Nyi Ageng Serang
Tampilan

Nyi Ageng Serang memiliki nama asli Raden Ajeng Kustiyah Wulaningsih Retno Edhi, ia merupakan pahlawan perempuan Indonesia yang turut serta ke medan perang. Ia berjuang di beberapa daerah, seperti Purwodadi, Demak, Semarang, Juwana, Kudus, dan Rembang. Bahkan, ia secara langsung pernah memimpin gerilya di sekitar Desa Beku, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Nama RA Kustiyah Wulaningsih Retno Edi yang disebut Puteri Serang atau Nyi Ageng Serang tetap terpuji sepanjang masa sebagai Wanita pejuang. [1]Pemerintah RI dengan SK Presiden No. 084/TK/Tahun 1974 tertanggal 13 Desember 1974 menganugerahi Nyi Ageng Serang dengan gelar Pahlawan Nasional.[2]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- Untuk keamanan dan kesentausaan jiwa, kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, orang yang mendekatkan diri kepada Tuhan tidak akan terperosok hidupnya, dan tidak akan takut menghadapi cobaan hidup, karena Tuhan akan selalu menuntun dan melimpahkan anugerah yang tidak ternilai harganya.[3]
- Selama ada penjajahan di bumi pertiwi, makai kita harus selalu siap untuk bertempur melawan para penjajah.[4]
- Lemah badan bukan alasan untuk tunduk, sebab jiwa bisa lebih tajam dari keris.[5]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Sudrajat, Jajat (2025-03-26). "Mengenal NYI Ageng Serang – Pahlawan Perjuangan Wanita dari Jawa Tengah". porosmedia.com. Diakses tanggal 2025-11-30.
- ↑ author, author (2023-11-11). "Profil Nyi Ageng Serang, Buyut Ki Hajar Dewantara yang Pernah Berperang Bersama Pangeran Diponegoro". www.tempo.co. Diakses tanggal 2025-11-30.
- ↑ Halidi, Risna; Rachmawati, Dinda (2020-11-10). "Hari Pahlawan Nasional: Berikut Daftar Kata Mutiara Para Pahlawan Tanah Air". suara. Diakses tanggal 2025-11-30.
- ↑ "Profil Nyi Ageng Serang, Buyut Ki Hajar Dewantara yang Pernah Berperang Bersama Pangeran Diponegoro". Tempo. 2023-11-11. Diakses tanggal 2025-12-13.
- ↑ Arsika, Melati Putri. "20 Pesan Perjuangan Pahlawan Nasional untuk Upacara Hari Pahlawan". detiksumbagsel. Diakses tanggal 2025-12-28.