Peribahasa Dayak Ngaju
Tampilan
Daftar ini merupakan daftar peribahasa yang disusun berdasarkan alfabet.
A
[sunting | sunting sumber]Antang tarawang manari, manuk hadari manyahukan.
- Elang terbang melayang, ayam lari bersembunyi.
- Jika pengawas datang dari orang yang lebih berkuasa, pekerja akan kembali ke tempat atau pekerjaan masing-masing.
E
[sunting | sunting sumber]Ela mimbit supak tuntang gantang kabuat akan lewun oloh.
- Jangan membawa cupak dan gantang sendiri ke negeri orang.
- Orang yang tinggal/merantau ke daerah lain harus menyesuaikan diri, menghormati dan mengikuti adat istiadat negeri yang ditempati[1]
K
[sunting | sunting sumber]Kalah jadi kawu, manang jadi buring.
- Kalah jadi abu, menang jadi arang.
- Orang yang suka bersengketa itu kalah atau menang akan tetap mendapat kesusahan, lebih baik berdamai saja. [1]
Kilau danum intu dawen kujang.
- Seperti air di daun keladi.
- Orang yang tidak tetap pendiriannya.[1]
Kilau parei mapis, tambah mapis tambah mantarikis.
- Seperti padi hampa, tambah hampa tambah mencongak.
- Sindiran untuk orang yang tidak berilmu tapi bicaranya besar.[1]
Kilau ilmu parei, tambah hasien tambah suntup.
- Seperti ilmu padi, makin berisi makin runduk.
- Orang yang berilmu itu rendah hati, tiada menyombongkan kepandaiannya.[1]
Kilau Salentak Mengkas
[sunting | sunting sumber]Bagai suara mengkas.
Hebat suara kalau berbicara.[1]
M
[sunting | sunting sumber]Manapuk danum intu dulang, tapitik buah bau kabuat.
- Menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri.
- Jangan menceritakan kejelekan keluarga sendiri.[1]
Metuh tege ela kumae, Limbah Lepah harun kumae.
- Ketika ada jangan dimakan, telah habis maka dimakan.
- Ajakan untuk berhemat.[1]
T
[sunting | sunting sumber]Tame kahain rumbak pilus, balua kahain rumbak gandang.
- Masuk sebesar lubang jarum, keluar sebesar lubang gendang.
- Pengeluaran yang lebih besar daripada penghasilan.
Tong buang hai auhe.
- Tong kosong besar bunyinya.
- Sindiran untuk orang yang tidak berilmu tapi bicaranya besar.[1]