Lompat ke isi

Mariana Amiruddin

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Mariana Amiruddin lahir pada 14 Maret 1976. Ia adalah seorang penulis dan aktivis gerakan perempuan. Pernah menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Jurnal Perempuan sekaligus Direktur Eksekutif Yayasan Jurnal Perempuan periode 2008-2012.[1] Mariana lulus sebagai Magister Humaniora paskasarjana di Universitas Indonesia (UI) program Kajian Wanita (Kajian Gender). Mariana Amiruddin kemudian menjadi komisioner di Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) periode 2015-2024.[2] Mariana Amiruddin aktif dikenal sebagai penulis baik karya fiksi, esai, maupun artikel dan terbit di berbagai surat kabar dan majalah. Pemikirannya tentang feminisme, sastra, politik dan hak asasi manusia selalu menjadi bagian dari tulisan-tulisannya.

  • “Disangkanya barangkali kalau my body is mine itu kita boleh melakukan apa saja yang sifatnya melewati normativitas. Padahal dalam konsep feminisme, my body is mine itu artinya adalah integritas diri, berupa tubuh perempuan yang harus kita proteksi, harus kita jaga.”[3]
  • "Kita hidup dan diciptakan dari bangsa yang berulangkali menghilangkan jejak-jejak sejarah tokoh-tokoh pendahulu kita. Kita hidup dari tokoh-tokoh yang dimanipulasi oleh rezim politik yang pernah lama berkuasa. Kita digunting dan dilipat oleh materi-materi pendidikan yang memalsukan dan menutup sebagian sejarah. Kita adalah generasi yang ahistoris."[4]
  • "Kesempatan kerja memang luas sekarang tempatnya bagi perempuan, tetapi masih banyak mengalami diskriminasi dalam hal apresiasi, dalam hal penghargaan."[5]
  • "Di samping budaya, ada juga mitos-mitos gender yang cenderung mengakibatkan ketersingkiran perempuan dari teknologi. Seperti teknologi sebagai bidang yang diminati laki-laki, hingga pandangan perempuan tidak bisa menguasai sains karena secara kodrati tidak bisa berpikir rasional. Itu tidak benar."[6]

Daftar referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Mariana Amiruddin: Gender injustice is a loss for everyone". Diakses tanggal 2016-12-08.
  2. "Vemale.com: Mariana Amiruddin Kesetaraan Adalah Keseimbangan". vemale.com. Diakses tanggal 2016-12-08.
  3. "Mariana Amiruddin: Feminisme Dibutuhkan". kumparan. Diakses tanggal 2025-12-04.
  4. "Mengembalikan Makna Emansipasi Hari Kartini". Jurnal Perempuan (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-04.
  5. "Mariana Amiruddin: Kesempatan Perempuan Banyak, Tapi Patriarki Masih Kuat". suara.com. Diakses tanggal 2025-12-04.
  6. "Kesenjangan Gender Batasi Hak Perempuan Berteknologi - National Geographic". nationalgeographic.grid.id. Diakses tanggal 2025-12-04.