Lompat ke isi

Peribahasa Dayak Ngaju

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Daftar ini merupakan daftar peribahasa yang disusun berdasarkan alfabet.

Antang tarawang manari, manuk hadari manyahukan.

Elang terbang melayang, ayam lari bersembunyi.
Jika pengawas datang dari orang yang lebih berkuasa, pekerja akan kembali ke tempat atau pekerjaan masing-masing.

Ela mimbit supak tuntang gantang kabuat akan lewun oloh.

Jangan membawa cupak dan gantang sendiri ke negeri orang.
Orang yang tinggal/merantau ke daerah lain harus menyesuaikan diri, menghormati dan mengikuti adat istiadat negeri yang ditempati[1]

Kalah jadi kawu, manang jadi buring.

Kalah jadi abu, menang jadi arang.
Orang yang suka bersengketa itu kalah atau menang akan tetap mendapat kesusahan, lebih baik berdamai saja. [1]

Kilau danum intu dawen kujang.

Seperti air di daun keladi.
Orang yang tidak tetap pendiriannya.[1]

Kilau parei mapis, tambah mapis tambah mantarikis.

Seperti padi hampa, tambah hampa tambah mencongak.
Sindiran untuk orang yang tidak berilmu tapi bicaranya besar.[1]

Kilau ilmu parei, tambah hasien tambah suntup.

Seperti ilmu padi, makin berisi makin runduk.
Orang yang berilmu itu rendah hati, tiada menyombongkan kepandaiannya.[1]
Kilau Salentak Mengkas
[sunting | sunting sumber]

Bagai suara mengkas.

Hebat suara kalau berbicara.[1]

Manapuk danum intu dulang, tapitik buah bau kabuat.

Menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri.
Jangan menceritakan kejelekan keluarga sendiri.[1]

Metuh tege ela kumae, Limbah Lepah harun kumae.

Ketika ada jangan dimakan, telah habis maka dimakan.
Ajakan untuk berhemat.[1]

Tame kahain rumbak pilus, balua kahain rumbak gandang.

Masuk sebesar lubang jarum, keluar sebesar lubang gendang.
Pengeluaran yang lebih besar daripada penghasilan.

Tong buang hai auhe.

Tong kosong besar bunyinya.
Sindiran untuk orang yang tidak berilmu tapi bicaranya besar.[1]

Daftar Pustaka

[sunting | sunting sumber]
  1. 1,0 1,1 1,2 1,3 1,4 1,5 1,6 1,7 1,8 Iper, Dunis; L. Limin, Dagai (1997). Pepatah Petitih dalam Bahasa Dayak Ngaju. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. ISBN 9794597716.