Retno Marsudi
Tampilan
Retno Lestari Priansari Marsudi, atau Retno Marsudi (lahir 27 November 1962) adalah Menteri Luar Negeri Republik Indonesia periode 27 Oktober 2014– 20 Oktober 2024 dan perempuan pertama yang memegang jabatan tersebut. Ia dikenal karena perannya dalam memperkuat diplomasi Indonesia di tingkat global, memperjuangkan kemerdekaan Palestina, serta mengedepankan isu kemanusiaan dan kesetaraan gender.[1]
Dalam kepemimpinannya, Retno menegaskan pentingnya diplomasi yang berlandaskan solidaritas, keadilan, dan perdamaian dunia. Ia juga mendorong generasi muda untuk menjadi agen perubahan dan pembawa energi positif bagi bangsa.[1]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- Jadilah ibu yang menjalin silaturahmi, menjaga kehormatan, dan menjunjung kemanusiaan demi martabat bangsa.[2] —Dikutip dari pidato Retno Marsudi mengenai peran perempuan dalam diplomasi dan kemanusiaan, disampaikan dalam peringatan Hari Ibu Nasional di Raja Ampat, Papua.
- Selagi masih muda, kalian masih bisa melakukan berbagai hal.[3] — Retno Marsudi, dalam acara The Millennials Meet and Greet Foreign Minister Retno, Kantin Diplomasi Kemenlu, 8 Januari 2019.
- Jadi jangan hancurkan Indonesiamu, tapi bantulah Indonesia dengan membuat perubahan.[3] — Retno Marsudi, dalam acara The Millennials Meet and Greet Foreign Minister Retno, Kantin Diplomasi Kemenlu, 8 Januari 2019.
- Supaya mereka paham apa yang sudah dilakukan oleh Kemenlu, karena apabila mereka tidak tahu apa yang kami lakukan, maka muncul kekhawatiran mereka akan menjadi apatis.[3] — Retno Marsudi, dalam acara The Millennials Meet and Greet Foreign Minister Retno, Kantin Diplomasi Kemenlu, 8 Januari 2019.
- Saya sekalian mengajak kalian, mau gak memulai yang saya sebut kampanye positif?[3] — Retno Marsudi, dalam acara The Millennials Meet and Greet Foreign Minister Retno, Kantin Diplomasi Kemenlu, 8 Januari 2019.
- Mari kita sebarkan energi positif dan beritakan mengenai kebaikan.[3] — Retno Marsudi, dalam acara The Millennials Meet and Greet Foreign Minister Retno, Kantin Diplomasi Kemenlu, 8 Januari 2019.
- Justru perbedaan itu menjadi aset di dalam diplomasi.[3] — Retno Marsudi, dalam acara The Millennials Meet and Greet Foreign Minister Retno, Kantin Diplomasi Kemenlu, 8 Januari 2019.
- Nama saya Retno Marsudi. Saya seorang perempuan, seorang ibu, seorang nenek, dan seorang muslim. Namun, saya memiliki kebebasan, akses yang sama terhadap hampir semua hal, termasuk berdiri di aula ini. Pertanyaannya, bagaimana dengan perempuan Afghanistan? Apakah mereka memiliki hak yang sama dengan saudara laki-laki mereka? [4] — Retno Marsudi, pernyataan dalam pertemuan The Inclusion of Women in the Future of Afghanistan, Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, 23 September 2024.
- Saya percaya dengan bekerja bersama-sama dan mengadopsi paradigma baru, kita dapat menciptakan dunia yang lebih baik bagi semua. Sekarang bukan saatnya lagi kita hanya berbicara. Sekarang adalah saatnya bagi kita untuk melakukan apa yang kita sampaikan.[5] — Retno Marsudi, pidato dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-77, New York, Amerika Serikat, 26 September 2022.
- Perjuangan bangsa Palestina masih panjang. Perjuangan Indonesia dan dunia internasional juga masih panjang. Yang kita perlukan adalah ketegaran dan konsistensi untuk terus berpegangan pada prinsip. Kita perlu kekokohan, keberpihakan terhadap keadilan, perdamaian, dan kemanusiaan. Kita semua mempunyai kewajiban untuk membela keadilan dan kemanusiaan, sesuai yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.[6] — Retno Marsudi, kuliah umum “Diplomasi Indonesia untuk Palestina”, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM), 3 Juni 2024.
- Kamu harus selalu menempatkan kemanusiaan di atas prinsipmu. Ada kebaikan yang harus ditanam di setiap perjalanan. Saya ingin agar kalian bangga menjadi mahasiswa UGM.[7] — Retno Marsudi, orasi penutupan PIONIR Universitas Gadjah Mada, 16 Agustus 2025.
- Keadaan dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Di belahan dunia tertentu, nyawa manusia dikorbankan demi kekuasaan, hak-hak perempuan belum terpenuhi, kesetaraan dan keadilan masih belum diberikan.[7]— Retno Marsudi, orasi penutupan PIONIR Universitas Gadjah Mada, 16 Agustus 2025.
- Kondisi seperti ini justru kita tidak bisa menyerah dan harus menjadi semakin kuat. Kita harus tahan banting dan menjadi pemenang.[7] — Retno Marsudi, orasi penutupan PIONIR Universitas Gadjah Mada, 16 Agustus 2025.
- Maka, jangan dibiasakan mengucapkan kalimat: 'aku yang benar', 'kamu yang salah', 'aku terus yang benar'. Harus dibudayakan untuk mendengar dan menghormati semua perbedaan. — Retno Marsudi, di talkshow bertajuk "The Millennials Meet and Greet Foreign Minister Retno di Kantin Diplomasi Kementerian Luar Negeri, Jakarta, 8 Januari 2018.[8]
- Kita harus bangga, berani, dan percaya diri sebagai orang Indonesia. Kita adalah negara yang besar. Bersikaplah sebagai bangsa yang besar.[9]
- Jangan pernah lelah mencintai Indonesia, jangan pernah lelah berbuat baik untuk Indonesia. [10]
- Diplomasi itu kan sebenarnya menggunakan soft power, menggunakan dialog-dialog, negosiasi untuk menyelesaikan masalah dan perempuan memiliki kelebihan di dalam soft power diplomacy dan inilah yang berusaha saya kapitalisasi selama ini dalam menjalankan tugas sebagai Menlu.[11]
- Investing in women means investing in a brighter future.[12]
- Berinvestasi pada perempuan berarti berinvestasi pada masa depan yang lebih cerah.[12]
- Kalau perempuan harus memilih untuk menjadi ibu rumah tangga, itu menjadi pilihannya sendiri tanpa ada unsur tekanan dari pihak lain.[13]
- Sebuah negosiasi terutama untuk perdamaian apabila perempuan terlibat di dalamnya, maka hasilnya akan lebih baik, dan lebih sustainable pada saat diterapkan.[14]
- Dari segi competitiveness, kampus menjadi tempat untuk menyemai rasa dapat bersaing dengan negara lain. Karena sekali lagi, bangsa yang menang adalah bangsa yang berinovasi tinggi dan menguasai teknologi.[15]
- Kenapa kita harus punya kebijakan afirmatif? Karena dengan begitu, kita tidak hanya membawa kebaikan bagi perempuan, tetapi juga bagi semua.[16]
- Air adalah nyawa.[17]
- Diplomasi itu harus bisa membuka peluang, harus bisa memberikan jembatan dan perbedaan.[18]
- Saya pamit, ya.[19] - ucap Retno Marsudi saat berpamitan dengan jajaran dan staf di Kementerian Luar Negeri, tahun 2024.
- Saya nggak bisa bicara. Profesi saya cuma satu: sebagai diplomat. Sudah hampir 40 tahun saya berada di rumah ini, maafkan saya.[19] Retno Marsudi berpamitan dan meminta maaf saat berpamitan dengan Kemlu.
- Jagalah rumah ini (Kemenlu) dengan baik, jagalah. So thank you very much for standing by me, thank you for supporting me, and thank you for being there for me and you always be in my hearth.[19] - Retno Marsudi meminta jajarannya menjaga Kemenlu yang dianggapnya sebagai rumahnya.
- Kemlu adalah satu-satunya "rumahku"... Aku hanya mengenal satu pekerjaan, yaitu menjadi seorang diplomat.[19]
- Karena perubahan dunia sangat cepat, konflik ada di mana-mana, rivalitas makin tajam, dan sebagainya. Jadi, perubahan is something yang inevitable, perubahan itu adalah sesuatu yang memang tidak bisa dihindari [20] - tutur Rerno Marsudi usai menerima penghargaan "Impact of Global Diplomacy" dalam acara Kumparan Awards yang berlangsung di Djakarta Theater, Jakarta Pusat.
- Yang kita bisa lakukan adalah adjust and adapt, terus sikapi perubahan itu dengan sebuah persiapan. Karena diplomasi sekali lagi membawa misi yang sangat berat, yaitu memperjuangkan kepentingan nasional dan juga berkontribusi.[20]
- Diplomat Indonesia bahkan duta besarnya juga harus blusukan, misalnya diplomat atau dubes di luar negeri melihat ada angka statistik turis di negara itu masuk ke Indonesia turun, immediately [segera] yang kita perlukan adalah laporan dari kedutaan itu untuk menganalisa kenapa turis turun.[21]
- Saya selalu tegas mengatakan zero tolerance terhadap korupsi. Saya tidak mau ada laporan adanya pembayaran pelayanan kecuali sesuai dengan ketentuan. Kalau itu sampai terjadi dan terbukti, maka akan diambil punishment yang tegas.[22]
- Jadilah perempuan. Karena ada hal-hal yang diberi oleh Tuhan kepada perempuan yang dapat kita maksimalkan. Misalnya, perempuan itu punya endurance lebih panjang. Saat laki-laki sudah letih, kita masih bisa bertahan.[23]
- Saya selalu bilang kepada perempuan, do not crack under pressure. Jadilah perempuan yang seperti diamond, yang tidak retak di bawah tekanan.[23]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ 1,0 1,1 developer, medcom id (2024-02-20). "10 Tahun Diplomasi Indonesia dan Perjalanan Panjang Bantu Kemerdekaan Palestina". medcom.id. Diakses tanggal 2025-11-10.
- ↑ "Kutipan Inspiratif tentang Ibu Bangsa dari 8 Menteri Perempuan". kumparan. Diakses tanggal 2025-11-10.
- ↑ 3,0 3,1 3,2 3,3 3,4 3,5 Dewi, Santi (2019-01-08). "Pesan Menlu Retno Marsudi bagi Millennials: Jangan Buat Hoaks". IDN Times. Diakses tanggal 2025-11-10.
- ↑ Michaella, Sonya (2024-09-24). "Perjuangan Indonesia untuk Hak Perempuan Afghanistan". IDN Times. Diakses tanggal 2025-11-10.
- ↑ Humas (2022-09-27). "Berbicara di PBB, Menlu RI Usung Paradigma Kolaborasi Atasi Tantangan Global". Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 2025-11-10.
- ↑ fisipol. "Retno Marsudi: Indonesia Berada pada Garis Terdepan Bela Palestina – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik". Diakses tanggal 2025-11-10.
- ↑ 7,0 7,1 7,2 gusti.grehenson (2025-08-16). "Beri Motivasi ke Gamada, Retno Marsudi: Dunia Sedang Tidak Baik-baik Saja". Universitas Gadjah Mada. Diakses tanggal 2025-11-10.
- ↑ Dewi, Santi (2019-01-08). "Pesan Menlu Retno Marsudi bagi Millennials: Jangan Buat Hoaks". IDN Times. Diakses tanggal 2025-11-15.
- ↑ "Bangga, Berani, Percaya Diri". SINDOnews Nasional. Diakses tanggal 2025-11-30.
- ↑ "Titip Isu Kemerdekaan Palestina ke Komisi I DPR, Ini Kata Retno Marsudi". Tempo. 2024-09-13. Diakses tanggal 2025-11-30.
- ↑ antaranews.com (2019-04-21). "Diplomasi Kartini ala Retno Marsudi". Antara News. Diakses tanggal 2025-11-30.
- ↑ 12,0 12,1 "Ucapan Menlu Retno Marsudi di Hari Perempuan Internasional 2021". Wartakotalive.com. Diakses tanggal 2025-11-30.
- ↑ Agency, ANTARA News. "Menlu Retno Marsudi : Perempuan harus menjadi pejuang kesetaraan gender". ANTARA News Kalimantan Selatan. Diakses tanggal 2025-11-30.
- ↑ Wisesa, Yosafat Diva Bayu (2024-10-23). "Retno Marsudi: Perempuan Penting Terlibat dalam Diplomasi". IDN Times. Diakses tanggal 2025-11-30.
- ↑ Elang, Jatayu (2024-06-20). "Ini Pesan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi untuk Mahasiswa". Beritabuanaco (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-30.
- ↑ Dianira, Fabiola; Suadnyana, Sui (2025-05-23). "Retno Marsudi Ungkap Kesenjangan Gender Global Makin Tipis". detikbali. Diakses tanggal 2025-11-30.
- ↑ "Retno Marsudi Resmi Bertugas Jadi Utusan Khusus PBB Urusan Air". Tempo. 2024-11-01. Diakses tanggal 2025-12-20.
- ↑ antaranews.com, Aryani (2014-10-27). "Menlu Retno akan terapkan kebijakan diplomasi peluang". Antara News. Diakses tanggal 2025-12-20.
- ↑ 19,0 19,1 19,2 19,3 R, Mei Amelia (2024-10-19). "Tangis Haru Menlu Retno saat Pamitan: The Best I Can Do for Indonesia". detiknews. Diakses tanggal 2025-12-28.
- ↑ 20,0 20,1 Friastuti, Rini (2024-12-19). "Pesan Retno Marsudi untuk Diplomat yang Bertugas: Adjust and Adapt". kumparan. Diakses tanggal 2025-12-28.
- ↑ "Menlu Retno dan gagasan diplomat blusukan". BBC News Indonesia. 2014-10-29. Diakses tanggal 2025-12-28.
- ↑ "Menlu Retno: Diplomat Harus Melayani". detiknews. 2014-12-17. Diakses tanggal 2025-12-28.
- ↑ 23,0 23,1 Agustian, Riana (2025-09-23). "Retno LP Marsudi: Jadilah Perempuan yang Tidak Retak di Bawah Tekanan". Olenka. Diakses tanggal 2025-12-28.