Lompat ke isi

Marie Stopes

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.
Marie Stopes

Marie Carmichael Stopes (1880–1958) adalah seorang paleobotanis, penulis, pendidik seks, dan aktivis kontrol kelahiran asal Inggris yang berpengaruh. Ia dikenal karena mempromosikan pendidikan seks dan kontrasepsi melalui bukunya Married Love (1918) dan mendirikan klinik kontrol kelahiran pertama di Inggris pada tahun 1921. Meskipun pandangannya tentang eugenika dan sterilisaasi kontroversial, karyanya merupakan tonggak penting dalam sejarah hak-hak reproduksi.[1]

  • "In my own marriage I paid such a terrible price for sex-ignorance that I feel that knowledge gained at such a cost should be placed at the service of humanity." (Dalam pernikahan saya sendiri, saya membayar harga yang sangat mahal untuk ketidaktahuan tentang seks sehingga saya merasa pengetahuan yang diperoleh dengan biaya seperti itu harus dipersembahkan untuk melayani umat manusia.)[2]
  • "You can take no credit for beauty at sixteen. But if you are beautiful at sixty, it will be your soul's own doing." (Anda tidak bisa mengambil pujian atas kecantikan pada usia enam belas tahun. Tetapi jika Anda cantik pada usia enam puluh tahun, itu akan menjadi hasil kerja jiwa Anda sendiri.)[3]
  • "A modern and humane civilization must control conception or sink into barbaric cruelty to individuals." (Peradaban modern dan manusiawi harus mengontrol konsepsi atau tenggelam dalam kekejaman biadab terhadap individu.)[3]
  • "People who know the truth have no business to allow the powers of darkness to silence them on any point that matters. (Mereka yang tahu kebenaran tidak sepantasnya mengizinkan kuasa gelap untuk membungkam mereka, apapun yang terjadi)." [4]
  • "The most complete human being is he or she who consciously or unconsciously obeys the profound physical laws of our being in such a way that the spirit receives as much help and as little hindrance from the body as possible. (Manusia yang paling sempurna adalah dia yang secara sadar atau tidak sadar, mematuhi hukum-hukum fisik dari keberadaan kita sehingga jiwa menerima bantuan sebanyak mungkin dan hambatan seminimal mungkin dari tubuh)." [4]

Tentang pernikahan dan seksualitas

[sunting | sunting sumber]
  • "Each coming together of man and wife, even if they have been mated for many years, should be a fresh adventure; each winning should necessitate a fresh wooing." (Setiap pertemuan antara pria dan istri, bahkan jika mereka telah berpasangan selama bertahun-tahun, harus menjadi petualangan baru; setiap kemenangan harus memerlukan bujukan baru.)[5]
  • "From the body of the loved one's simple, sweetly colored flesh, which our animal instincts urge us to desire, there springs not only the wonder of a new bodily life, but also the enlargement of the horizon of human sympathy and the glow of spiritual understanding which one could never have attained alone." (Dari tubuh orang yang dicintai yang sederhana, berdaging berwarna manis, yang naluri hewani kita desak untuk kita dambakan, muncul tidak hanya keajaiban kehidupan jasmani yang baru, tetapi juga pelebaran cakrawala simpati manusia dan cahaya pemahaman spiritual yang tidak akan pernah bisa dicapai seseorang sendirian.)[6]
  • "An impersonal and scientific knowledge of the structure of our bodies is the surest safeguard against prurient curiosity and lascivious gloating." (Pengetahuan yang impersonal dan ilmiah tentang struktur tubuh kita adalah perlindungan paling pasti terhadap keingintahuan cabul dan kepuasan yang penuh nafsu.)[3]
  • "Every heart desires a mate. (Setiap hati mendambakan pasangannya)." [4]
  • "While the ocean can subdue and dominate man and laugh at his attempted restrictions, woman has bowed to man's desire over her body, and, regardless of its pulses, he approaches her or not as is his will. Some of her rhythms defy him – the moon-month tide of menstruation, the cycle of ten moon-months of bearing the growing child and its birth at the end of the tenth wave – these are essentials too strong to be mastered by man. But the subtler ebb and flow of woman's sex has escaped man's observation or his care. (Ketika lautan dapat menaklukkan dan mendominasi laki-laki serta menertawakan upaya pembatasannya, perempuan telah tunduk pada keinginan laki-laki atas tubuhnya, dan, terlepas dari denyut nadinya, laki-laki mendekatinya, atau tidak sesuai kehendaknya. Beberapa ritmenya menentang laki-laki–pasang surut menstruasi setiap bulan, siklus sepuluh bulan mengandung anak yang sedang tumbuh dan kelahirannya di akhir gelombang kesepuluh–ini adalah hal-hal penting yang terlalu kuat untuk dikuasai oleh laki-laki. Tetapi pasang surut yang lebih halus dari seks perempuan telah luput dari pengamatan atau perhatian laki-laki.” [7]
  • "A woman may be, like a man, so swayed by a great love that there is not a day in the whole month when her lover's touch, his voice, the memory of his smile, does not stir her into the thrilling longing for the uttermost union. Hence it is often difficult, particularly for a woman dwelling with the man she loves, to recognize this rhythm in herself, for she may be perpetually stimulated by her love and by his being. (Seorang perempuan, seperti halnya laki-laki, mungkin begitu terpengaruh oleh cinta yang mendalam sehingga tidak ada satu hari pun dalam sebulan ketika sentuhan kekasihnya, suaranya, kenangan akan senyumnya, tidak membangkitkan kerinduan yang menggetarkan akan persatuan yang paling dalam. Oleh karena itu, seringkali sulit, terutama bagi seorang perempuan yang tinggal bersama pria yang dicintainya, untuk mengenali ritme ini dalam dirinya sendiri, karena ia mungkin terus-menerus terstimulasi oleh cintanya dan oleh keberadaan laki-laki tersebut." [7]
  • "When knowledge and love go together to the making of each marriage, the joy of that new unit, the Pair, will reach from the physical foundation of its united body to the heavens where its head is crowned with stars. (Ketika pengetahuan dan cinta bersatu dalam pernikahan, kebahagiaan baru itu, Pasangan, akan menjangkau ondasi fisik tubuh mereka yang bersatu hingga ke surga di mana kepala mereka dimahkotai dengan bintang-bintang.” [7]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "BBC - History - Historic Figures: Marie Stopes (1880 - 1958)". www.bbc.co.uk. Diakses tanggal 2025-12-03.
  2. Dinning, Rachel. "Inspirational Quotes For Women From History | HistoryExtra". www.historyextra.com. Diakses tanggal 2025-12-03.
  3. 3,0 3,1 3,2 "Marie Stopes (8 Sourced Quotes)". Lib Quotes. Diakses tanggal 2025-12-03.
  4. 4,0 4,1 4,2 "Marie Stopes Quote: "People who know the truth have no business to allow the powers of darkness to silence them on any point that matters."". quotefancy.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-04-19.
  5. "Marie Stopes Quote". A-Z Quotes. Diakses tanggal 2025-12-03.
  6. "Married Love Quotes by Marie Stopes". www.goodreads.com. Diakses tanggal 2025-12-03.
  7. 7,0 7,1 7,2 "Marie Stopes: Quotes & Texts". Kwize (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-04-19.