Lompat ke isi

May-Britt Moser

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.
May-Britt Moser
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:

May-Britt Moser (lahir 4 Januari 1963) adalah ilmuwan neuron Norwegia. Ia memperoleh Penghargaan Nobel Kedokteran 2014 bersama John O'Keefe dan Edvard Moser untuk hasil karya mereka dalam menemukan sel yang berfungsi sebagai sistem pengendali/pengenal posisi tempat (mirip dengan prinsip GPS) di dalam otak.[1]

  • I was not always the best student with the highest grades, but my teachers saw something in me and tried to encourage me.[2]
    • Saya tidak selalu menjadi murid terbaik dengan nilai tertinggi, tetapi guru-guru saya melihat sesuatu dalam diri saya dan mencoba untuk mendorong saya.
  • I truly believe both men and women benefit from working in fields where there is diversity.  Diversity in gender, diversity in age, diversity in culture, and in anything. Diversity brings interesting ideas, interesting challenges and creativity.[3]
    • Saya sungguh percaya bahwa baik pria maupun wanita mendapatkan manfaat dari bekerja di bidang yang memiliki keberagaman. Keberagaman dalam hal gender, keberagaman usia, keberagaman budaya, dan dalam segala hal. Keberagaman menghadirkan ide-ide menarik, tantangan menarik, dan kreativitas.
  • I often get asked the question about ‘how does it feel to be the first woman to…’ or, ‘how does it feel to be a leading woman in science…’ but you know what? I don’t think about myself as a woman in these contexts, I think about myself as a human.  Thus, I feel like role model for all young people who wants to do science – not only girls.[3]
    • Saya sering ditanya tentang ‘bagaimana rasanya menjadi wanita pertama yang…’ atau, ‘bagaimana rasanya menjadi wanita terkemuka di bidang sains…’ tetapi tahukah Anda? Saya tidak menganggap diri saya sebagai seorang wanita dalam konteks ini, saya menganggap diri saya sebagai seorang manusia. Dengan demikian, saya merasa seperti panutan bagi semua anak muda yang ingin berkecimpung di bidang sains – bukan hanya perempuan.
  • I feel I am not the right person to address this question, because I live in a country where the fight for gender equality has come a long way. Women and men before me have fought so that females are as valued and can do what they want.  I am lucky because I can focus on my qualities as a human and a scientist, and not focus on the bare fact that I am a woman. However, I think too many have been stopped from pursuing their dreams because of a negative focus on gender, which you can find in many societies.[3]
    • Responnya saat diminta untuk memberikan pesan kepada generasi muda yang merasa tidak bisa maju karena jenis kelamin atau etnis mereka.
      • Saya merasa bukan orang yang tepat untuk menjawab pertanyaan ini, karena saya tinggal di negara di mana perjuangan untuk kesetaraan gender telah berjalan jauh. Perempuan dan laki-laki sebelum saya telah berjuang agar perempuan dihargai dan dapat melakukan apa yang mereka inginkan. Saya beruntung karena saya dapat fokus pada kualitas saya sebagai manusia dan ilmuwan, dan tidak fokus pada fakta bahwa saya seorang perempuan. Namun, saya pikir terlalu banyak orang yang terhalang untuk mengejar impian mereka karena fokus negatif pada gender, yang dapat ditemukan di banyak masyarakat.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Rogers, Kara. "May-Britt Moser". Encyclopedia Britannica. Diakses tanggal 2025-12-19.
  2. "May-Britt Moser". NobelPrize.org. 19 Desember 2025. Diakses tanggal 2025-12-19.
  3. 3,0 3,1 3,2 Shah, Vikas (19 Oktober 2023). "On Gender & Science – A Conversation with May-Britt Moser, Nobel Prize Winning Scientist". Thought Economics. Diakses tanggal 2025-12-19.