Lompat ke isi

Reda Gaudiamo

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.
Reda Gaudiamo saat duet dengan Jubing Kristianto

Reda Gaudiamo lahir pada 1 Agustus 1963. Ia adalah seniman berkebangsaan Indonesia. Namanya dikenal melalui sejumlah karya pertunjukannya dalam bentuk musik puisi yang diterbitkan dalam bentuk album; Aku Ingin adalah salah satu puisi karya Sapardi Djoko Damono yang dinyanyikannya.[1]

  • “Punya teman itu bagus, tetapi kalau untuk melakukan sesuatu kamu selalu perlu teman, kalau kamu selalu perlu persetujuan teman untuk penampilanmu, atau pilihan kegiatanmu, maka teman menjadi tak bagus buatmu.”[2]
  • “Begitu membuat pilihan atau memutuskan sesuatu, maka kita harus siap menerima konsekuensinya.”[2]
  • "You are what you eat. Di umurmu yang sekarang ini, mulailah mengatur makanan yang masuk ke dalam tubuhmu. Apa yang kamu makan sekarang akan membentuk tubuh dan berbagai organ dalam tubuhmu.”[3]
  • "Menulis bisa sangat membantu, terutama bagi guru perempuan — membantu “mengurai keputusan mengenai banyak hal … baik dalam aktivitas mengajar maupun kehidupan personal.”[3]
  • “Hai Nak, Nggak semua badai itu datang untuk bikin porak-poranda hidup kita. Ada yang datang khusus untuk membantu kita beberes, bersih-bersih, buang yang tak berguna, dan siap-siap untuk sesuatu yang lebih bagus, lebih indah, lebih menyenangkan. Beneran deh.”[4]
  • "Sayangku, bahkan tersesatpun akan sangat mengasyikkan, seru. Ketimbang duduk diam di sini berbelas tahun" -Kisah-kisah Para Pencerita [5]
  • "Nama saya berasal dari Pulau Sabu, NTT. Nama itu adalah nama turun-temurun diberikan pada cucu perempuan nomor satu. Harusnya saya tidak boleh memakai nama itu karena ibu saya bernama sama"[6]
  • "Suami saya bilang, menulis itu gampang. Tapi hidup sesuai dengan apa yang ditulis dan disampaikan ke pembaca, itu baru betul"[6]
  • " Pada dasarnya kita tetap harus mengajarkan kepada anak bahwa orang tua punya kendali atas anak. The last word. Tapi orang tua bukan satu sosok yang mutlak selalu benar" [7]
  • "Saya itu niat menerbitkan Na Willa karena melihat teman-teman saya mendidik anaknya. Menentukan bahwa teman-teman harus yang itu, tidak boleh main sama itu, agamanya harus sama. Sementara saya dan orang tua saya yang tikus gereja dan burung gereja itu ya, saya setiap sore mengaji di rumah Farida. Orang tua saya baik-baik saja."[7]

Daftar referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Post, The Jakarta. "Reda Gaudiamo: Behind glossy magazines - Mon, July 19, 2010". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-02.
  2. 2,0 2,1 aisyah, sarah (2023-08-11). "7 Nasihat Hidup dalam Buku Hai, Nak! Karya Reda Gaudiamo". IDN Times Sulsel. Diakses tanggal 2025-12-02.
  3. 3,0 3,1 "Ulasan Buku Hai, Nak Karya Reda Gaudiamo, Nasihat Emak yang Bikin Hangat". Yoursay.id. 2023-12-14. Diakses tanggal 2025-12-02.
  4. Group, Gatra Media. "Reda Gaudiamo & Buku Anyar dari Konten TikTok | Apa Siapa". Diakses tanggal 2025-12-02.
  5. Gaudiamo, Reda (2024). Kisah-Kisah Para Pencerita. Yogyakarta: Penerbit Indonesia Tera. hlm. 12. ISBN 978 979 775 343 6. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. 6,0 6,1 Author, Sundea (2014-02-20). "Reda Guidiamo, Bukan Hujan Sudah Reda". Salamatahari. Diakses tanggal 2025-12-21.
  7. 7,0 7,1 Dhani, Arman (2017-07-23). "Wawancara Reda Gaudiamo : " Anak-anak Tak Diberi Bacaan bahwa Hidup Tak Selalu Indah"". Tirto.id. Diakses tanggal 2025-12-21.