Lompat ke isi

Rachma Wikandari

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Rachma Wikandari merupakan dosen sekaligus peneliti perempuan di Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada. Ia dikenali dengan hasil-hasil risetnya di bidang pangan, termasuk pengembangan mikroprotein dari rebusan kedelai.[1]

Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:

Tentang Pendidikan

[sunting | sunting sumber]
  • "Dari situlah, kami paham persaingan studi antara anak-anak perkotaan dan juga arti perjuangan."
  • "Oh, bisa juga ya melanjutkan pendidikan. Meskipun kita memiliki keterbatasan, akan selalu ada peluang lain yang bisa dicoba."[2]

Tentang Keluarga

[sunting | sunting sumber]
  • "Jangan ada di bayang-bayang saya. Mereka harus punya 'warna' sendiri."[2]

Tentang Pangan

[sunting | sunting sumber]
  • "Tren saat ini di bidang pangan adalah menemukan protein alternatif. Diperkirakan pada tahun 2050 jumlah manusia akan meningkat menjadi 9 miliar sedangkan lahan pertanian tidak bertambah, sehingga kita harus menemukan cara untuk mendapatkan makanan baru."
  • "Negara berkembang dengan segala keterbatasannya juga bisa meraih penghargaan internasional jika menggunakan strategi yang tepat misalnya lebih menekankan pada aplikasi dan kontribusi untuk mengatasi masalah di sekitarnya dengan dampak yang lebih besar dan mengaitkan dengan isu global.[3]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Swasty, Renatha (2025-02-05). "Dosen UGM Rachma Wikandari Raih Penghargaan Hitachi Award Berkat Teliti Mikroprotein dari Jamur Tempe". medcom.id. Diakses tanggal 2025-11-17.
  2. 2,0 2,1 Rizqi, Erika. "Rachma Wikandari: Peneliti Jamur Tempe Asal Bantul yang Mendunia". tirto.id. Diakses tanggal 2025-11-17.
  3. Larasati, Citra (2022-11-16). "Rachma Wikandari, Dosen FTP UGM Raih Penghargaan Young Scientist Award". medcom.id. Diakses tanggal 2025-11-17.