Ratu zaleha
Tampilan
Putri Jeleha (Djaleha) bergelar Ratu Zaleha atau Ratu Zulaiha lahir: Muara Lawung, 1880, beliau wafat: Banjarmasin, 24 September 1953 adalah puteri dari Sultan Muhammad Seman dengan Nyai Salmah

Salah satu ciri khas perjuangannya adalah kemampuannya menggerakkan perempuan Dayak, seperti Bulan Jihad dan Illen Masidah, untuk ikut serta dalam perlawanan.Meskipun begitu, perjuangan mereka menghadapi tantangan besar. Pada tahun 1905, benteng utama para pejuang Banjar di Manawing jatuh ke tangan Belanda. Kondisi semakin sulit setelah Sultan Muhammad Seman gugur dalam pertempuran.Meski kehilangan pemimpin utamanya, Ratu Zaleha tetap melanjutkan perjuangan, Ia menunjukkan keberanian luar biasa meski situasinya semakin terdesak.[1]
kutipan
[sunting | sunting sumber]- sebuah semboyan "Harammanyarah waja sampai kaputing”. Arti dari semboyan tersebut adalah berusaha sampai akhir, tidak boleh menyerah, tidak mudah putus asa. [2]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Wirawan, Nadhifa Aurellia. "Riwayat Hidup Ratu Zaleha, Sosok Kartini dari Kalimantan Selatan". detikKalimantan. Diakses tanggal 2025-12-13.
- ↑ Farida, Syafiya Dhiya (2022-01-01). PERJUANGAN RATU ZALEHA MELAWAN BELANDA.