Rintik Sedu
Tampilan
Rintik Sedu atau nama samaran dari Nadhifa Allya Tsana (Lahir 04 Mei 1998) adalah seorang penulis dan pelaku siniar.[1] Selain Rintik Sedu, ia juga di kenal dengan nama paus sebagai nama kesayangan yang diberikan oleh para fans dari tokoh tersebut.
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- "Kalau kena rintik kan lebih cepat kering, dan ketika disambungkan dengan 'sedu' itu kan artinya sesudah nangis. Segala hal yang sedih kayak rintik itu bisa kering dan cepat berlalu,".[2]
- "Karena hidup tidak cuma tentang yang kita mau ada banyak hal yang bisa kita usahain demi sesuatu yang bener bener kita butuhin".[3]
- "menulis yang paling jujur datang dari apa yang dialami sehari-hari, baik yang dilihat, didengar, ataupun dirasakan. Kepekaan terhadap hal-hal kecil yang sering luput dari perhatian menjadi kunci utama dalam membangun cerita".[4]
- “Gapapa, jatuh juga bagian dari perjalanan”.[4]
- "Karena ada banyak hal yang harus di gak papa in"
- "menulis yang paling jujur datang dari apa yang dialami sehari-hari, baik yang dilihat, didengar, ataupun dirasakan." [5]
- "Buat sebagian orang diam-diam jadi suara paling keras untuk menyuarakan kasih sayang."
- "Kamu akan ketemu satu orang yang membuatmu kebingungan terhadap perasaanmu sendiri dan ketika ada yang bertanya kenapa, kamu akan jawab “Nggak tau”
- "Beberapa jarak diciptakan bukan untuk ditempuh, tapi untuk dibiarkan."
- "Emang susah jatuh cinta sama yang sempurna, karena yang sempurna sering sekali bukan buat kita "
- "Aku tidak mau kehilangan satu orang pun, karena di hidupku aku tidak punya banyak "
- "Dirimu saja tidak cukup, perasaan harus di balas perasaan"[6]
- "Rintik Sedu itu bercerita kalau segala hal itu bisa di enggak apa-apain, mau patah hati, jatuh, kecewa, dan sedih. Jadi aku coba membantu mengapa-apain banyak hal lewat Rintik Sedu," [7]
- "Betapa kejam dan jahatnya dunia, jangan lupa mencintai dan baik pada dirimu sendiri ya? Karena jika bukan kamu lalu siapa lagi?"
- "Semakin dewasa kamu akan sadar tidak semua hal berjalan sesuai yang diharapkan. Tapi jangan lupa nikmati perjalanan tersebut"
- "Ada saat diam, tidak tahu, dan berhenti peduli terhadap orang lain merupakan pilihan yang tepat untuk membuat hidup jadi tenang"
- "Roda hidup itu berputar, ada waktunya di atas dan ada kalanya di bawah. Jatuh dan gagal adalah hal yang lumrah dari setiap perjalanan"
- "Salah besar jika sering meletakkan harapan dan ekspetasi tinggi terhadap orang lain, sebab manusia bukan tempat yang tepat untuk bergantung."[8]
- "Julukan Paus pun sering digunakan agar ia merasa dekat dengan Teri sebagai bentuk kedekatannya dengan tokoh dalam cerita yang ditulisnya"[9]
- “I love my self but i love you more.”
- "Karena hidup tidak cuma tentang yang kita mau ada banyak hal yang bisa kita usahain demi sesuatu yang bener bener kita butuhin".[3]
Kutipan dari Buku Kata [10]
[sunting | sunting sumber]- "Aku cuma malas berurusan dengan sesuatu yang menjanjikan kebahagiaan, padahal kepedihan akan segera menyusulnya". (Ucap tokoh Binta, Halaman: 24)
- "Burung merpati itu nggak punya empedu. Jadinya mereka nggak pernah menyimpan kepahitan, makanya mereka itu makhluk yang tidak pendendam". (Ucap tokoh Nugraha, Halaman: 33)
- "Bertahan itu bukan pilihan, tapi keyakinan". (Ucap tokoh Binta, Halaman: 37)
- "Duniaku yang kamu kira menyenangkan itu sebenarnya cuma gumpalan awan mendung yang cuma bisa menurunkan hujan". (Ucap tokoh Binta, Halaman: 68)
- "Kalau kataku, keindahan itu tidak ada nilainya. Hal yang indah itu bukan untuk dinilai, tapi dimaknai. Kayak kamu". (Ucap tokoh Nugraha, Halaman: 86)
- "Begini, kalau pacar kamu masih terjebak sama masalalunya, putusin. Karena masih banyak yang mau mengajakmu berjalan berdua ke masa depan". (Ucap tokoh Nugraha, Halaman: 110)
- "Aku terlalu menyayangimu sampai aku sadar bahwa membuatmu terasingkan dari bumi adalah keegoisanku". (Ucap tokoh Biru, Halaman: 149)
- "Manusia dilahirkan lewat pertemuan untuk menghasilkan pelajaran dan kenangan". (Ucap tokoh Biru, Halaman: 181)
- "Kamu tahu, Biru? Berharap lebih sama kamu seperti meletakkan hatiku di tengah jalan raya, cuma tinggal menunggu waktu untuk akhirnya terlindas yang lewat kemudian mati". (Ucap tokoh Jani, Halaman: 193)
- "Jangan lari dari yang nyata. Aku tidak pernah bisa jadi jawaban untuk semua pertanyaanmu". (Ucap tokoh Biru, Halaman: 196)
- "Kalau jatuh cinta denganmu adalah sebuah kebodohan, maka untuk kali pertama aku bangga jadi orang bodoh". (Ucap tokoh Nugraha, Halaman: 241)
- "Cinta tak membuat kita bodoh, cinta mengajarkan kita bagaimana menjadi pintar dalam meletakkan perasaan. Dan apabila terjadi kesalahan, maka menyalahkan cinta adalah sebuah kebodohan. Cinta tak pernah meminta apalagi memaksa kita untuk memilih, bukan?". (Ucap tokoh Nugraha, Halaman: 278-279)
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Rintik Sedu. 2025-09-08.
- ↑ Agnes, Tia. "Awalnya Sembunyikan Identitas, Apa Sih Arti Nama Rintik Sedu?". detikhot. Diakses tanggal 2025-11-17.
- ↑ 3,0 3,1 Kompasiana.com (2023-03-26). "Tsana Sosok di Balik Rintik Sedu yang Sangat Memotivasi". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2025-11-17.
- ↑ 4,0 4,1 "Laman Direktorat Sekolah Menengah Atas Kemendikdasmen". sma.kemendikdasmen.go.id. Diakses tanggal 2025-11-17.
- ↑ [1]
- ↑ "Biografi Nadhifa Allya Tsana: Penulis Muda Indonesia Berbakat". Penerbit Bukunesia. 2025-10-02. Diakses tanggal 2025-11-30.
- ↑ "Rintik Sedu Melawan Rasa Malas untuk Menulis | Muda" (dalam bahasa American English). 2020-02-12. Diakses tanggal 2025-11-30.
- ↑ Sabrina, Ruhil (2020-10-03). "10 Quotes Inspiratif Rintik Sedu yang Relate Banget dengan Kehidu". IDN Times. Diakses tanggal 2025-12-14.
- ↑ "Paus, Julukan Rintik Sedu". kumparan. Diakses tanggal 2025-12-20.
- ↑ Sedu, Rintik (2018). Kata. Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan: GagasMedia. ISBN 978-979-780-932-4. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)