Qiyun Woo
Tampilan
Qiyun Woo adalah aktivis lingkungan dan komunikator sains Singapura. Ia aktif membuat dan membagikan konten mengenai lingkungan di media sosial dan platform daring miliknya The Weird and Wild sejak 2008. Melalui platform tersebut, ia fokus mengajak masyarakat untuk mengantisipasi perubahan iklim. Selain itu, ia juga aktif berkolaborasi dengan aktivis lingkungan lainnya dalam melakukan kampanye mengenai isu lingkungan.[1][2]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- “I have to consciously balance my content with neutral, future-oriented content like sustainable lifestyle with more urgent and difficult content like environmental disasters and climate change impacts. I sometimes struggle with not being able to practice what I preach.”[3]
- “Saya harus secara sadar menyeimbangkan konten saya dengan konten yang netral dan berorientasi masa depan seperti gaya hidup berkelanjutan dengan konten yang lebih mendesak dan sulit seperti bencana lingkungan dan dampak perubahan iklim. Terkadang saya kesulitan karena tidak mampu mempraktikkan apa yang saya ucapkan.”
- "When it comes to my vision, when I work on big campaigns and with big brands, the key thing that I always do is to make sure I’ve done my due diligence to know that the people I’m working with or the project I’m working on aligns with my purpose, which is environmental communication and climate education. So, let’s say I’m offered a project simply about a new product a particular brand has developed. I would then ask myself, what does this bring to people? Do they want me to promote a sustainable service or product? If that is the case, then sure, I will do it. But I make sure my work does not contribute to greenwashing."[2]
- Soal visi saya, ketika saya bekerja di kampanye besar dan dengan merek-merek besar, hal utama yang selalu saya lakukan adalah memastikan saya telah melakukan uji tuntas untuk memastikan orang-orang yang bekerja sama dengan saya atau proyek yang saya garap selaras dengan tujuan saya, yaitu komunikasi lingkungan dan pendidikan iklim. Jadi, katakanlah saya ditawari sebuah proyek tentang produk baru yang dikembangkan oleh suatu merek tertentu. Saya kemudian bertanya pada diri sendiri, apa manfaatnya bagi orang-orang? Apakah mereka ingin saya mempromosikan layanan atau produk yang berkelanjutan? Jika ya, tentu saja saya akan melakukannya. Namun, saya memastikan pekerjaan saya tidak berkontribusi pada greenwashing.
- “I was nine when Steve Irwin died. I dedicated two to four pages in my school journal to him. He was just so passionate about animals like crocodiles. That’s when it all clicked – that I’ve always cared a lot about sustainability. I was always talking about recycling, conservation and deforestation, and that led me to pursue environmental studies at NUS."[4]
- Saya berumur sembilan tahun ketika Steve Irwin meninggal. Saya mendedikasikan dua hingga empat halaman di jurnal sekolah saya untuknya. Dia begitu antusias terhadap hewan seperti buaya. Saat itulah semuanya tersadar – bahwa saya selalu peduli dengan keberlanjutan. Saya selalu berbicara tentang daur ulang, konservasi, dan deforestasi, dan hal itu mendorong saya untuk melanjutkan studi lingkungan di NUS.
- "Information on recycling in Singapore was buried in a PDF on the third page of Google search results. It was tricky to find. So, given my passion, I took it upon myself to make this information more accessible."[4]
- Informasi tentang daur ulang di Singapura terkubur dalam format PDF di halaman ketiga hasil pencarian Google. Sulit menemukannya. Oleh karena itu, dengan semangat saya, saya berinisiatif untuk membuat informasi ini lebih mudah diakses.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Woo Qiyun". Forbes. 2025. Diakses tanggal 2025-12-04.
- ↑ 2,0 2,1 ""I make sure my work does not contribute to greenwashing"". Thisismyearth.org. 29 Oktober 2025. Diakses tanggal 2025-12-04.
- ↑ Park, Jo (1 November 2024). "The Weird, the Wild, and the Illustrated". The Climate Tribe. Diakses tanggal 2025-12-04.
- ↑ 4,0 4,1 "Your S'pore Story: 'Do I feel like I'm fighting for the environment? Yes'". The Strait Times. 15 Mei 2025. Diakses tanggal 2025-12-04.
