Lompat ke isi

Marianne Katoppo

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Marianne Katoppo adalah penulis dan akademikus teologi wanita Indonesia. Bernama lengkap Henriette Marianne Katoppo. Lahir tanggal 9 Juni 1943 di Tomohon, Minahasa, Sulawesi Utara. Ia secara aktif menerbitkan teks bernarasi kritis berupa buku fiksi dan nonfiksi—dengan perspektif feminis—sekitar tahun ‘70 sampai dengan ’80-an.[1] Ia terkenal dengan novelnya Raumanen (1977). Marianne Katoppo pernah memperoleh penghargaan atas cerita pendeknya "Supiyah" dalam Sayembara Kincir Emas Radio Nederland Wereldomroep (1975) dan atas novelnya Raumanen dalam Sayembara Mengarang Roman yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jakarta tahun 1975. Tahun 1982 Marianne Katoppo dinyatakan sebagai penerima Hadiah Sastra Asia Tenggara (SEA Write Award) atas novelnya Raumanen. Ia meninggal pada 12 Oktober 2007.[2]

  1. “Kaum lelaki yang merasa terancam melakukan reaksi secara emosional, tidak menyadari bahwa pembebasan perempuan adalah pembebasan manusia juga sejauh itu berkaitan dengan pembebasan semua orang agar menjadi peserta penuh dalam masyarakat manusia. Reaksi mereka disebabkan rasa takut: takut akan kehilangan status, takut akan apa yang akan terjadi bila struktur patriarkal ambruk - pada pokoknya, ketakutan terhadap yang lain.”
  2. “Ia adalah mitra dalam produksi, leluhur bersama dari generasi-generasi yang akan datang. Tanpa dia, tidak ada perseimbangan kosmik. Sebab itu, alienasi pada sekala Barat tidak pernah dapat terjadi.”[3]
  3. “Padahal, sebenarnya saya sangat menghargai jasa Kartini sebagai orang yang sederhana. Secara sadar dan sengaja ia mendokumentasikan pengalaman ketertindasannya sebagai perempuan yang hidup dalam masyarakat patriarki dan feodal. Pemikirannya sangat ulung untuk ukuran saat itu. Menurut saya itu adalah pemberontakan budaya yang revolusioner pada zamannya.”
  4. “Kalau mau dibandingkan dengan apa yang dilakukan  Kartini,  maka Cut Nyak  Dien,  Dewi  Sartika, dan lain-lain itu, jauh lebih revolusioner. Makanya, saya menolak kalau orang hanya mengagung-agungkan Kartini, apalagi menilainya sebagai satu-satunya pejuang perempuan Indonesia.”[4]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Marianne Katoppo: Dekolonisasi Perempuan Asia dalam Teologi". Sekolah Pemikiran Perempuan (dalam bahasa Australian English). Diakses tanggal 2025-12-08.
  2. "Badan Bahasa". dapobas.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2025-12-08.
  3. "Marianne Katoppo Quotes (Author of Malam)". www.goodreads.com. Diakses tanggal 2025-12-08.
  4. "(Almh.) Marianne Katoppo: Yang Hampir Terlupakan dari Sastra Indonesia". Jurnal Perempuan (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-08.