Penghargaan Forum Doha 2022, serta Beasiswa Kepemimpinan Presiden yang bergengsi.[2]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- “If we want to change the world, we have to invest in women.”[1]
- “Jika kita ingin mengubah dunia, kita harus berinvestasi pada perempuan.”
- “Nothing ever happened unless someone dreamed it first”[3]
- “Tidak ada yang pernah terjadi kecuali seseorang memimpikannya terlebih dahulu”
- "We know that the fight for equality is long and difficult, but it is not impossible."[4]
- "Kami tahu bahwa perjuangan untuk kesetaraan panjang dan sulit, tetapi itu tidak mustahil."
- "What keeps me and many other women in Afghanistan motivated is we believe that we are not defined by the circumstances we are in."[4]
- "Apa yang membuat saya dan banyak wanita lain di Afghanistan tetap termotivasi adalah kami percaya bahwa kami tidak didefinisikan oleh keadaan yang kami alami."
- "The hope for the future is what is keeps us going, no matter the obstacles."[4]
- "Harapan akan masa depan adalah yang membuat kita terus maju, tidak peduli rintangan yang ada."
- "I guess that (obstacles) kept us motivated to continue proving that Afghan girls have the same potential as anyone else in the world. For us it was about changing the mindset, breaking the barriers, and showing that a young woman is as a capable if you give them access to opportunities. [With the] right education, they can be the next inventors, problem solvers or leaders in technology."[4]
- "Saya rasa (hambatan-hambatan) itu membuat kami termotivasi untuk terus membuktikan bahwa anak perempuan Afghanistan memiliki potensi yang sama seperti orang lain di dunia. Bagi kami, ini tentang mengubah pola pikir, menghancurkan hambatan, dan menunjukkan bahwa seorang wanita muda sama kapabelnya jika mereka diberi akses ke peluang. Dengan pendidikan yang tepat, mereka bisa menjadi penemu, pemecah masalah, atau pemimpin teknologi berikutnya."
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ 1,0 1,1 CW (2025-03-09). "Courageous Woman #22: Roya Mahboob". Courageous Women (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-05.
- ↑ 2,0 2,1 "Roya Mahboob | Women for Women International". www.womenforwomen.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-05.
- ↑ "Celebrating the True FIRST Story behind "Rule Breakers" - Seven Questions to Facilitate Meaningful Discussion About the Film". community.firstinspires.org (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-05.
- ↑ 4,0 4,1 4,2 4,3 Palepu, Hitha (2025-03-06). "Smart Conversation: Roya Mahboob". Hyphenated by Hitha. Diakses tanggal 2025-12-05.