Lompat ke isi

Marsinah

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Marsinah lahir pada 10 April 1969 di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana dan sejak muda telah bekerja keras membantu nenek serta bibinya berdagang makanan ringan untuk menambah penghasilan keluarga. Karena keterbatasan biaya, pendidikan Marsinah hanya sampai SMA. Hidupnya menggambarkan realita banyak buruh perempuan di Indonesia yang harus berjuang demi bertahan hidup.

Setelah mencoba peruntungan di berbagai kota besar, Marsinah bekerja di pabrik jam tangan PT Catur Putra Surya (CPS) di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Di pabrik inilah ketegasan dan keberaniannya muncul. Ia dikenal vokal membela rekan-rekannya, terutama saat menghadapi kondisi kerja yang tidak adil dan upah rendah. Kepeduliannya menjadikannya salah satu tokoh penting di antara sesama buruh.[1]

1.Kalau mereka diancam akan dimejahijaukan oleh kodim, saya akan bawa persoalan ini kepada paman saya di Kejaksaan Surabaya.[2]

2.Kami ini tak banyak kehendak, sekadar hidup layak, sebutir nasi.[3]

3.Saya ini Marsinah, buruh pabrik arloji. Saya tidak pernah jadi perhatian dalam upacara, dan tidak tahu harga sebuah lencana.[4]

4. Jika dahulu pahlawan berjuang melawan penjajahan fisik, kini perjuangan itu beralih pada bentuk penjajahan struktural: ketimpangan ekonomi, eksploitasi tenaga kerja, dan ketidakadilan industrial.[1]

  1. mylitenotes.com. "Marsinah dan Makna Baru Kepahlawanan Pekerja Indonesia - Website LLDIKTI Wilayah V". lldikti5.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2025-12-20.