Lompat ke isi

Lola Amaria

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Lola Amaria (lahir di Jakarta 30 Juli 1977) adalah bintang film, sutradara dan produser perempuan asal Indonesia. Lola memulai karirnya setelah menjuarai ajang pencarian model Wajah Femina 1997. Ia kemudian melebarkan sayapnya dengan bermain di berbagai sinetron, seperti Penari, Arjuna Mencari Cinta, Tali Kasih, dan Merah Hitam Cinta. Karir Lola semakin bersinar dengan membintangi film layar lebar, seperti Tabir (2000), Merdeka 17805 (2001), Beth (2001), Ca Bau Kan (2002), Minggu Pagi di Victoria Park (2010) dan Kisah Tiga Titik (2013). Tahun 2011, ia mendirikan Lola Amaria Production yang berfokus pada produksi film-film yang mengangkat isu sosial dan kemanusiaan, seperti Sanubari Jakarta (2012), Kisah 3 Titik (2013), Inerie (2014), dan Negeri Tanpa Telinga (2014).[1]

  1. Wanita Indonesia harus punya sikap dan nyaman dengan pilihannya masing-masing. Entah itu operasi plastik atau apa saja[2] - pesan Lola Amaria kepada para perempuan.
  2. Harusnya, wanita Indonesia harus bisa menjadi diri sendiri dan percaya diri sehingga memancarkan keunikannya masing-masing.[2]
  3. Lima tahun belakangan ini, HIV banyak diderita oleh ibu-ibu rumahan, yang mereka tidak tahu apa-apa. Kita buat film pendek yang isinya mengedukasi dan orang harus paham dengan ini[3]” Lola memaparkan alasannya membuat film "Calon Pengantin" (2020)
  4. Para awak film mendapat pengalaman yang luar biasa di Flores. Kebaikan hati penduduk, keindahan budaya dan alam memberi inspirasi kepada kami dalam membuat film ini. Kami harap pesan inti film ini akan mendorong setiap orang untuk ambil bagian dalam mengurangi jumlah kematian ibu di Indonesia [4]- Lola bercerita mengenai film Inerie “Mama Cantik” yang berkisah mengenai perjuangan perempuan menyelamatkan nyawa para ibu dan bayi di daerah-daerah terpencil di Indonesia.
  5. Terlibat dalam berbagai produksi film mendorong gairah muda saya untuk bereksplorasi menggeluti dunia sinema tak hanya di muka. Saya ingin lebih menyelami kompleksitas proses dalam melahirkan sebuah karya sinema.[5]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Lola Amaria". filmindonesia.or.id. Diakses tanggal 2025-12-04.
  2. 2,0 2,1 Ngantung, Daniel. "Lola Amaria: Perempuan Indonesia Harus Bisa Jadi Diri Sendiri". wolipop. Diakses tanggal 2025-12-04.
  3. Suhendra, Ichsan (2020-12-17). "Pesan Lola Amaria untuk Calon Pengantin". www.viva.co.id. Diakses tanggal 2025-12-04.
  4. Kedutaan Besar Australia Indonesia (2014-06-24). "Lola Amaria berkolaborasi dengan Australia dalam sebuah film menyentuh untuk menyelamatkan ibu dan bayi". indonesia.embassy.gov.au. Diakses tanggal 2025-12-04.
  5. Novalia, Ayu (2025-09-28). "Lola Amaria Menggurat Dunia Sinema selayaknya Ruang Becermin Kehidupan". Elle Indonesia. Diakses tanggal 2025-12-04.