Lompat ke isi

Naomi Wolf

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.
Naomi Wolf

Naomi Rebekah Wolf (lahir di San Francisco, California, Amerika Serikat, 12 November 1962)[1][2][3] adalah seorang penulis dan jurnalis Amerika Serikat. Setelah menerbitkan buku perdananya Mitos Kecantikan (1991),[4] ia menjadi pembicara utama dari apa yang disebut sebagai arus ketiga gerakan feminis.

  • For I conclude that the enemy is not lipstick, but guilt itself; we deserve lipstick, if we want it, AND free speech; we deserve to be sexual AND serious—or whatever we please. We are entitled to wear cowboy boots to our own revolution.[5]
    • "Karena saya menyimpulkan bahwa musuh bukanlah lipstik, melainkan rasa bersalah itu sendiri; kita berhak mendapatkan lipstik, jika kita menginginkannya, DAN kebebasan berbicara; kita berhak menjadi seksual DAN serius—atau apa pun yang kita inginkan. Kita berhak mengenakan sepatu bot koboi untuk revolusi kita sendiri."
  • Women who love themselves are threatening; but men who love real women, more so.[6]
    • "Wanita yang mencintai dirinya sendiri itu mengancam; tetapi pria yang mencintai wanita sejati, lebih mengancam lagi."
  • Beauty provokes harassment, the law says, but it looks through men's eyes when deciding what provokes it.[6]
    • "Kecantikan memicu pelecehan, kata hukum, tetapi hukum melihat melalui mata pria saat memutuskan apa yang memicunya."

Kutipan dari Buku "Vagina Kuasa dan Kesadaran" [7]

[sunting | sunting sumber]
  1. Vagina bisa jadi sebuah "lubang", tetapi jika dipahami dengan benar maka ia adalah sebuah lubang berbentuk Dewi. (Halaman: 1)
  2. Wolf menolak klaim bahwa salah satu gender lebih baik dari gender lain. Bagi dia, perempuan heteroseksual merindukan laki-laki, tetapi bukan just any man (sembarang laki-laki), melainkan the man (laki-laki itu): laki-laki spesifik sebagai pasangan seksual yang terhubung secara emosial. (Halaman: 5)
  3. Perempuan heteroseksual lebih pilih-pilih soal pasangan laki-laki yang pas secara seksual daripada sebaliknya. (Halaman: 6)
  4. Perempuan cenderung memandang hubungan seksual sebagai bukan melulu persoalan fisik melainkan juga emosional, sementara laki-laki cenderung memandang hubungan seksual sebagai persoalan fisik belaka. (Halaman: 7)
  5. Perempuan cerdas itu hasrat seksualnya pasti rendah sementara perempuan yang memiliki hasrat seksual tinggi itu pasti "tak punya otak" adalah pandangan keliru. Yang terjadi justru kebalikannya. (Halaman: 7)
  6. Semua untaian saraf perempuan itu berbeda. Itulah alasan mengapa respons wanita secara seksual berbeda satu sama lain. Saraf panggul bercabang dengan cara yang sangat individual bagi setiap wanita. Perbedaan-perbedaan ini bersifat fisik. (Halaman: 20)
  7. Berdasarkan karya Meston dan Gorzalka, kita sekarang tahu bahwa lingkungan yang mengancam, yang mencangkup ancaman verbal terhadap vagina dapat dapat menutup respons seksual perempuan. (Halaman: 43)
  8. Banyak orang tidak suka disentuh ketika dia marah, tetapi wanita tampaknya memiliki lebih banyak masalah dengan gairah ketika sedang marah dibanding pria. (Halaman: 44)
  9. Wanita seringkali benar-benar tidak dapat melakukan sentuhan intim jika kekasihnya baru-baru ini tidak sopan kepadanya secara verbal, atau gagal secara verbal menenangkan sang "Dewi dalam dirinya". (Halaman: 44)
  10. Bahwa gerakan, sentuhan, ciuman, dan kata-kata ini bukanlah hanya suatu tambahan. Mereka adalah bagian integral dan aktivasi ANS wanita dan pada giliriannya, kata-kata dan gerakan ini memberitahu otak wanita bahwa mereka berada di dalam lingkungan yang aman. (Halaman: 44)
  11. Tetapi pria yang lebih benar-benar ingin memahami pasangan mereka dan ingin membuatnya bahagia secara eksistensial, ia hanya perlu memahami ANS perempuan, dan mencari pemahaman yang lebih mendalam tentang kehidupan vagina. Pria seperti itu perlu menjadi "lebih Tantra", lebih sensual dan romantis di tempat tidur tetapi ia juga perlu lebih memperhatikan apa yang diinginkan oleh wanita dalam hidupnya pada saat-saat tertentu. (Halaman: 46)
  12. Pria harus benar-benar melupakan apa pun yang menurutnya "berhasil" ia lakukan pada mantan kekasihnya, dan belajar lagi dari awal, mengikuti respons individual kekasih barunya ini. Dia harus lebih inventif, kreatif, dan penuh perhatian. (Halaman: 46)
  13. Jadi bukan hanya orgasme yang dapat meningkatkan kreativitas pada wanita; mungkin kreativitas juga meningkatkan orgasme. (Halaman: 70)
  14. "Seksualitas menjadi bahan bakar bagi kreativitas, dan hasil karya menjadi bahan bakar bagi seks". (Halaman: 70)
  15. Jika sistem dopamin anda aktif ketika menginginkan seks yang hebat, otak anda dapat memanfaatkan kemampuan energi dan fokus yang lebih tinggi itu untuk area lain dalam kehidupan anda atau pekerjaan-pekerjaan anda. (Halaman: 77)
  16. Seorang wanita dengan dopamin rendah, libido dan depresinya juga akan rendah. Di sisi lain, jika Anda adalah seorang wanita, dan kadar dopamin Anda diaktifkan secara optimal, Anda akan merasa percaya diri, kreatif, dan mudah bergaul. (Halaman: 80)
  17. Hidup Anda akan terasa lebih bermakna selama Anda terus mendapatkan reward pada akhir pengalaman gairah seksual Anda dan Anda juga akan melihat koneksi di antara orang-orang. (Halaman: 81)
  18. Menurut Dr. Fisher, cinta romantis memiliki tiga komponen kimia yang berbeda; nafsu, terdiri dari androgen dan estrogen; keterkaitan, didorong oleh tingkat dopamin dan norepinefrin yang tinggi dan serotonin yang rendah (inilah yang menyebabkan perubahan suasana hati pada masa-masa awal pacaran); akhirnya, kasih sayang, terdiri dari oksitosin dan vasopresin. Dan semua bahan kimia yang mengubah suasana hati ini bisa meningkat pada beberapa wanita daripada pria karena potensi multiorgasmiknya. (Halaman: 82)
  19. Aku menyebut bahwa dopamin adalah bahan kimia feminis utama. Jika seorang wanita memiliki kadar dopamin yang optimal, dia akan sangat sulit dibelokkan. Dia sulit dikendarai menuju kehancuran diri, untuk dimanipulasi dan dikendalikan. (Halaman: 84)
  20. Setelah orgasme, perbedaan gender pun muncul. Bagi pria, dopamin turun drastis setelah orgasme, dan dia akan kehilangan minat pada seks untuk sementara waktu. Mereka akan berada pada periode refraktori di mana mereka tidak bisa terangsang. (Halaman: 84)
  21. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa hampir semua wanita dapat mengalami orgasme dengan cukup mudah dalam keadaan yang tepat. (Halaman: 85)

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Chapman, Roger (2010). Culture Wars: An Encyclopedia of Issues, Viewpoints, and Voices, Volume 1. New York: M.E. Sharpe, Inc. hlm. 620.
  2. Sandler, Lauren (September 19, 2012). "Naomi Wolf Sparks Another Debate (on Sex, of Course)". The New York Times. Diakses tanggal March 2, 2021.
  3. Goleman, Daniel (2004). Primal Leadership: Learning to Lead With Emotional Intelligence. hlm. xvi.
  4. Wolf, Naomi (1991). The Beauty Myth. New York: Bantham Doubleday Dell Publishing. Diakses tanggal December 4, 2015. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. "100 Empowering Feminist Quotes from Inspiring Women". Harper's BAZAAR (dalam bahasa American English). 2024-02-26. Diakses tanggal 2025-12-03.
  6. 6,0 6,1 "Naomi Wolf Quotes (Author of The Beauty Myth)". www.goodreads.com. Diakses tanggal 2025-12-03.
  7. Wolf, Naomi (2021). Vagina: Kuasa dan Kesadaran. Yogyakarta: Odise Publishing. hlm. 124. ISBN 9786239546267. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)