Olena Shevchenko
Olena Shevchenko adalah seorang pembela hak asasi manusia dan pengorganisir komunitas terkemuka asal Ukraina yang mendedikasikan perjuangannya untuk kemajuan hak-hak LGBTIQ dan perempuan. Ia menjabat sebagai Ketua Insight, sebuah organisasi non-pemerintah yang berfokus pada promosi dan perlindungan hak-hak kelompok marginal di Ukraina. Selain kiprahnya di tingkat nasional, Shevchenko juga memegang peranan penting di kancah internasional sebagai Perwakilan Eropa di International Lesbian, Gay, Bisexual, Trans and Intersex Association (ILGA World), ketua bersama European Lesbian Conference, serta ketua bersama Koalisi Melawan Diskriminasi di Ukraina. Melalui berbagai peran kepemimpinannya, ia menjadi salah satu suara paling gigih dalam mengadvokasi kesetaraan dan melawan pengucilan sosial di Eropa Timur.[1]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- So it means choosing a life, knowing that every day you need to fight for something, for recognition, for the rights, against violence, against discrimination, telling people just basic things all the time. Trying to somehow influence this societal understanding of your identity, your choice.[2]
- Memilih jalan hidup ini berarti siap berperang setiap hari. Berperang melawan kekerasan, melawan pengucilan, dan melawan ketidaktahuan. Ini adalah kerja panjang untuk menanamkan pengertian di benak masyarakat, agar identitas dan pilihan kita tak lagi dipandang sebagai sebuah kesalahan.[2]
- The war has deepened pre-existing vulnerabilities, making marginalized communities even more exposed to discrimination, violence, and economic hardship. We also advocate for policy changes, such as legal gender recognition and anti-discrimination measures, ensuring that LGBTQI and women’s rights are not sidelined amid the broader crisis.[3]
- Perang bukan hanya soal senjata, tapi tentang luka yang kian dalam bagi mereka yang terpinggirkan. Di tengah krisis ini, kami terus mendesak perubahan hukum demi martabat dan kesetaraan. Hak perempuan dan kelompok LGBTQI adalah janji kemanusiaan yang tak boleh dikhianati, meski dalam situasi tersulit sekalipun.[3]
- Advocating for human rights during a time of war presents unique challenges, especially in a context where national unity is prioritized. However, we believe that true unity cannot exist without inclusivity and the protection of the most vulnerable. At Insight, we demonstrate that human rights and national resilience are not mutually exclusive. Protecting the rights of women, LGBTQI individuals, and other marginalized groups strengthens Ukraine’s democracy and social cohesion, which are critical in resisting external aggression.[3]
- Menyuarakan hak asasi di tengah gemuruh perang adalah tantangan yang getir, terlebih saat persatuan bangsa menjadi harga mati. Namun, kami percaya bahwa persatuan sejati takkan pernah lahir tanpa dekapan inklusi dan perlindungan bagi mereka yang paling rapuh. Di Insight, kami membuktikan bahwa hak asasi manusia dan ketangguhan bangsa adalah dua sisi dari satu mata uang yang sama. Melindungi hak perempuan, kaum LGBTQI, dan mereka yang terpinggirkan justru memperkokoh akar demokrasi dan kerukunan sosial; benteng terkuat kita dalam mematahkan agresi dari luar.[3]
Sumber Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Olena Shevchenko". Front Line Defenders (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-21.
- ↑ 2,0 2,1 "Meet a 'womanitarian': Olena supporting LGBTQ+ rights in Ukraine". CARE International UK (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-21.
- ↑ 3,0 3,1 3,2 3,3 Ginzo, Julián (2025-02-04). "DEFYING ODDS IN UKRAINE - THEY SAID SO" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-21.