Maria
Tampilan

Maria atau disebut dengan Bunda Maria (18 SM - 48 M) adalah ibunda dari Yesus Kristus dan Tunangan yang kemudian menjadi Istri dari Yusuf di dalam Kepercayaan Agama Katolik dan denominasi Kristiani lainnya (Ortodoks dan Protestan).
Kutipan
[sunting | sunting sumber]Kutipan Langsung dalam Alkitab
[sunting | sunting sumber]- Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataan-Mu. (Lukas 1:38)[1]
- Jiwaku memuliakan Tuhan. (Lukas 1:46)[1]
Kutipan Tidak Langsung dalam Alkitab
[sunting | sunting sumber]- Ibu-Nya berkata kepada hamba-hamba, Apa yang dikatakan-Nya kepadamu, lakukanlah. (Yohanes 2:5)[1]
Kutipan Terkait Maria Menurut Orang Suci
[sunting | sunting sumber]- Jika suatu saat engkau merasa gelisah dalam harimu, panggillah Bunda kita, cukup ucapkan doa sederhana ini: 'Maria, Ibu Yesus, tolonglah aku sekarang sebagai seorang ibu.' Aku harus mengakui, doa ini tidak pernah mengecewakanku. (Bunda Teresa)[1]
- Dalam ujian atau kesulitan, aku memohon kepada Bunda Maria, yang sekadar pandangannya saja cukup untuk mengusir setiap ketakutan. (Santa Theresia dari Lisieux)[1]
- Jika engkau memanggil Perawan (Maria) yang diberkati saat engkau dicobai, dia akan segera datang menolongmu, dan setan akan meninggalkanmu. (Santo Yohanes Maria Vianney)[1]
- Marilah kita berlari kepada Maria, dan, sebagai anak-anak kecilnya, serahkanlah diri kita ke dalam pelukannya dengan keyakinan sempurna. (Santo Fransiskus dari Sales)[1]
- Bahkan saat hidup di dunia, hati Maria begitu dipenuhi dengan kelembutan dan kasih sayang seorang ibu bagi manusia sehingga tidak ada yang pernah menderita begitu banyak untuk penderitaan mereka sendiri, seperti Maria menderita untuk penderitaan anak-anaknya. (Santo Jerome)[1]
- Seperti pelaut yang dipandu menuju pelabuhan oleh cahaya bintang, demikian juga orang Kristen dipandu menuju surga oleh Maria. (Santo Thomas Aquinas)[1]
- Maria adalah orang pertama yang menempuh 'jalan' untuk memasuki Kerajaan Allah yang dibuka oleh Kristus, sebuah jalan yang dapat diakses oleh orang yang rendah hati, bagi semua yang mempercayai firman Tuhan dan berusaha untuk mengamalkannya. (Santo Benediktus XVI)[1]
- Dari Maria kita belajar untuk percaya bahkan ketika semua harapan tampaknya hilang. Dari Maria kita belajar untuk mencintai Kristus, Putranya dan Putra Allah. Belajarlah darinya untuk selalu setia, untuk percaya bahwa firman Tuhan kepada anda akan terpenuhi, dan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. (Santo Yohanes Paulus II)[2]
- Carilah perlindungan pada Bunda Maria karena dia adalah kota perlindungan. (Santo Antonius dari Padua[2]
- Setelah cinta kita yang berhutang kepada Yesus Kristus, kita harus memberikan tempat utama di hati kita kepada Kasih Bunda Maria. (Santo Alfonsus Maria de Liguori)[2]