Petrus Asuy
Tampilan
Petrus Asuy (lahir 7 Mei 1964) adalah tokoh adat Dayak benuaq yang dikenal karena mempertahankan hak komunitas masyarakat dan hutan adat Dayak Benuaq di Muara Tae, kecamatan Jempang, kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur sejak tahun 1999. Pada 21 September 2015 Petrus Asuy dan komunitas adat Dayak Benuaq lainnya mendapatkan anugerah Equator Price. Penghargaan bergengsi yang diberikan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) ini merupakan pengakuan atas perjuangan Komunitas Adat Dayak Benuaq yang gigih mempertahankan, melindungi, dan memulihkan hutan wilayah adat mereka dari perusahaan tambang batubara dan perkebunan kelapa sawit. Dari 11 ribu hektar wilayah adat mereka, kini hanya tersisa 4 ribu hektar yang terus dipertahankan.[1]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- "Kami sekeluarga mendapat ancaman pembunuhan dari Pak Sokeng, karena menolak menyerahkan lahan adat."[2]
- "Bapak (Petrus Asuy) dan saya menolak untuk hadir dengan cara mengirim surat kepada Kapolsek Jempang tertanggal 23 Juni 2016. Dalam surat itu kami nyatakan, tidak seharusnya mediasi dilakukan oleh Kapolsek dan mediasi ini juga bukan kesepakatan kedua belah pihak."[2]
- "Berita acara verifikasi atas pengelolaan lahan tanah No. 140/BAV/KPMT_KJ/11/2015 itu rekayasa dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan."[2]
- "Sebelum kasus ini, Petrus Asuy dan teman-teman lainnya dibenturkan dengan warga kampung sebelah, Muara Ponaq."[2]
- "Sekarang ini, perusahaan justru memakai orang kampung sendiri (Muara Tae) untuk mempermasalahkan apa yang dilakukan Pak Asuy dan teman-temannya dalam mempertahankan hutan adat,"[2]
- "Bagi orang yang hidup di kota, tidak masalah dengan hutan jika hilang. Tapi, bagi masyarakat adat seperti kami sangat penting. Acara-acara adat sangat bergantung pada hasil hutan. Menghilangkan hutan, sama saja menghilangkan budaya kami." [2]
Sumber Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Petrus Asuy. 2023-06-12.
- ↑ 2,0 2,1 2,2 2,3 2,4 2,5 R, Rahmadi (2016-06-28). "Gigih Pertahankan Hutan Adat Muara Tae, Petrus Asuy Malah Dapat Ancaman". Mongabay.co.id. Diakses tanggal 2025-12-13.