Lompat ke isi

Lisa Randall

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.
Kita tentu belum mengetahui semua jawabannya. Namun, alam semesta kini berada di ambang untuk diungkap lebih dalam.- Lisa Randall

Lisa Randall (lahir 18 Juni 1962) adalah fisikawan teoretis asal Amerika Serikat dan Profesor Sains Frank B. Baird, Jr. di Universitas Harvard.[1] Karya penelitiannya mencakup kajian gaya fundamental alam dan dimensi ruang. Randall meneliti Model Standar, supersimetri, serta berbagai pendekatan terhadap masalah hierarki terkait perbedaan skala kekuatan gravitasi dibandingkan gaya fundamental lainnya. Randall juga berkontribusi dalam kajian kosmologi dimensi, baryogenesis, inflasi kosmik, dan materi gelap.[2] Lisa Randall bersama Raman Sundrum mengembangkan model Randall–Sundrum, yang diperkenalkan pada tahun 1999 sebagai salah satu model dalam teori dimensi tambahan untuk menjelaskan masalah hierarki dalam fisika partikel.[3]

Namun, hanya melalui spekulasi pemahaman kita dapat berkembang.

Lisa Randall, Warped Passages: Unraveling the Mysteries of the Universe's Hidden Dimensions.[4]

Mengapa kita harus memiliki indra yang sempurna untuk menangkap segala sesuatu secara langsung? Pelajaran besar dari fisika selama berabad-abad ialah betapa banyak hal yang tersembunyi dari pandangan kita.

Lisa Randall, Dark Matter and the Dinosaurs: The Astounding Interconnectedness of the Universe.[5]

Sains bukanlah agama. Ia tidak dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan ‘mengapa’ yang paling mendasar. Namun, ketika seluruh pengetahuan kita tentang alam semesta dirangkai bersama, semuanya berpadu dengan cara yang menakjubkan

Wawancara The Discover: Lisa Randall. Majalah Discover Vol. 27, No. 07 (Juli 2006).[6]

Tentang fisika

[sunting | sunting sumber]
  • Dalam sejarah fisika, setiap kali kita menembus skala dan energi yang telah kita kenal, kita selalu menemukan hal-hal yang sebelumnya tidak pernah kita duga akan ada. Kita menelusuri bagian dalam atom, dan pada akhirnya menemukan kuark. Siapa yang menyangka hal itu? Adalah sebuah kesombongan jika kita menganggap bahwa cara kita melihat dunia saat ini mencakup seluruh kenyataan yang ada.[6]
  • Apapun yang pada akhirnya ditemukan, baik Higgs boson (implementasi spesifik dari mekanisme Higgs yang tampak paling sederhana), maupun sesuatu yang lebih kompleks, hampir pasti merupakan sesuatu yang benar-benar baru. Antusiasme dari publik dan media sangat menggembirakan, menunjukkan adanya dahaga akan pengetahuan dan kemajuan ilmiah yang pada dasarnya kita semua miliki. Pada akhirnya, penemuan ini merupakan bagian dari kisah evolusi alam semesta, ketika simetrinya mula-mula pecah, partikel memperoleh massa, atom terbentuk, struktur muncul, dan kemudian hadir kita.[7]
  • Mengingat kita tidak pernah melihat, merasakan, atau mencium keberadaannya, banyak orang yang saya ajak berbicara merasa terkejut dengan adanya materi gelap dan menganggapnya misterius, bahkan ada yang menduga itu sekadar kesalahan. Orang-orang sering bertanya bagaimana mungkin sebagian besar materi di alam semesta (sekitar lima kali lebih banyak daripada materi biasa) tidak dapat dideteksi dengan teleskop konvensional. Secara pribadi, saya justru akan menganggap sebaliknya, meskipun tidak semua orang berpandangan demikian. Akan jauh lebih aneh bagi saya jika semua materi yang ada di alam semesta hanyalah yang bisa kita lihat dengan mata.[5]
  • Fisika telah memasuki era yang luar biasa. Gagasan-gagasan yang dahulu hanya menjadi ranah fiksi ilmiah kini mulai berada dalam jangkauan kita secara teoretis, dan mungkin bahkan secara eksperimental. Penemuan-penemuan teoretis baru tentang dimensi tambahan telah secara permanen mengubah cara para fisikawan partikel, astrofisikawan, dan kosmolog memandang dunia. Banyaknya penemuan yang terjadi, serta cepatnya laju kemajuan, menunjukkan bahwa kita kemungkinan besar baru menyentuh permukaan dari kemungkinan-kemungkinan menakjubkan yang masih menanti. Gagasan-gagasan itu pun seolah telah hidup dan berkembang dengan sendirinya.[4]

Tentang alam semesta

[sunting | sunting sumber]
  • Seperti wajah, alam semesta memiliki keindahan sekaligus keteraturan yang mendasarinya.[5]
  • Keindahan dari evolusi awal alam semesta adalah bahwa dalam banyak hal, proses tersebut ternyata sangat sederhana dan mudah dipahami.[5]
  • Tidak ada pengukuran yang menunjukkan tanda-tanda bahwa alam semesta akan berakhir, tetapi jangkauan pengukuran memang terbatas. Secara prinsip, alam semesta bisa saja memiliki batas, bahkan berbentuk seperti bola atau balon.[8]
  • Alam semesta memiliki rahasianya sendiri. Dimensi ruang tambahan mungkin termasuk di dalamnya. Jika memang demikian, berarti alam semesta telah menyembunyikan dimensi-dimensi tersebut, menjaganya tetap tak terlihat dan jauh dari pengamatan langsung. Pada pandangan sekilas, kita bisa saja mengira bahwa apa yang tampak adalah seluruh kenyataan, tetapi anggapan itu bisa keliru.[4]

Tentang penelitian ilmiah

[sunting | sunting sumber]
  • Sains adalah perpaduan antara teori dan eksperimen, dan dari keduanya itulah bersama-sama menjadi cara kita untuk dapat mencapai kemajuan.[9]
  • Sains tentu bukan sekadar kumpulan hukum universal yang bersifat statis seperti yang sering kita dengar di bangku sekolah dasar. Ia juga bukan seperangkat aturan yang ditetapkan secara arbitrer. Sains adalah pengetahuan yang terus berkembang. Banyak gagasan yang saat ini sedang kita teliti kemungkinan akan terbukti keliru atau tidak lengkap. Deskripsi ilmiah pun senantiasa berubah seiring kita melampaui batas-batas pengetahuan yang selama ini membatasi pemahaman kita, lalu menjelajah ke wilayah yang lebih jauh, tempat kita hanya dapat menangkap sekilas petunjuk tentang kebenaran yang lebih dalam.[8]
  • Jika kita tidak melakukannya sekarang, besar kemungkinan kesempatan itu akan hilang untuk selamanya. Kita telah membangun teknologinya dan kini berada di titik krusial, dimana bila tidak dilanjutkan, keahlian yang ada akan memudar, dan kita harus memulai lagi dari awal. Memang biayanya tidak kecil, tetapi pada akhirnya saya yakin semua ini akan sepadan. Upaya ini memengaruhi cara kita memahami diri, membentuk apa yang kita pikirkan, serta menentukan bagaimana kita memandang dunia. Hal-hal seperti inilah yang membangkitkan antusiasme terhadap sains, dan pada gilirannya melahirkan masyarakat yang lebih terdidik.[6]

Tentang pandangan umum

[sunting | sunting sumber]
  • Iman tidak memiliki kaitan langsung dengan apa yang saya lakukan sebagai seorang ilmuwan. Memang baik jika seseorang dapat percaya kepada Tuhan, karena dari sana ia bisa melihat makna dan tujuan dalam berbagai hal. Namun, bahkan jika seseorang tidak percaya, itu tidak berarti bahwa tidak ada tujuan maupun kebaikan. Saya percaya bahwa kebaikan memiliki nilainya sendiri, terlepas dari apa pun. Saya juga meyakini bahwa kita tetap dapat bekerja dan hidup selaras dengan dunia yang kita miliki.[6]
  • Agama mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang moralitas, sedangkan sains berfokus pada pertanyaan mengenai dunia alam. Namun, ketika agama digunakan untuk menjelaskan dunia alam, sains akan menanggapinya, dan pada akhirnya agama perlu menyesuaikan diri dengan hasil-hasil tersebut. Keyakinan bisa bersifat tetap, tetapi juga dapat bersifat fleksibel. Secara pribadi, jika saya mengetahui bahwa suatu keyakinan saya keliru, saya akan mengubahnya. Saya pikir itu adalah cara hidup yang baik.[6]
  • Jelas bahwa keyakinan bahwa Tuhan dapat campur tangan untuk menolong manusia atau mengubah dunia pada suatu titik menuntut penggunaan cara berpikir di luar sains. Memang, sains tidak selalu menjawab mengapa sesuatu terjadi, tetapi kita tetap memahami bagaimana benda-benda bergerak dan berinteraksi. Jika tidak ada pengaruh fisik, maka tidak ada yang akan berubah; bahkan pikiran kita, yang bergantung pada sinyal listrik di dalam otak, pun tidak akan terpengaruh. Jika pengaruh eksternal semacam ini memang dianggap bagian dari agama, maka logika dan cara berpikir ilmiah menuntut adanya mekanisme yang menjelaskan bagaimana pengaruh tersebut bekerja. Sebab, keyakinan pada kekuatan tak terlihat dan tidak terdeteksi yang tetap memengaruhi tindakan manusia atau dunia pada akhirnya menempatkan seseorang pada situasi di mana ia harus memilih antara beriman tanpa dasar penjelasan, atau meninggalkan penjelasan rasional sama sekali.[8]
  • Kemampuan yang hampir tak tergantikan bagi setiap pribadi kreatif adalah mengajukan pertanyaan yang tepat. Mereka mampu mengenali arah kemajuan yang menjanjikan dan menarik, serta yang terpenting dapat dijangkau, lalu merumuskannya menjadi pertanyaan yang benar. [10]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Faculty: Lisa Randall". Harvard University Department of Physics. Diakses tanggal 27 April 2026.
  2. "Lisa Randall". NAS. Diakses tanggal 27 April 2026.
  3. Randall, Lisa; Sundrum, Raman (1999-10-25). Large Mass Hierarchy from a Small Extra Dimension (dalam bahasa Inggris). Vol. 83. hlm. 3370–3373. doi:10.1103/PhysRevLett.83.3370. ISSN 0031-9007.
  4. 4,0 4,1 4,2 Randall, Lisa (2005). Warped passages : unraveling the mysteries of the Universe's hidden dimensions. Internet Archive. New York: Ecco, bagian dari HarperCollins Publishers. ISBN 978-0-06-053108-9. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. 5,0 5,1 5,2 5,3 Randall, Lisa (2015). Dark matter and the dinosaurs : the astounding interconnectedness of the universe. Internet Archive. New York: Ecco, bagian dari HarperCollins Publishers. ISBN 978-0-06-232847-2. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. 6,0 6,1 6,2 6,3 6,4 Powell, C. S. (2006, 29 Juli). Wawancara Discover: Lisa Randall. Majalah Discover.
  7. Randall, Lisa (2012-07-31). Higgs Discovery: The Power of Empty Space (dalam bahasa Inggris). Random House. ISBN 978-1-4481-6116-4.
  8. 8,0 8,1 8,2 Randall, Lisa (2011). Knocking on heaven's door : how physics and scientific thinking illuminate the universe and the modern world. Internet Archive. London : Bodley Head. ISBN 978-1-84792-069-0. Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
  9. "Lisa Randall". The Morning News (dalam bahasa Inggris). 2006-02-09. Diakses tanggal 2026-04-27.
  10. Bologna, C. (2012, 20 Januari). Mozart, Newton, you. HuffPost.