Lompat ke isi

Mayling Oey-Gardiner

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Mayling Oey-Gardiner (25 Februari 1941) adalah perempuan kelahiran Sukabumi yang juga seorang peneliti dan dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Ia merupakan anak keempat dari lima bersaudara. Ia juga mengaku sangat dekat dengan ibunya. "Ibu selalu mendorong saya untuk terus sekolah" tuturnya. [1][2]

  1. “Pokoknya ada nilai, ada tata krama. Sekarang ‘kan ngga ada tata krama…budi pekerti,”[3]
  2. “Karena (schooling) pendidikan itu memungkinkan kita untuk selalu memperluas wawasan. Karena itu yang kita perlukan jika ingin menjadi sesuatu,” [3]
  3. “Di perguruan tinggi, perempuan sudah lebih banyak,” [3]
  4. “Seperti di kampus, (perempuan) sudah dinaikkan (jabatannya), tapi tidak mau menduduki fungsional, karena kebutuhan komitmen (pada pekerjaan) lebih tinggi, yang pasti akan berkurang waktu untuk keluarga. Itu pilihan ya,” [3]
  5. “Kalau sama jeleknya (kualitas hidup) ngapain. Kesetaraan gender itu bukan tujuan akhir,”[3]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "MAYLING OEY GARDINER | PROFIL TOKOH | DATATEMPO - DATA TEMPO". data.tempo.co (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-08.
  2. "Mayling Oey - INSPIRASI Foundation | Lembaga non-profit dan independen yang bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran siswa melalui dukungan peningkatan kepemimpinan kepala sekolah" (dalam bahasa American English). 2024-03-07. Diakses tanggal 2025-12-08.
  3. 3,0 3,1 3,2 3,3 3,4 antaranews.com (2023-07-28). "Akademisi: Budi pekerti salah satu syarat pembangunan". Antara News. Diakses tanggal 2025-12-08.