Lompat ke isi

Pamali Banjar

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Pamali Banjar adalah pantangan atau larangan berdasarkan adat Banjar dan kebiasaan turun-temurun yang diyakini dapat mendatangkan celaka atau malapetaka jika dilanggar.

Pamali Bakawinan

[sunting | sunting sumber]
  1. Pamali badiri atawa baduduk di muhara lawang, bisa lambat balaki. Pamali berdiri atau duduk di depan pintu, nanti telat jodoh. Secara langsung pamali ini memiliki makna untuk melarang seseorang gadis atau remaja laki-laki yang belum menikah untuk duduk di depan pintu. Jika dilakukan maka orang tersebut akan lambat jodohnya.
  2. Pamali banyanyi sambil bamasak, bisa halaki tuha. Pamali bernyanyi sambal memasak, nanti menikah tua. Pamali ini memiliki akibat yang hampir sama dengan pamali pertama yaitu akan lambat jodohnya atau akan bersuami dengan lelaki tua. Pamali ini ditujukan kepada para gadis yang sedang memasak hendaknya jangan sambal bernyanyi, karena dikhawatirkan mereka akan terlalu asyik bernyanyi, sehingga makanan tidak masak tepat waktu.
  3. Pamali maandak uyah di tangan, kaina jujuran murah. Pamali ini menganjurkan bagi yang memasak untuk tidak meletakkan garam di tangan, karena akan mengakibatkan jujuran atau mahar murah.

Referensi

[sunting | sunting sumber]

Komalasari, Ida; Aswandi, Dana; Winda, Novia; Wulandari, Noor Indah; Susilawati, Erni; H. B, Akhmad (2022). PENGENALAN PAMALI SEBAGAI BUDAYA BANJAR MELALUI RRI PRO 4 BANJARMASIN (PDF). Banjarmasin: BATUAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT. Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)