Lompat ke isi

Nurhayati Subakat

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.
Nurhayati Subakat

Nurhayati Subakat (Lahir di Padang Panjang, 27 Juli 1950) adalah seorang pengusaha kosmetik dan filantropis asal Indonesia, sekaligus pendiri dan Komisaris Utama PT Paragon Technology and Innovation (sebelumnya PT Pusaka Tradisi Ibu), perusahaan kosmetik lokal yang menaungi merek-merek unggulan seperti Wardah, Make Over, dan Emina.

  • "Paragon itu seperti mendaki gunung - kami tidak pernah merasa sudah sampai di puncak. Karena ketika merasa di puncak, satu-satunya pilihan tinggal turun. Maka, sebesar apa pun Paragon hari ini, kami akan terus bertumbuh."[1]
  • "Kegagalan harus kita pelajari. Kita selalu bergerak, tak boleh berhenti, ikhtiar semaksimal mungkin, terus bergerak ke depan. InsyaAllah dibantu oleh Allah. Kalau kita berbuat baik, ternyata hasilnya kembali ke kita. Banyak momen yang saya sebut pertolongan Allah." [2]
  • "Apapun yang kita kerjakan bisa membimbing kita lebih sukses." [3]
  • "Didikan keluarga membuat saya terbiasa hidup sederhana dan peduli dengan keadaan orang lain di sekitar saya."[4]
  • "Suatu hari saya mendapat surat dari seorang dokter, ternyata dia penerima beasiswa, dia cerita sudah tugas di suatu daerah. Saya senang sekali. Kadang kita memberi satu orang beasiswa, bisa jadi mengangkat satu keluarga."[5]
  • "Misalkan kita bandingkan pertanian kita dibandingkan di negara lain, pertanian mereka lebih maju, pertanian kita kurang maju, itu kenapa? Ya, karena pendidikan juga."[5]
  • "Memang ada sebagian orang-orang yang sukses tanpa mengenyam perguruan tinggi. Tapi dengan pendidikan, bisa mempercepat kesuksesan itu."[5]
  • "Pendidikan itu untuk jalan tol kehidupan yang lebih baik."[5]
  • "Ada lima nilai inti yang menjadi pegangan Paragon. Pertama, ketuhanan. Kedua, kepedulian. Ketiga, rendah hati. Keempat, adalah ketangguhan hati. Dan nilai terakhir adalah inovatif."[5]
  • "Jadi kalau di Paragon itu, kami olah hati dan pikirannya dulu, baru tangan. Saya pikir ini esensi pendidikan. Perusahaan kami bukan cuman sekadar untuk cari uang, harus ada kesamaan visi untuk menghasilkan kebermanfaatan untuk semua."[5]
  • "Bagi saya, kejujuran dan integritas adalah fondasi utama dalam menjalankan bisnis. Nilai-nilai ini bukan sekadar prinsip, tetapi menjadi tolok ukur yang menentukan setiap keputusan, termasuk saat merekrut karyawan. Karyawan yang pintar sekalipun tidak akan saya pilih jika memiliki integritas yang kurang baik, karena integritas adalah harga mati."[6]
  • "Saya percaya bahwa growth mindset adalah kunci untuk menghadapi tantangan, di mana kita berani belajar dari pengalaman dan terus bangkit untuk berkembang. Pola pikir ini mengajarkan bahwa kemampuan dan kecerdasan seseorang bukanlah sesuatu yang tetap, melainkan dapat ditingkatkan melalui usaha, pembelajaran, dan ketekunan."[6]
  • "Saya percaya bahwa kesuksesan tidak datang begitu saja, melainkan merupakan hasil dari kerja keras, inovasi, dan sikap pantang menyerah."[6]
  • "Ketika diuji, saya meyakini bahwa bersama setiap kesulitan ada kemudahan. Dan jika kita mendapat ujian yang besar, berarti Allah percaya bahwa kita mampu dengan adanya ujian tersebut, menjadikan saya lebih bertumbuh ke arah yang lebih baik. Sikap ini membantu saya tetap tenang, berserah, namun tetap bertindak—karena saya percaya bahwa Allah menolong mereka yang terus berikhtiar."[6]
  • "Sebagai seorang pebisnis, core value yang saya pegang erat adalah lima nilai yang menjadi pedoman hidup saya, yaitu Ketuhanan, Kepedulian, Kerendahan Hati, Ketangguhan, dan Inovasi. Nilai-nilai ini bukan sekadar prinsip kerja, melainkan bagian dari hidup saya yang telah tertanam sejak kecil."[6]
  • "Saya percaya bahwa nilai tidak bisa hanya dideklarasikan, tetapi harus dihidupkan—melalui keteladanan dan kebersamaan."[6]
  • "Pendidikan adalah kunci lahirnya inovasi-inovasi produk kami"[7]
  • "Saya lulusan terbaik, saya pikir pasti mendapat pekerjaan terbaik, ternyata tidak. Bahkan saya melamar jadi dosen, enggak diterima, saya tidak tahu kenapa. Wallahu a'lam"[7]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Revitasari, Febriyanti (2025-10-13). "Sehari Menjadi Pegawai Nurhayati Subakat, Ikut Volunteer Menanam Bakau". www.idntimes.com. Diakses tanggal 2025-11-15.
  2. Penulis, Penulis (2025-02-28). "Mengusahakan Pertolongan Ilahi: Kisah Inspiratif Nurhayati Subakat dan Perjalanan Paragon". www.suaramuhammadiyah.id. Diakses tanggal 2025-11-15.
  3. Admin, Admin (2025-07-07). "Konsistensi Kunci Sukses Nurhayati Subakat". sma.kemendikdasmen.go.id. Diakses tanggal 2025-11-15.
  4. Salsabila, Nisrina (2024-10-17). "Dikenal Sederhana, Ini Profil Nurhayati Subakat yang Miliki 14 Merek Kecantikan Populer di Indonesia!". www.beautynesia.id. Diakses tanggal 2025-11-15.
  5. 5,0 5,1 5,2 5,3 5,4 5,5 Nurita, Dewi (2021-10-20). "Cerita Kesuksesan Nurhayati Subakat, Pendiri Wardah yang Peduli Pendidikan". www.tempo.co. Diakses tanggal 2025-11-15.
  6. 6,0 6,1 6,2 6,3 6,4 6,5 Prayogo, Cahyo (2025-04-23). "Wawancara Eksklusif Olenka dengan Nurhayati Subakat: Kejujuran dan Integritas Itu Fondasi Bisnis".
  7. 7,0 7,1 "Cerita Kesuksesan Nurhayati Subakat, Pendiri Wardah yang Peduli Pendidikan". Tempo. 20 Oktober 2021 | 12.56 WIB. Diakses tanggal 2025-12-14.