Lompat ke isi

Olga Tokarczuk

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.
Olga Tokarczuk

Olga Tokarczuk (29 Januari 1962) adalah seorang penulis dan esais Polandia. Ia menerima Hadiah Nobel Sastra pada tahun 2018 dan memenangkan Man Booker International Prize pada tahun yang sama. Ia dikenal sebagai salah satu penulis Polandia yang paling diakui secara kritis dan karya-karyanya termasuk yang paling banyak diterjemahkan.[1]

  • "We need solitude, because when we’re alone, we’re free from obligations and constraints."[2]
    • "Kita membutuhkan kesendirian, karena saat sendiri, kita terbebas dari kewajiban dan batasan."
  • "Reality is like a doughnut: Everything that is good and funny and juicy is outside the center, which is just emptiness."
    • "Kenyataan itu seperti donat: segala sesuatu yang baik, lucu, dan menarik ada di luar pusatnya, yang hanyalah kekosongan."
  • "Seeing everything means recognizing the ultimate fact that all things that exist are mutually connected into a single whole, even if the connections between them are not yet known to us."
    • "Melihat segala sesuatu berarti menyadari fakta utama bahwa semua yang ada saling terhubung menjadi satu kesatuan, meskipun hubungan di antara mereka belum kita ketahui."
  • "It's impossible to be ethnically pure."[3]
    • "Tidak mungkin menjadi murni secara etnis."
  • "People, plants, animals, and objects, immersed in a single space, which is ruled by the laws of physics."
    • "Manusia, tumbuhan, hewan, dan benda, terbenam dalam satu ruang yang sama, yang diatur oleh hukum fisika."
  • "Only literature is capable of letting us go deep into the life of another being, understand their reasons, share their emotions and experience their fate."
    • "Hanya sastra yang mampu membawa kita menyelami kehidupan makhluk lain, memahami alasan mereka, berbagi emosi mereka, dan mengalami takdir mereka.”
  • "Creating stories means constantly bringing things to life, giving an existence to all the tiny pieces of the world that are represented by human experiences, the situations people have endured and their memories."
    • "Menciptakan cerita berarti terus-menerus menghidupkan segala sesuatu, memberikan eksistensi pada setiap potongan kecil dunia yang diwakili oleh pengalaman manusia, situasi yang telah dialami orang, dan ingatan mereka."
  • "Tenderness is the most modest form of love. It is the kind of love that does not appear in the scriptures or the gospels, no one swears by it, no one cites it. It has no special emblems or symbols, nor does it lead to crime, or prompt envy."[4]
    • "Kelembutan adalah bentuk cinta yang paling sederhana. Ini adalah jenis cinta yang tidak muncul dalam kitab suci atau injil, tidak ada yang bersumpah atasnya, tidak ada yang mengutipnya. Ia tidak memiliki lambang atau simbol khusus, dan juga tidak menimbulkan kejahatan atau memicu iri hati."

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Olga Tokarczuk". Culture.pl (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-09.
  2. Emily (2024-12-11). "100+ Reflection Quotes: Inspiring Insights for Personal Growth". AI GIFT Alibaba (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-18.
  3. "Olga Tokarczuk Quotes". BrainyQuote (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-09.
  4. Popova, Maria (2022-11-21). "Storytelling and the Art of Tenderness: Olga Tokarczuk's Magnificent Nobel Prize Acceptance Speech". The Marginalian (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-09.