Melissa Sunjaya

Melissa Sunjaya (lahir 21 Juli 1974) adalah pengusaha dan desainer Indonesia. Ia merupakan pemilik jenama Tulisan yang berdiri sejak 2010. Label ini mengkhususkan diri pada produk mode eksklusif buatan tangan dan menggunakan ilustrasi karya seniman. Ia menerapkan model bisnis berkelanjutan dalam mengembangkan usahanya. Sejumlah karyanya pernah dipakai sebagai properti dalam drama Korea My Spring Days pada 2014. Produk Tulisan antara lain berupa tas, dompet, tea towel, celemek (apron), alas piring, taplak meja, dan sarung bantal. Produk Tulisan telah banyak menjangkau pasar luar negeri, seperti Amerika Serikat, Hong Kong, Korea, Singapura, Swiss, Jerman, dan Australia. Pada 2013, ia menerima penghargaan Ernst & Young Entrepreneurial Winning Women.[1][2][3]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- "I'm keen on building an organization that represents the new East Indies, which is powerful and has a very high level of confidence. Hopefully, [the organization] will bring back the great name of our nation."[4]
- Saya bersemangat membangun organisasi yang mewakili Hindia Timur baru, yang kuat dan memiliki tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi. Semoga, [organisasi ini] akan membawa kembali nama besar bangsa kita.
- "Tulisan was my dream when I was a child. I've always wanted to create Indonesian hand-made products that have a different touch."[4]
- Tulisan adalah impian saya sejak kecil. Saya selalu ingin menciptakan produk-produk buatan tangan Indonesia yang memiliki sentuhan berbeda.
- "I try not to go into this idiosyncrasy of art life, business life or student life versus career life. I try not to think of it like that because the most important thing for me is not to be pigeonholed into a certain classification, but to actually do really well with anything I do."[5]
- Saya berusaha untuk tidak terjebak dalam pengkotak-kotakan antara kehidupan seni, kehidupan bisnis, atau kehidupan mahasiswa versus kehidupan karier. Saya berusaha untuk tidak menganggapnya seperti itu karena yang terpenting bagi saya bukanlah terkotak-kotak dalam klasifikasi tertentu, melainkan benar-benar berhasil dalam apa pun yang saya lakukan.
- ".. pretend you're going to die tomorrow. That's how I always think, like I'm going to die tomorrow. If I die tomorrow, I'm going to do everything to the best of my ability. I really cherish the fact that I'm a human being with a certain intelligence that can formulate things and I believe everybody is like this. You shouldn't wake up and go around in a daze.[5]
- .. berpura-puralah kau akan mati besok. Begitulah yang selalu kupikirkan, seolah aku akan mati besok. Jika aku mati besok, aku akan melakukan segalanya dengan kemampuan terbaikku. Aku sangat menghargai kenyataan bahwa aku manusia dengan kecerdasan tertentu yang dapat merumuskan berbagai hal dan aku percaya semua orang seperti ini. Kau seharusnya tidak bangun dan ke sana ke mari dalam keadaan bingung.
- If you don't do anything with love, or passion, then you're as good as dead."[5]
- Jika kau tidak melakukan apa pun dengan cinta, atau gairah, maka kau sama saja dengan mati."
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Sukarno, Puput Ady (28 Oktober 2013). "Melissa Sunjaya Raup Omzet Rp10 Miliar per Tahun lewat 'Tulisan'". Bisnis.com. Diakses tanggal 2025-12-04.
- ↑ "Melissa Sunjaya, Pendiri Brand Lokal Tulisan yang Ramah Lingkungan". Wollipop. 26 Maret 2015. Diakses tanggal 2025-12-04.
- ↑ Asrianti, Shelbi (9 Februari 2019). "Alasan Melissa Sunjaya Pilih Berkarya dengan Sablon". Republika. Diakses tanggal 2025-12-04.
- ↑ 4,0 4,1 Prathivi, Niken (22 Desember 2013). "Melissa Sunjaya: Romancing East Indies". The Jakarta Post. Diakses tanggal 2025-12-04.
- ↑ 5,0 5,1 5,2 Sirait, Sondang Grace (2 Agustus 2014). "Melissa Sunjaya: Building the cornerstones of good business practices". The Jakarta Post. Diakses tanggal 2025-12-04.