Ratih Kumala
Tampilan
Ratih Kumala lahir 4 Juni 1980 adalah seorang novelis, penulis skenario, dan cerpenis Indonesia. Ia menyelesaikan pendidikan di Fakultas Sastra Universitas Sebelas Maret (UNS). [1]
Selain menulis prosa dan novel. ia juga terlibat dalam penulisan skenario film dan televisi. Karnya banyak membahas pergulatan batik tokoh-tokohnya, realitas sosial, serta kritik halus terhadap budaya dan masyarakat Indonesia modern.[2]
Beberapa Karyanya yaitu Gadis Kretek 2012, Tabula Rasa 2014, Pameran Kesedihan 2010, Larutan Senja 2006, Kronik Betawi 2015, dan Koloni 2022. Ratih mulai dikenal luas melalui novel Gadis Kretek Indonesia yang kemudian diadaptasi menjadi sebuah film.[2]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- “Cuma orang sakti yang bisa bertahan hidup di Jakarta".[3]
- "Sebuah karya sastra harus ditulis dengan cara yang mudah dipahami orang lain”[4]
- "Yang namanya ide itu enggak akan pernah habis. Yang terbatas itu cuma waktu dan tenaga kita. Jadi untuk itu kita harus bisa konsisten dan disiplin, termasuk dalam mencari dan mengembangkan suatu ide. Dua hal itulah yang selalu menjadi PR besar seorang penulis"[4]
Gadis Kretek (2012)
[sunting | sunting sumber]- "Hidup adalah perjalanan panjang untuk menemukan jati diri".[5]
- "Sesungguhnya saat itu saya tahu apa yang saya inginkan. Namun, sejauh mana saya bisa dan boleh memilih pilihan saya sendiri".[5]
- "Kita semua pernah di titik terendah. Kalau orang menyebutkan luka, saya menyebutnya pelajaran".[5]
- "Sekeras apapun usaha saya, saya tidak bisa melupakannya. Sebab ada janji yang harus saya tagih, dan perasaan yang harus saya pastikan".[5]
- "Semua orang punya rahasia, dan rahasia itu seperti kretek. Membara, perlahan akhirnya padam".[5]
- "Cinta adalah api yang menghanguskan, tapi tanpa api hidup hanya dingin".[5]
- "Kretek bukan hanya rokok, Ia adalah sejarah, cinta, luka yang dibungkus menjadi satu".[5]
- "Kadang, seseorang tidak pergi. Ia hanya tersesat dalam luka yang tak sempat sembuh".[5]
- “Dunia bergerak seperti sebuah misteri yang tidak kita pahami. Tapi kita akan selalu menemukan ruang yang mengantarkan kita pada jawaban-jawaban yang kita cari”.[6]
Tabula Rasa (2014)
[sunting | sunting sumber]- "Ingatan manusia sering kali lebih harum daripada kenyataanya".[5]
- "Jalanku memang berbeda, tapi jangan khawatirkan aku, apalagi menangisi lukaku. Sebab aku telah belajar berdiri pasti dan kelak aku akan terbang tinggi".[7].
- "Waktu memang selalu membawa manusia pada gerbang paling menakutkan. Kerentaan merupakan sebuah ketidakabadian umum".[7]
- "Cinta adalah letupan pararasaan yang paling aneh dan tidak ada terjelaskan, kesemuanya melebur menjadi satu. Ada tarik menarik sekaligus tolak menolak".[8]
- "Jangan menjadi sendiri. Kamu harus bersama orang yang kamu sayangi agar ada yang mendoakanmu... Jika seseorang merasa kehilanganmu, berarti kamu berarti".[9]
- "Kematian adalah pintu dari segala sendiri dan jalan dari awalnya akhir".[7]
- "Waktu adalah musuh masa dan menjadi teman terbaik sekaligus. Ketidakabadian yang abadi. Karenanya orang-orang takut sendiri".[7]
- "Politik Negara adalah urusan pemimpin negara, urusan perut adalah hak asasi manusia".[10]
- "Semua buku yang sudah dilempar ke pasaran otomatis menjadi milik masyarakat. Tiap pembaca punya hak sendiri-sendiri untuk mengartikan isi buku tersebut".[11]
- "Wajah orang jatuh cinta tetap terpancar sinar kasmarannya".[11]
- Waktu adalah musuh masa dan menjadi teman terbaik sekaligus. Ketidakabadian yang abadi. Karenanya orang-orang takut sendiri. Waktu adalah gambaran kerentaan bumi seperti pemintal yang menyebalkan benangnya lalu menggulung dan menjalin pada tiap lembarannya.[12]
- Hal-hal bodoh yang pernah dilakukan seseorang di masa lalu, hal-hal bodoh yang kulakukan di masa lalu. Selalu anehnya, pada waktu ini kita berpikir bahwa itu adalah yang terbaik, atau setidaknya yang benar menurut diri kita sendiri. Ada suara hati yang berbisik dan kita mendengarkannya. Dan dari semua hal, nafsu adalah yang paling abadi, dominan, permanen. Ego. Keberadaannya jauh di bawah sadar kita dan tubuh serta pikiran kita dipimpin oleh hati yang kadang dipimpin oleh nafsu.[12]
Koloni (2025)
[sunting | sunting sumber]- "Lahir sebagai semut adalah lahir dalam koloni yang pincang, tidak adil. Yang pekerja terus bekerja, yang prajurit bisa semena-mena, yang jantan harus menunggu tak pasti, yang menjadi ratu selamanya dilayani"[13]
- "Cinta bisa membuat siapa pun buta dan mendadak bodoh"[13]
- "Terlalu banyak pemimpin hanya akan membuat kebingungan para pekerja"[13]
- "Betapa besar dan indah dunia ini jika sesekali kau mau keluar dan bertualang"[13]
- "Menjadi dewasa tak mudah, dan ini tak cuma berlaku untuk semut. Melainkan untuk semua makhluk".[13]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Dewanty, Maria Sthefanny Putri (2022). Citra Perempuan dalam Novel Gadis Kretek Karya Ratih Kumala.
- ↑ 2,0 2,1 Prasetyo, Chichu Yogi; Wirajaya, Asep Yudha (2025-05-13). Analisis Sosiologi Pengarang dalam Novel Gadis Kretek Karya Ratih Kumala Menggunakan Pendekatan Sosiologi Sastra Alan Swingewood. Vol. 5. hlm. 1087–1094. doi:10.54082/jupin.1340. ISSN 2808-1366.
- ↑ "Ratih Kumala Quotes (Author of Gadis Kretek)". www.goodreads.com. Diakses tanggal 2025-12-01.
- ↑ 4,0 4,1 Kompas, Tim Harian (2024-02-03). "Ratih Kumala, Penulis yang "Ngidak Bumi"". Kompas.id. Diakses tanggal 2025-12-20.
- ↑ 5,0 5,1 5,2 5,3 5,4 5,5 5,6 5,7 5,8 Kumala, Ratih (2019-07-08). Gadis Kretek. Gramedia Pustaka Utama. ISBN 978-979-22-8141-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ "10 Quotes Gadis Kretek, Novel Karya Ratih Kumala". kumparan. Diakses tanggal 2025-12-01.
- ↑ 7,0 7,1 7,2 7,3 Kumala, Ratih (2014). Taabula Rasa. Jakarta: Garamedia Pustaka Utama. ISBN 9786020309460. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ "10 Quotes Gadis Kretek, Novel Karya Ratih Kumala". kumparan. Diakses tanggal 2025-11-19.
- ↑ Liputan6.com (2024-11-28). "350 Quote Gadis Kretek yang Menginspirasi dan Menyentuh Hati". liputan6.com. Diakses tanggal 2025-11-19. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ↑ "15 Kata-kata Bijak dari Ratih Kumala: Kata bijak, kutipan dan ucapan". JagoKata.com. Diakses tanggal 2025-11-19.
- ↑ 11,0 11,1 "15 Kata-kata Bijak dari Ratih Kumala: Kata bijak, kutipan dan ucapan". JagoKata.com. Diakses tanggal 2025-12-01.
- ↑ 12,0 12,1 Amanah, Khaerul. "Kisahkan Seorang Perempuan dengan Orientasi Seksualnya, Baca Quotes Novel Tabula Rasa Karya Ratih Kumala Ini". Kabar Wonosobo. Diakses tanggal 2025-12-28.
- ↑ 13,0 13,1 13,2 13,3 13,4 Kumala, Ratih (Agustus 2025). Koloni. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. hlm. 40, 23, 111, 128. ISBN 9786020684451. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)