Lompat ke isi

Marko Mahin

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Marko Mahin (lahir 26 Maret 1969) adalah seorang pendeta di Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) dan antropolog Indonesia.

Kaharingan

[sunting | sunting sumber]
  • "Saya lelah dengan penggambaran sewenang-wenang tentang Kaharingan. Mereka dilabel dan distigma sebagai kafir, penganut agama kegelapan, atau agama para pengayau,"
  • "Kaharingan itu agama para leluhur Dayak. Saya terpanggil meneliti sekaligus menyelami keluhurannya,"
  • "Para penganut Kaharingan sangat rasional dalam menjalankan keluhuran agamanya, sama seperti agama lain,"[1]

Khotbah Lukas 10:38-42

[sunting | sunting sumber]
  • “Seekor burung bisa terbang kalau dia mempunyai dua sayap. Begitu juga dengan kehidupan Rohani kita. Ketika kita ekstrim kiri, maka sayap kanan kita mati. Ketika kita ekstrim kanan, maka sayap kiri kita mati”
  • “Hari ini kita sebenarnya sedang merayakan Hari Anak GKE. Kita sangat mendukung anak-anak dan dalam pendidikan psikologi anak diajarkan ada usia emas. Usia emas tidak berlangsung dua kali, dua kali atau empat kali. Usia emas berlangsung dari 0 hingga 5 tahun, jika orangtua dan guru salah mendidik saat usia emas maka akan sulit mendidik anaknya dikemudian hari,”[2]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. TokohIndonesia.com. "Biografi Marko Mahin - Foto, Video, Riwayat Hidup - Antropolog Penyelami Kaharingan - Wiki Tokoh - Biografi Tokoh Indonesia". m.tokohindonesia.com. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Agustus 2016. Diakses tanggal 2025-12-28.
  2. Sabtiani, Listya (22 Juli 2025). Supriani (ed.). "Pendeta Marko: Pentingnya Peran Orangtua di Usia Emas Anak". RRI. Diakses tanggal 28 Desember 2025.
Tokoh
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z