Nabilah Lubis
Tampilan
Prof. Dr. Hj. Nabilah Lubis, Lc., M.A. (lahir 14 Maret 1942) adalah seorang filologis, penulis, penerjemah dan dosen Indonesia. Nabilah adalah seorang wanita Mesir yang menikahi seorang pria Mandailing asal Medan bernama Burhanuddin Umar Lubis, sehingga ia mengganti nama terakhirnya menjadi Nabilah Lubis.[1][2]

Kutipan
[sunting | sunting sumber]- "Westernisasi (pembaratan) berjubah globalisasi menyeret keluarga kita dalam lingkaran setan liberalisme. Maraklah seks bebas, pernikahan gay dan lesbian, aborsi, bunuh diri, nikah beda agama, nikah kontrak, dan sederet penyakit masyarakat lainnya,"[3]
- "Apapun diglobalisasikan, baik itu nilai-nilai, ideologi, way of life, bahkan budaya yang sebenarnya tidak matching (klop) sekalipun. Dan semua itu ‘harus’ masuk ke dalam ruang privat rumah kita,"[3]
- "Menjadi manajer rumah tangga adalah profesi yang utama dan membanggakan,"[3]
- "Berharaplah pada rumah-rumah tangga yang kokoh dan berpegang teguh pada ajaran agama,"[3]
- "Yakinlah bahwa kaum perempuan ini, subhanallah, luar biasa. Kita punya potensi besar yang sudah dirancang secara khusus oleh Sang Pencipta."[3]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Nazilah, Fera Rahmatun (2019-01-28). "Nabilah Lubis, Putri Mesir yang Mengabdi Untuk Indonesia". Islami[dot]co (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-16.
- ↑ Masrur, Muhammad (2018-11-07). "Prof. Dr. Nabilah Lubis: Perintis Kajian Filologi di IAIN | Bincang Syariah". BincangSyariah | Portal Islam Rahmatan lil Alamin. Diakses tanggal 2025-12-16.
- ↑ 3,0 3,1 3,2 3,3 3,4 "Prof Dr Nabilah Lubis: "Liberalisme Ancam Keharmonisan Keluarga"". Hidayatullah.com. Diakses tanggal 2025-12-16.