Purwati

Dr. Purwati, dr., Sp.PD, KPTI, FINASIM (lahir pada 1972 di Jombang, Jawa Timur) adalah seorang dokter ahli penyakit dalam konsultan tropik infeksi yang menekuni penelitian dan terapi di bidang stem cell, gen, dan rekayasa protein untuk berbagai macam penyakit.[1]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]“Hak Kekayaan Intelektual ini dibuat dalam waktu satu tahun, antara September 2018 hingga Oktober 2019. Teknologi Stem cell selalu berkembang, yang diwujudkan dengan adanya inovasi riset yang dapat diaplikasikan sebagai alternatif terapi di bidang kesehatan bagi pelayanan kesehatan yang membutuhkan,”[2]
"Di bidang riset tidak hanya di laboratorium tapi juga sudah banyak yang uji klinis, penelitian berbasis pelayanan. Kemenkes juga sudah ada komite nasional stem cell Indonesia, dikawal oleh peraturan Menteri Kesehatan yang mengatur bagaimana pelaksanaan stem cell di Indonesia, mulai dari perizinan lab nya, penelitiannya, pelayanan yang standar, sudah diatur semua,”[2]
“Ada 13 rumah sakit yang ditetapkan Kemenkes untuk penelitian berbasis pelayanan penyelenggaraan stem cell, bisa juga di faskes lain seperti klinik utama, rumah sakit tipe B, C asal punya jejaring dengan rumah sakit yang sudah ditetapkan,”[2]
“Autoimun terjadi karena beberapa faktor di antaranya karena sistem imun tubuh salah mengenali benda sendiri dianggap benda asing. Jadi misalnya kena ginjal karena ada sel-sel ginjal yang dianggap benda asing sehingga dirusak. Di sini dengan stem cell diregulasi system imunnya agar system tersebut tidak menghantam sendiri. Penanganan pasien autoimun dengan stem cell improvement-nya bagus yaitu 70% persen ke atas dan ini sudah kita publikasi di jurnal Internasional,”[2]
“Semoga berbagai hasil riset yang telah terdaftar sebagai Kekayaan Intelektual di atas dapat memberikan manfaat di dunia kesehatan baik untuk pasien maupun untuk dokter dan faskes yang memberikan pelayanan, dan pelayanan stem cell diharapkan mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri,”[2]
“Menurut saya menarik, karena merupakan teknologi baru dari biomedical therapy di bidang medis, sehingga tantangannya lumayan besar untuk dikembangkan,”[3]
“Bila kita perhatikan, hierarki sel punca paling tinggi bersifat totipotent yang kemudian berproliferasi dan berdiferensiasi menjadi turunan-turunannya. Pada akhirnya membentuk milyaran sel berupa jaringan dan organ hingga tubuh yang utuh. Stem cell tersebut mempunyai kemampuan istimewa untuk memperbaharui atau meregenerasi dirinya sendiri (self regenerate) dan berbiak sesuai dengan garisnya,”[3]
“Selain diketahui melalui berbagai publikasi internasional maupun nasional, dapat juga diketahui melalui penetapan HKI,”[3]
“InsyaAllah kita akan memadukan secara hybrid antara engineering, nanotechnology dan Stem Cell menjadi next generation of stem cell,”[3]
“Semoga dapat memberikan manfaat di dunia kesehatan baik untuk pasien maupun untuk dokter dan fasilitas kesehatan yang memberikan pelayanan, dan pelayanan Stem Cell diharapkan mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri,”[3]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Purwati. 2025-10-17.
- ↑ 2,0 2,1 2,2 2,3 2,4 "Perjalanan Dr. Purwati Raih Rekor Muri usai Ciptakan HKI Terbanyak terkait Stem Cell". medcom.id. 2022-07-07. Diakses tanggal 2025-11-15.
- ↑ 3,0 3,1 3,2 3,3 3,4 "Raih Banyak HKI di Bidang Stem Cell, Dosen Vokasi Unair Raih Rekor MURI". Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur. Diakses tanggal 2025-11-15.