Lompat ke isi

Mira W.

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Mira W. atau Mira Widjaya adalah penulis wanita Indonesia. Selain menjadi penulis, ia juga berprofesi sebagai dokter dan dosen. Ia lahir pada tanggal 13 September 1951 di Jakarta dan merupakan anak bungsu 5 bersaudara dari pasangan Othnil Wijaya dan Vitalia.[1][2]

Hingga tahun 2015, Mira telah menerbitkan lebih dari 80 novel yang kebanyakan di antaranya telah diangkat menjadi film dan sinetron, termasuk Di Sini Cinta Pertama Kali Bersemi, Ketika Cinta Harus Memilih, dan Permainan Bulan Desember.[3]

  1. "Sesungguhnya matahari hidup kami memang masih di batas cakrawala tapi bukan matahari yang hampir terbenam melainkan fajar yang hampir menyingsing."
  2. "Kasih sayang dan pengertian. Tidak mengangkat penderitaan. Tetapi membantu mengatasinya."
  3. "Kuncup itu telah gugur. Luruh sebelum berbunga tetapi, dia gugur untuk menjadi pupuk kehidupan bagi alam sekitarnya."
  4. "Sekarang dia sadar, membalas dendam tidak akan pernah memuaskan jiwanya. Jika dia menghendaki kedamaian, mengampunilah jawabannya."
  5. "Cinta memang aneh, cinta bukan hanya memiliki, tetapi juga memberi. Cinta bukan hanya berarti rela menikah dengan orang yang kau cintai, tetapi sekaligus membiarkan orang yang kau cintai menikah dengan orang lain."[4]
  6. “Mengapa hanya kekerasan, kemarahan, dan kejudesan yang pantas diungkapkan oleh seorang guru? Karena semua itu yang dapat menegakkan wibawa?”
  7. “Jangan tanya kenapa aku mencintaimu. Cinta bukan matematika. Tidak perlu logika. Tidak butuh aksioma.”
  8. “Ada secercah perasaan aneh yang lahir di sudut hatinya. Perasaan yang selama ini belum pernah menyentuhnya. Perasaan yang dia sendiri tak tahu apa namanya.”
  9. “Air matamu akan runtuh sebanyak tetes-tetes cintamu!”
  10. “Tapi kelemahankan namanya jika memperlihatkan perasaan?”[5]
  11. "Cinta punya seibu satu corak, cinta yang platonic, cinta yang posesif, cinta yang obsesif, cinta yang erotis dan masih banyak lagi. Tapi hanya ada satu cinta yang tulus, agape, cinta tanpa pamrih."
  12. "Sesungguhnya matahari hidup kami memang masih di batas cakrawala tapi bukan matahari yang hampir terbenam melainkan fajar yang hampir menyingsing."
  13. "Orang dewasa kadang-kadang punya kesulitan yang tidak bisa dimengerti oleh jiwa tulus seorang anak."
  14. "Kuncup itu telah gugur. Luruh sebelum berbunga tetapi, dia gugur untuk menjadi pupuk kehidupan bagi alam sekitarnya."
  15. "Mendidik anak bukan dengan segebung nasehat dan larangan. Tapi dengan teladan dan penuh pengertian."[6]
  16. 'Menulis adalah hobi saya,'' kata Mira W. ''Sedangkan menjadi dokter, ya, barangkali sudah panggilan jiwa.''[7]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Badan Bahasa". dapobas.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2025-12-01.
  2. operator. "Mira W | Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kemendikdasmen". bahasa-dev.kemendikdasmen.go.id. Diakses tanggal 2025-12-02.
  3. "40 Tahun Mira W Berkarya | FJPI - Forum Jurnalis Perempuan Indonesia". 2015-11-08. Diakses tanggal 2025-12-02.
  4. "22 Kata-kata Bijak dari Mira W.: Kata bijak, kutipan dan ucapan". JagoKata.com. Diakses tanggal 2025-12-02.
  5. "Mira W. Quotes (Author of Dari Jendela SMP)". www.goodreads.com. Diakses tanggal 2025-12-02.
  6. Fimela.com (2021-11-02). "29 Kata-Kata Mira W yang Menginspirasi dan Penuh Makna". fimela.com. Diakses tanggal 2025-12-02.
  7. "MIRA W. (MIRA WIDJAYA) | PROFIL TOKOH | DATATEMPO - DATA TEMPO". data.tempo.co (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-21.