Lompat ke isi

Roslina Verauli

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Roslina Verauli adalah seorang psikolog dan penulis buku Discovering Your Black Box.[1] Ia menempuh pendidikan Sarjana dan Magister Profesi di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan memiliki pengalaman lebih dari lima belas tahun dalam bidang psikologi. Ia juga aktif menyelenggarakan seminar dan pelatihan terkait perkembangan anak, pengasuhan, relasi keluarga, dan pernikahan, serta rutin mengadakan workshop privat mengenai hubungan dan parenting.[2]

  • "Anak-anak dengan ADHD yang tidak ditangani atau tidak menyadari kondisinya berisiko mengalami gangguan dalam pengembangan diri hingga dewasa."[3]
  • "Libatkan anak dalam proses menetapkan aturan agar ia belajar bertanggung jawab. Ajak anak merefleksikan perasaannya setelah main game dan mengenali kapan waktunya berhenti, misalnya saat tubuh pegal, mata lelah, atau waktunya tidur."[4]
  • "Terdapat pola tradisional yang membuat ayah tidak terlalu berperan dalam keluarga, sehingga menjadikan ibu lebih dominan."
  • "Suami hebat adalah yang mampu menjalankan berbagai peran, baik di dalam rumah maupun di luar rumah sebagai society, menjadikan pasangan sebagai partner dan keluarga sebagai teamwork."[5]
  • "Jika istri pasif dan suami juga bersikap pasif, hubungan cenderung membosankan dengan tingkat kedekatan yang rendah. Apabila satu pihak pasif dan pihak lain agresif, pasangan yang agresif akan mendominasi, sehingga kedekatan tetap rendah. Sementara jika kedua pihak sama-sama agresif, konflik terus-menerus akan muncul. Oleh karena itu, sikap yang paling tepat dalam hubungan adalah bersikap asertif."[6]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Roslina Verauli, M. Psi., Psi - Gramedia Pendidikan" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-19.
  2. https://www.amazon.com/Cerita-Cinta-Indonesian-Roslina-Verauli/dp/6024243952
  3. Windratie. Roslina Verauli, si 'Ugly Duckling' Tempat Curhat Para Remaja.
  4. "Wacana pemblokiran Roblox – Adakah cara lain yang lebih jitu untuk cegah dampak buruk pada anak?". BBC News Indonesia. 2025-08-07. Diakses tanggal 2025-12-19.
  5. antaranews.com (2021-06-21). "Psikolog: Ayah-ibu miliki peran sama dalam asuh anak". Antara News. Diakses tanggal 2025-12-19.
  6. antaranews.com (2022-09-30). "Psikolog: Komunikasi sehat kunci penyelesaian konflik keluarga". Antara News. Diakses tanggal 2025-12-19.