Pasthana Durrani
Tampilan
Pasthana Durrani (lahir pada tahun 1997 di Kamp Sorkhab, Pakistan) adalah seorang pendidik, aktivis dan pendiri LEARN Afghanistan, jaringan sekolah digital pertama di negara itu. Ia juga menulis buku, di antaranya Last to Eat, Last to Learn dan My Life in Afghanistan Fighting to Educate Women, yang ditulis bersama Tamara Bralo.[1][2] Dia adalah penerima Penghargaan Aktivis Muda PBB 2022, Global Citizen 2023, CEU Open Society Prize 2023, Mohammad Ali Conviction Award 2023, dan Women of Excellence Award oleh Women Economic Forum.[3]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- "I have a country to build, and I will fight, and I will take what is mine."[2]
- "Aku memiliki sebuah negara untuk dibangun, dan aku akan berjuang, dan aku akan mengambil apa yang menjadi milikku."
- "(True activism is not about noise but about) making a tangible difference, not just in the lives of individuals, but in the broader community.”[2]
- "Aktivisme sejati bukan tentang kebisingan, melainkan tentang membuat perbedaan yang nyata, tidak hanya dalam kehidupan individu, tetapi juga dalam komunitas yang lebih luas."
- “Together, we can create a new narrative for our country—that celebrates its rich culture, enduring spirit, and unyielding hope.”[2]
- “Bersama-sama, kita dapat menciptakan narasi baru untuk negeri kita—yang merayakan kekayaan budayanya, semangat yang tak tergoyahkan, dan harapan yang tak pernah padam.”
- “I believe that education will prevail, and Afghanistan will overcome these obstacles.”[2]
- “Saya percaya bahwa pendidikan akan menang, dan Afghanistan akan mengatasi rintangan-rintangan ini.”
- “The more I thought about it, the more it seemed to me that it all starts with education. Lack of education wasn't a byproduct of poverty; it was a weapon. Denying it was deliberate and served a political purpose. It was meant to keep the girls silent, compliant, and disconnected from the world. It denied them a voice.”[4]
- “Semakin saya memikirkan hal itu, semakin saya merasa bahwa semuanya dimulai dari pendidikan. Kurangnya pendidikan bukanlah akibat dari kemiskinan; itu adalah senjata. Menyangkanya secara sengaja dan memiliki tujuan politik. Itu dimaksudkan untuk membuat para gadis tetap diam, patuh, dan terputus dari dunia. Itu merenggut suara mereka.”
- “Too often we judge people for making us defend our point of view. Yet the only questions that have the power to offend us are the ones we don't have the answer to.”[4]
- “Terlalu sering kita menilai orang karena membuat kita membela sudut pandang kita. Namun satu-satunya pertanyaan yang memiliki kekuatan untuk menyinggung kita adalah pertanyaan yang tidak bisa kita jawab.”
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Durrani, Pashtana. "Last to Eat, Last to Learn: "Why would girls need to be educated at all?"". Wellesley Centers for Women (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-12-05.
- ↑ 2,0 2,1 2,2 2,3 2,4 "Pashtana's Diary". LEARN (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-05.
- ↑ "Pashtana Durrani | Wilson Center". www.wilsoncenter.org (dalam bahasa Inggris). 2024-09-12. Diakses tanggal 2025-12-05.
- ↑ 4,0 4,1 "Last to Eat, Last to Learn Quotes by Pashtana Durrani". www.goodreads.com. Diakses tanggal 2025-12-05.