Nani Zulminarni
Tampilan
Nani Zulminarni adalah seorang aktivis perempuan Indonesia yang banyak berkecimpung di dunia pemberdayaan perempuan. Ia merupakan pendiri lembaga Perkumpulan Perempuan Kepala Keluarga. [1][2]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- “Saya ingin orang melihat janda lebih pada kedudukan, peran dan tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga, bukan sebagai perempuan malang yang hina dan tidak berdaya,”[3]
- Saya secara sadar merasa harus berjuang untuk kesetaraan dan keadilan bagi mereka ketika saya mengalami hal ini,” [3]
- “Ketika merintis Pekka, saya mengeluarkan istilah Perempuan Kepala Keluarga. Itu saja sudah dianggap melanggar nilai agama Islam. Karena interpretasinya, laki-laki adalah pemimpin rumah tangga, tidak ada kata perempuan sebagai kepala keluarga,”[3]
- "Saya di dunia pemberdayaan perempuan sudah lama, sejak 1987. Jadi, waktu saya lulus pada 1985, saya susah sekali mencari pekerjaan, saya lulusan jurusan perikanan, manajemen sumber daya perairan IPB. Setiap tes melamar pekerjaan hasilnya bagus, tapi begitu interview mereka keberatan karena saya memakai jilbab. Jadi, jilbab di Indonesia pada zaman itu masih dilarang," [4]
- "Dari situ sebenarnya saya ditawari untuk bergabung di sebuah yayasan, namanya Yayasan Annisa yang melakukan pemberdayaan perempuan di desa-desa untuk peningkatan pemberdayaan perempuan," [4]
- "Sejak saat itu saya tidak pernah beranjak dari pemberdayaan perempuan, sampai akhirnya saya menjadi direktur di lembaga itu (PPSW) pada 1995 dan memasuki 2000 saya mulai merintis Perkumpulan Perempuan Kepala Keluarga (Pekka)," [4]
- “Saya secara sadar merasa harus berjuang untuk kesetaraan dan keadilan bagi mereka ketika saya mengalami hal ini,” [5]
- “Ketika merintis Pekka, saya mengeluarkan istilah Perempuan Kepala Keluarga. Itu saja sudah dianggap melanggar nilai agama Islam. Karena interpretasinya, laki-laki adalah pemimpin rumah tangga, tidak ada kata perempuan sebagai kepala keluarga,” [5]
- “Waktu itu argumen saya adalah soal fakta dan lived reality. Karena di masyarakat, tidak semua laki-laki menjalankan kepemimpinannya. Ada yang menikah lalu pergi begitu saja, poligami yang tidak bertanggung jawab, dan lainnya. [5]
- “Perempuan kemudian terpaksa mengambil peran sebagai kepala keluarga. Jadi mau disebut apa kalau bukan kepala keluarga, sementara dia yang melakukan semuanya?" [5]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Pekka ID | Nani Zulminarni" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-03.
- ↑ "WOMENUNLIMITED - Narasumber Profile". womenunlimited.id. Diakses tanggal 2025-12-03.
- ↑ 3,0 3,1 3,2 FDVS. "Nani Zulminarni Melawan Diskriminasi Gender". www.pesona.co.id (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 2025-12-03. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ↑ 4,0 4,1 4,2 developer, mediaindonesia com. "Nani Zulminarni Memperjuangkan Kemandirian Janda". mediaindonesia.com. Diakses tanggal 2025-12-04.
- ↑ 5,0 5,1 5,2 5,3 FDVS. "Nani Zulminarni Melawan Diskriminasi Gender". www.pesona.co.id (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 2025-12-04. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai: