Melanie Subono
Tampilan
Melanie Subono adalah penyanyi, aktris dan aktivis sosial yang lahir di Hamburg, Jerman pada 20 Oktober 1976. Ia juga dikenal sebagai presenter di berbagai acara televisi. Melanie juga aktif menulis buku. Buku yang sudah ia tulis yaitu OUCH!! dan Liaison Officer Forever (2011). Melanie adalah putri dari Adrie Subono, seorang promotor musik ternama, dan Chrisye, penyanyi legendaris Indonesia dan juga merupakan cucu keponakan BJ Habibie.[1][2]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- "Nggak ada kata nggak mungkin kecuali makan kepala sendiri. Dan saya quote dari liriknya Aerosmith yang Amazing `Hidup itu perjalanan, bukan tujuan` Kita harus ingat, sebelum bisa melompat harus belajar lari. Sebelum bisa lari harus belajar jalan. Sebelum itu belajar ditatah. Sebelumnya coba ingat lagi karena harus belajar merangkak. Nah, sebelum itu musti belajar balik badan dulu. Sukses musti melewati proses.."
- "Menurut saya, sukses itu adalah proses yang harus berani dihadapi. Face it.. Orang yang nggak berani menghadapi proses, itu nggak sukses namanya. Kalau berani menghadapi suksesnya, itu Anda baru sukses."
- "Kalau dibilang cukup nggak mungkin, karena setiap orang nggak akan pernah cukup. Saat meraih kesuksesan, saya selalu ingin melakukan hal lainnya dan kalau bisa sukses. Tapi kalau nggak sukses juga nggak apa-apa karena kalau ikhlas dalam kegagalan itu juga namanya sukses. Tapi, tidak ada kata cukup dalam meraih kesuksesan."
- "Sukses itu adalah ketika Anda berhasil menentukan apa yang Anda inginkan dan Anda berhasil menjalani serta menerima hasilnya, baik itu berhasil atau pun gagal. Anda berani menghadapi semua risikonya."[3]
- "Mereka bilang saya bukan wanita, karena saya gak bisa punya anak."
- "Kamu tidak bisa masak, kamu tidak bisa punya anak, kamu bukan perempuan."
- "Seharusnya perempuan harus duluan berdiri dan bilang 'gue bangga jadi perempuan'. Stop bilang 'Gue kan cuman perempuan' karena itu justru menjatuhkan nilai sebagai perempuan."
- "Perempuan jadi policy maker harus cari jalan tengah. Biasanya kan perempuan terlalu pakai perasaan. Gak boleh terlalu logis dan terlalu pakai perasaan. Harus di tengah."[4]
- "Awalnya saya eneg melihat orang yang dirinya lebih tinggi dari orang lain. Kedua orang-orang ini (TKI) memberi penghasilan besar bagi Indonesia, tapi pemerintah kita nggak melakukan apa-apa."
- "Saya punya mulut dan hati, jadi saya terus berbicara. Saya akan berusaha untuk mengakhiri perbudakan modern. Saya percaya kalau rakyat bergerak pasti akan ada hasilnya."[5]
- "Lo bisa jadi pahlawan. Jadi pahlawan tuh enggak ada pahlawan gede pahlawan kecil lho. Lo bisa jadi pahlawan buat siapapun, apapun. Ke lingkungan sekitar lo saja dulu."
- "Kalau ngomong selain orang tua atau siapapun ya pahlawan gue adalah ibu-ibu yang ada di garis depan perjuangan. Pahlawan gue adalah para donatur yang akhirnya bisa bikin Rumah Harapan jalan sih. Ribuan sih pahlawan gue dan gue nggak tahu namanya."[6]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Copied!, Editor Kapanlagi com Share Link (2025-03-22). "Profil Melanie Subono: Dari Musik Hingga Aktivisme, Jejak Hidup Sang Cucu Presiden". KapanLagi.com. Diakses tanggal 2025-12-07.
- ↑ "Profil Melanie Subono". tirto.id. Diakses tanggal 2025-12-07.
- ↑ Liputan6.com (2013-04-14). "4 Arti Sukses Bagi Melanie Subono". liputan6.com. Diakses tanggal 2025-12-07. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ↑ Damanik, Margith Juita (2018-03-03). "Melanie Subono : Kata Mereka Saya Bukan Perempuan". IDN Times. Diakses tanggal 2025-12-07.
- ↑ Abbas Nugroho, Adi (2014-01-30). "Melanie Subono: Gue Eneg Sama Orang Sombong!". KapanLagi.com. Diakses tanggal 2025-12-07.
- ↑ antaranews.com (2021-11-10). "Melanie Subono: Semua orang bisa jadi pahlawan". Antara News. Diakses tanggal 2025-12-07.