R.A. Soetartinah
R.A. Soetartinah (14 September 1890-16 April 1971) adalah istri Ki Hajar Dewantara yang lahir Yogyakarta. Dirinya adalah putri dari pangeran Sosroningrat, yang merupakan paman dari Ki Hajar Dewantara. R.A. Soetartinah memegang peran dalam perjuangan Ki Hajar Dewantara. Pada saat Ki Hajar Dewantara masih bimbang untuk menerjunkan dirinya ke gerakan Pendidikan, istrinya tampil sebagai supporter terbaiknya.[1]
Sepeninggal Ki Hadjar Dewantara (26 April 1959), Nyi Hadjar Dewantara menggantikannya sebagai Pemimpin Umum Persatuan Tamansiswa yang dengan kelembutan hatinya membimbing Tamansiswa dengan penuh asih, asah, asuh. Nyi Hadjar Dewantara wafat pada tanggal 16 April 1971 dimakamkan di Taman Wijaya Brata Yogyakarta berdampingan dengan makam Ki Hadjar Dewantara dinyatakan sebagai Pahlawan Nasional.[2]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- Kita tak usah khawatir dikatakan orang meninggalkan perjuangan. Dunia pendidikan adalah dunia perjuangan juga.[1]
- Pada dasarnya yang memegang peran penting dalam perkembangan baik dan buruknya adab manusia itu adalah perempuan, karena perempuan itu lebih memilih ikatan batin yang kuat dengan manusia yang dilahirkannya. (Naskah asli koleksi Museum Dewantara Kirti Grya).[2]
- Keadaban adalah segala perilaku yang utama, adat istiadat yang halus, tertib dan selaras (harmonis) dengan olah gerak badan yang ber-wirama. Ketahuilah bahwa segala perilaku yang berbentuk lahir sungguh berhubungan dengan kehidupan bersifat bathin. Orang yang halus budinya tentulah halus juga lahirnya. Sebaliknya orang yang tertib tingkah lakunya tentulah juga tertib bathinnya.[2]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ 1,0 1,1 Media, Kompas Cyber (2023-04-27). "R.A. Soetartinah, Sosok Wanita Hebat yang Ada Di Belakang Ki Hajar Dewantara". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-11-15.
- ↑ 2,0 2,1 2,2 Jehamun, Philip (2024-06-03). "Belajar Tentang Kelembutan dan Ketegasan Hati Nyi Hadjar Dewantara di Museum Dewantara Kirti Griya -". Diakses tanggal 2025-11-15.