Lompat ke isi

Reset Indonesia

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Reset Indonesia adalah sebuah buku yang ditulis empat jurnalis Indonesia yakni Farid Gaban, Dandhy Laksono, Yusuf Priambodo, dan Benaya Harobu. Buku ini tidak hanya merekam reallitas kehidupan di Indonesia tidak hanya di kota besar bahkan hingga pelosok Nusantara tetapi menawarkan gagasan tandingan tentang keindonesiaan yang lebih adil, berkelanjutan, dan berpihak kepada rakyat. Hingga tahun 2026, buku Reset Indonesia telah mencapai cetakan keempat.[1]

Prolog - Tiga Kali Keliling Indonesia
[sunting | sunting sumber]

Politik tata ruang di Indonesia membiarkan industri masuk hingga kawasan hulu. Di hulu Sungai Brantas, Malang (Jawa Timur) terdapat pabrik kertas milik grup Sinar Mas yang membuang limbahknya ke anak sungai (Dandhy Laksono). - Halaman 4-5[1]

Peneliti Ecoton selama 10 tahun di Sungai Brantas menunjukkan, terjadi perubahan hormon pada ikan yang menyebabkan jumlah ikan betina lebih banyak dibandingkan ikan jantan (Dandhy Laksono). - Halaman 7[1]

Bab 1 - How Low Can You Go
[sunting | sunting sumber]

Semua mimpi dan rencana itu bagus, setidaknya di atas kertas. Tapi, jika ingin benar-benar diwujudkan, mimpi yang bagus harus berstandar pada realitas, dengan syarat-syarat yang menapak di bumi. - Halaman 63[1]

Selain bonus demografi, ada empat fondasi lain yang sering dikemukakan pemerintah untuk mencapai Indonesia emas : pertumbuhan ekonomi; hilirisasi (pengembangan industri pengolahan); pembanguna infrastruktur ; pembangunan perdesaan untuk pemerataan ekonomi; dan reformasi hukum serta pencegahan korupsi. - Halaman 65[1]

Kemiskinan dan pendidikan rendah erat kaitannya dengan kualitas kesehatan. - Halaman 69 [1]

Bab 2 - Ada Dunia Lain
[sunting | sunting sumber]

Kini, selain kian sempit, tanah dan lahan makin menonjol sebagai milik pribadi atau privat. Mereka yang kurang beruntung makin terdesak, bahkan kehilangan lahan sama sekali. Terancam kelaparab, orang-orang desa lari ke kota, memyediakan diri sebagai buruh murah dengan nasib yang tidak selalu baik. - Halaman 148[1]

Kesulitan ekonomi dan ancaman kematian yang begitu dekat menuntut kita merenungkan makna hakiki dari hidup. - Halaman 153[1]

Bab 3 - Ekonomi dari Alam
[sunting | sunting sumber]

Lebih dari lahan pertanian, hutan memiliki keragaman hayati jauh lebih kaya. Hutan mengandung beragam tanaman dan juga beragam binatang.- Halaman 215[1]

Salah satu komoditas minyak atsiri Indonesia yang paling banyak diminati adalah minyak pala dan cengkih yang sejak dahulu sudah diketahui memiliki kualaitas terbaik di dunia. - Halaman 237[1]

Bab 4 - Alam Terkembang Jadi Guru
[sunting | sunting sumber]

Di era Indonesia Merdeka, orang pertama yang serius menaruh perhatian pada tanaman obat adalah RM Santoso Soerjokoesumo. Dia merintis Kebun Koleksi Tanaman Obat di Tawangmangu, Jawa Tengah, yang belakangan diberi nama Hortus Medicus Tawangmangu. - Halaman 281[1]

Bab 5 - Kota Untuk Semua
[sunting | sunting sumber]

Kita memerlukan perubahan paradigma dalam pengelolaan kota, dimulai dari perencanaannya. Kota harus dirancang dengan melibatkan penduduknya tanpa pandang bulu, termasuk penduduk paling miskin. - Halaman 331[1]

Bab 6 - Reset Indonesia
[sunting | sunting sumber]

Desa merupakan jangkar demokrasi. Demokrasi kita, menurut Bung Hatta, berakar di desa-desa sejak jauh sebelum kemerdekaan. Wilayah desa atau kelurahan cukup kecil sehingga sesama warga cukup saling mengenal. - Halaman 358[1]

Epilog - Anak Muda Bicara
[sunting | sunting sumber]

Reset adalah ajakan untuk memulai dari titik jujur. Dimulai dari keberanian untuk mengakui, bahwa sistem dan paradigma berpikir kita sudah maulai lapuk, usang, dan tidak bisa hanya ditambal. Harus dirombak dan dibangun ulang. - Halaman 420[1]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1,00 1,01 1,02 1,03 1,04 1,05 1,06 1,07 1,08 1,09 1,10 1,11 1,12 1,13 Gaban, Farid; Laksono, Dhandy; Priambodo, Yusuf; Harobu, Benaya (2026). #Reset Indonesia ; Gagasan Baru Tentang Indonesia. Kota Bekasi: Koperasi Indonesia Baru. ISBN 978-979-775-348-1.