Lompat ke isi

Melati dan Isabel Wijsen

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Melati Riyanto Wijsen dan Isabel Wijsen adalah kakak-beradik asal Bali yang merupakan aktivis muda yang sangat berpengaruh dalam gerakan lingkungan global dan dikenal sebagai pendiri gerakan Bye Bye Plastic Bags, sebuah gerakan inisiatif dengan tujuan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Selain bergerak dalam kampanye lokal, mereka juga aktif berbicara di berbagai forum internasional, menghadiri konferensi global, dan membawa isu lingkungan ke hadapan para pemimpin dunia.[1]

  • “Kami, anak-anak, mungkin hanya 25 persen populasi dunia, tetapi kami adalah 100 persen masa depan.”[2]
  • “Don’t ever let anyone tell you that you’re too young or you won’t understand. We’re not telling you it’s going to be easy. We’re telling you it’s going to be worth it.”[3]
    • “Jangan pernah biarkan siapa pun memberitahumu bahwa kamu terlalu muda atau tidak akan mengerti. Kami tidak memberitahumu bahwa ini akan mudah. Kami memberitahumu bahwa ini akan sepadan.”
  • "You see, we didn't want to wait until we were older to start making a difference. It wasn't even a question, really. It was more like, what can we do, as kids, right now."[4]
    • "Kamu lihat, kami tidak ingin menunggu sampai kami lebih tua untuk mulai membuat perubahan. Sebenarnya itu bahkan bukan pertanyaan. Lebih seperti, apa yang bisa kami lakukan, sebagai anak-anak, saat ini juga."
  • "For us, everything is happening in our lifetime, right? So we have to be the ones to start working toward the future and the world that we want to be a part of."[4]
    • "Bagi kami, semuanya terjadi dalam hidup kami, bukan? Jadi kami harus menjadi orang-orang yang memulai bekerja untuk masa depan dan dunia yang ingin kami bagian di dalamnya."
  • "We literally prove that kids can do things, and Bye Bye Plastic Bags has become this platform where kids can feel like their voices are being heard."[4]
    • "Kami secara harfiah membuktikan bahwa anak-anak bisa melakukan hal-hal, dan Bye Bye Plastic Bags telah menjadi platform di mana anak-anak merasa suara mereka didengar."
  • "Find that one thing that you are passionate about, and go for it."[5]
    • "Temukan satu hal yang benar-benar Anda minati, dan kejar itu."
  • "The issue of plastic and trying to ban the bags can cause a lot of stress and can feel like an impossible mission some days but we lean on our team, family, and friends to keep going through these days and make sure to always celebrate the successes along the way."[5]
    • "Masalah plastik dan upaya untuk melarang kantong plastik bisa menimbulkan banyak stres dan terkadang terasa seperti misi yang mustahil, tetapi kami bersandar pada tim, keluarga, dan teman-teman kami untuk terus menjalani hari-hari ini dan selalu memastikan untuk merayakan setiap keberhasilan sepanjang perjalanan."

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Siapakah Isabel dan Melati Wijsen? Ini Profil dan Perjuangan Mereka". kumparan. Diakses tanggal 2025-12-04.
  2. "Membaca Teks Biografi Isabel dan Melati Wijsen | Mikirbae.com". www.mikirbae.com. Diakses tanggal 2025-12-04.
  3. "Melati and Isabel Wijsen - Ban Plastic Bags in Bali". Plastic Pollution Coalition. Diakses tanggal 2025-12-04.
  4. 4,0 4,1 4,2 Sullivan, Michael (2019-01-26). How Teenage Sisters Pushed Bali To Say 'Bye-Bye' To Plastic Bags (dalam bahasa Inggris).
  5. 5,0 5,1 "Q&A Interview with Melati and Isabel Wijsen, Founders of Bye Bye Plastic Bags | CoralVue". www.coralvue.com. Diakses tanggal 2025-12-04.