Lompat ke isi

Mary Astell

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Mary Astell (12 November 1666 – 11 Mei 1731) adalah seorang filsuf, penulis, dan retorikawan Inggris yang dianggap sebagai salah satu pemikir feminis awal Inggris. Ia dikenal karena gagasannya tentang pentingnya pendidikan bagi perempuan melalui karya terkenalnya A Serious Proposal to the Ladies (1694, 1697) dan kritiknya terhadap struktur pernikahan tradisional dalam Some Reflections upon Marriage (1700), Astell mengusulkan agar perempuan diberi kesempatan yang setara untuk mengembangkan akal dan moral mereka.[1]

  • Suami yang buruk mungkin dapat merampas kenyamanan dan ketenangan hidup seorang istri, memberinya kesempatan untuk melatih kebajikannya, serta menguji kesabaran dan keteguhannya sampai batas tertinggi, dan itulah sejauh yang bisa ia lakukan; hanya sang istri sendirilah yang dapat menghancurkan dirinya sepenuhnya. (The Whole duty of a woman: female writers in seventeenth century England, hlm. 157, oleh Angeline Goreau. Editorial Dial Press, 1985. ISBN 0385278780.)
  • Apakah keterikatan pada satu orang yang membuat kita jengkel? Mengapa? Hal itu justru seharusnya membuat kita menghargainya, dan memang akan demikian, jika kita dipimpin oleh akal, bukan oleh selera dan nafsu yang kasar. Seorang laki-laki yang tidak menjadikan persahabatan sebagai alasan utama dalam memilih (pasangan), dan tidak menempatkannya di atas pertimbangan lain, tidak pantas mendapatkan istri yang baik dan karena itu, ia tidak boleh mengeluh jika ia tidak memilikinya. (Women's Political & Social Thought: An Anthology, hlm. 112. Editors Hilda L. Smith, Berenice A. Carroll. Editorial Indiana University Press, 2000. ISBN 0253337585.)
  • Jadi, apakah yang dicintai seorang laki-laki itu kecerdasan atau kecantikan? Tidak ada banyak harapan akan kebahagiaan yang langgeng; kecantikan, meskipun dibantu oleh segala macam seni (atau riasan), tidak akan bertahan lama. Semakin besar kecantikan itu, semakin cepat pula ia memudar; dan laki-laki yang memilih (pasangan) semata-mata atau terutama karena kecantikan, dalam waktu singkat akan menemukan alasan yang sama untuk memilih yang lain.
  • Jika semua laki-laki dilahirkan bebas, bagaimana mungkin perempuan dilahirkan sebagai budak? Karena demikianlah adanya jika mereka harus tunduk pada Kehendak laki-laki yang berubah-ubah, tidak diketahui, dan sewenang-wenang, yang merupakan keadaan sempurna dari sebuah perbudakan. (Reflection upon Marriage, as quoted in Astell: Political Writings, hlm. 42, by Mary Astell, Editor Patricia Springborg. Editorial Cambridge University Press, 1996. ISBN 0521428459.)
  • Truth is bold and vehement; she depends upon her own strength, and so she be plac’d in a true Light, thinks it not necessary to use Artifice and Address as a Recommendation.[2]
  • Kebenaran itu tegas dan bersemangat; ia bergantung pada kekuatannya sendiri, dan jika ditempatkan dalam cahaya yang benar, tidak perlu menggunakan tipu daya atau kepura-puraan sebagai daya tarik.[2]
  • But, alas! what poor Woman is ever taught that she should have a higher Design than to get her a Husband? Heaven will fall in of course; and if she makes but an Obedient and Dutiful Wife, she cannot miss of it.[3]
  • Namun, sayangnya! wanita malang manakah yang pernah diajarkan bahwa ia harus memiliki Tujuan yang lebih tinggi selain mendapatkan Suami? Surga akan datang dengan sendirinya; dan jika ia hanya menjadi Istri yang Patuh dan Berbakti, ia tidak akan melewatkannya.[3]
  • This is no hard Question; let the Soul be principally consider’d, and Regard had in the first place to a good Understanding, a vertuous Mind; and in all other respects let there be as much Equallity as may be. If they are good Christians and of suitable Tempers all will be well...[3]
  • Ini bukan Pertanyaan yang sulit; biarlah Jiwa yang dipertimbangkan secara utama, dan Perhatian diberikan pertama-tama pada Pemahaman yang baik, Pikiran yang berbudi luhur; dan dalam semua hal lain biarlah ada sebanyak mungkin Kesetaraan. Jika mereka adalah orang Kristen yang baik dan memiliki Watak yang cocok, semuanya akan baik-baik saja...[3]
  • The Incapacity, if there be any, is acquired not natural; and none of their Follies are so necessary, but that they might avoid them if they pleas’d themselves.[4]
  • Ketidakmampuan, jika ada, adalah hasil yang didapat, bukan alamiah; dan tidak ada Kebodohan mereka yang begitu penting sehingga mereka tidak dapat menghindarinya jika mereka mau.[4]
  • Ignorance disposes to Vice, and Wickedness reciprocally keeps us Ignorant, so that we cannot be free from the one unless we cure the other.[5]
  • Ketidaktahuan menimbulkan Kejahatan, dan Kejahatan secara timbal balik membuat kita tetap Bodoh, sehingga kita tidak dapat terbebas dari yang satu kecuali jika kita menyembuhkan yang lain.[5]
  • (Hitherto I have courted Truth with a kind of Romantick Passion, in spite of all Difficulties and Discouragements: for knowledge is thought so unnecessary an Accom plishment for a Woman, that few will give themselves the Trouble to assist us in the Attainment of it). Terjemahan: Sampai saat ini saya telah merayu Kebenaran dengan semacam Gairah Romantis, terlepas dari semua Kesulitan dan Kekecewaan: karena pengetahuan dianggap sebagai Pencapaian yang begitu tidak perlu bagi seorang Wanita, sehingga hanya sedikit yang akan bersusah payah membantu kami dalam Pencapaiannya.[6]

Sumber Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Sowaal, Alice (2023). Zalta, Edward N.; Nodelman, Uri (ed.). Mary Astell (Edisi Summer 2023). Metaphysics Research Lab, Stanford University.
  2. 2,0 2,1 "Some Reflections Upon Marriage". digital.library.upenn.edu. Diakses tanggal 2025-11-30.
  3. 3,0 3,1 3,2 3,3 Astell, Mary. "Some Reflections Upon Marriage. With additions". https://www.gutenberg.org/files/61143/61143-h/61143-h.htm (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-30.
  4. 4,0 4,1 Astell, Mary. "A serious proposal to the Ladies, for the advancement of their true and greatest interest (In Two Parts)". https://www.gutenberg.org/files/54984/54984-h/54984-h.htm (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-30.
  5. 5,0 5,1 Team, Project Vox. "Astell (1666-1731)". Project Vox (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-30.
  6. "Mary Astell (1666 – 1731) | The Ambulist" (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-12-14.