Lompat ke isi

Najelaa Shihab

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Najelaa Shihab, yang mempunyai panggilan akrab Elaa, adalah seorang pendidik asal Indonesia. Ia adalah Dewan Pembina dan pendiri Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK), dan jaringan komunitas dan organisasi pendidikan Semua Murid Semua Guru, sebuah jaringan lintas sektor yang memperkuat kolaborasi untuk mendorong reformasi pendidikan di Indonesia.[1]

Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:
  1. “Sekolah tidak otomatis sama dengan belajar. Pengalaman saya di lembaga pendidikan menunjukkan bahwa pengalaman bersekolah di tempat yang sama, belum tentu berarti kualitas pembelajaran yang setara, terlepas dari intensi terbaik semua yang menjalankannya. Menjalankan proses pendidikan penuh dengan kompleksitas, menjadi pendidik penuh dengan tantangan jangka panjang, tetapi fakta ini tidak berarti bahwa pendidikan bisa disimplifikasi atau peran guru bisa diprioritaskan hanya untuk tujuan di saat ini.”[2]
  2. “Sejak awal Cikal berdiri kami meyakini bahwa proses pendidikan adalah proses sosial yang terjadi tidak semata di ruang kelas yang terisolasi atau di satuan lembaga yang terpisah dari ekosistem masyarakatnya, karena itu pula, sejak awal Cikal tidak pernah sekadar menyebut dirinya sebagai sekolah, tetapi mengidentifikasikan diri sebagai komunitas pelajar sepanjang hayat.”[2]
  3. “Kalau kita percaya bahwa anak adalah subyek dalam proses belajarnya, maka tak ada cara selain menghadapi kompleksitas dan tantangan pendidikan justru dengan memulainya dari cita-cita pertama Cikal yakni Pelajar Merdeka, untuk menumbuhkan “Merdeka Belajar” dan melakukannya dengan cara awal untuk “Memanusiakan Hubungan”.”[2]
  4. “Setiap anak adalah prioritas, “whatever it takes” jadi dorongan yang paling sering diucapkan kepada sejawat dalam menghadapi berbagai tantangan. Cikal, komunitas pelajar sepanjang hayat, didirikan untuk mendorong perubahan. Bukan sekadar perubahan praktik di kelas dari apa yang saya atau nenek buyut kita alami puluhan atau ratusan tahun lalu, tetapi menggerakkan perubahan sosial, pendidikan yang berpusat pada anak, akan selalu menumbuhkan kekuatan masyarakat yang berpusat pada manusia.”[2]
  5. “Jangan mengaku penggerak kalau tidak berinovasi. Inovasinya tidak harus penemuan lalu mendapatkan hadiah nobel atau sejenisnya. (Melainkan) praktik baik yang kita lakukan setiap hari yang kemudian bisa dibuktikan berhasil mengubah keadaan,"[3]
  6. “Sudah bukan zamannya membedakan antara pendidikan akademik dan pendidikan karakter. Sudah bukan zamannya juga membedakan soft skill dan hard skills. Kenapa? Karena dunia itu butuh orang yang punya dua-duanya. Dan kalau kita meningkatkan satu hal kompetensi kita di bidang akademik itu sebetulnya kita juga sedang melatih hal-hal lain yang berkait dengan non-akademik.” [4]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Najelaa Shihab". Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan. Diakses tanggal 2025-12-03.
  2. 2,0 2,1 2,2 2,3 "Najelaa Shihab Raih Penghargaan Tokoh Inspiratif dari Femina Indonesia. Simak 5 Refleksi Terbaiknya Saat Dirikan Cikal!". www.cikal.co.id. Diakses tanggal 2025-12-03.
  3. "Najelaa Shihab Beri 3 Pesan untuk Mahasiswa Sebagai Agen Perubahan". kumparan. Diakses tanggal 2025-12-03.
  4. "Najelaa Shihab : Sudah Bukan Zamannya Untuk Kita Membedakan Pendidikan Akademik dan Karakter". www.cikal.co.id. Diakses tanggal 2025-12-21.