Rofū Miki
Tampilan

Rofū Miki adalah nama pena dari Masao Miki (23 Juni 1889-29 Desember 1964), seorang penyair dan penulis buku anak-anak Jepang terkemuka yang erat kaitannya dengan gerakan Simbolisme Jepang. Karya-karyanya, yang sering kali bernuansa melankolis dan estetik, telah meninggalkan jejak mendalam dalam sastra Jepang. Salah satu karyanya yang paling ikonik adalah puisi Akatombo, yang kemudian diadaptasi menjadi lagu anak-anak populer di Jepang.
Kutipan
[sunting | sunting sumber]Puisi[1]
[sunting | sunting sumber]Setelah Ciuman
[sunting | sunting sumber]- “Apakah kamu tertidur?”
- “Tidak,” jawabmu.
- Bunga-bunga di bulan Mei
- Bermekaran di siang hari.
- Di rerumputan tepi telaga
- Di bawah sinar mentari,
- “Aku bisa memejamkan mata
- dan mati di sini,” katamu.
Lagu Perpisahan Bulan Mei
[sunting | sunting sumber]- Aku lihat—
- Dalam damai puing taman
- Bunga-bunga sesekali bertebaran dalam sunyi—
- Langkah-langkah kaki angin,
- Dan dalam cahaya bening senja
- Punggung bulan Mei yang manis pergi.
- Biru muda seluas langit
- Dan di pohon-pohon yang termenung
- Burung-burung bernyanyi sia-sia.
- Di dalam taman kini
- Kenangan terkulai
- Lalu meneteskan air mata dan raib—
- Sedangkan bintang-bintang,
- Di sepanjang alur rasi yang sayu
- Mengayunkan angan-angannya yang lena
- Meninggalkan rumahnya yang bahagia.
- Bulan Mei yang pergi—
- Kulihat punggungmu
- Kilapan serangga-serangga kecil
- Penghuni tanah yang melata
- Dengung lebah madu yang berkerumun
- Di tengah kerlap dan dengung tersepuh kuning emas
- Dan bermimpi di sinar surya yang menyesakkan dada,
- Di situlah bulan Mei berpisah
- Bulan Mei yang indah.
- Dalam damai puing tamanku
- Di dekat kolam dan lumut menghijau
- Dan kunir subur melata,
- Tumbuh sepi, terkatup sunyi,
- Hanyut, mengambang di sinar matahari.
- Seekor capung, mengkilap biru,
- Arah matanya menatap
- Bulan Mei yang pamit
- Kupandang punggungmu...
- Selamat tinggal bagi capung bermata biru
- Selamat tinggal bagi kunir subur melata—
- Kala berpisah di kolam tengah hari...
Capung Merah
[sunting | sunting sumber]- Capung merah terbang dalam cahaya senja
- Aku bertanya-tanya kapan aku melihat mereka di punggung seseorang
- Kami memetik murbei di ladang gunung
- Dan aku meletakkannya di keranjang kecil, tapi aku bertanya-tanya apakah itu hanya ilusi
- Pengasuh yang merawatku menikah dan pergi saat usianya lima belas tahun
- Dan setelah itu, tidak ada kabar tentangnya dari kampung halamannya
- Capung merah terbang dalam cahaya senja
- Satu di antaranya kini beristirahat di ujung tiang
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Shimazaki, Toson, et all (1957),The Poetry Of Living Japan (Hal. 34-36), Grove Press Inc, New York
