Leilah Babirye
Tampilan
Leilah Babirye (1985) adalah pematung abstrak dan aktivis LGBTQ yang berbasis di New York. Ia lulus dari Universitas Makerere pada 2011 dan dikenal karena karya-karyanya yang menggunakan logam, plastik, karet, dan kayu untuk menyoroti hak-hak LGBTQ di Uganda serta dampak undang-undang anti-homoseksualitas. Ia telah menggelar pameran tunggal pertamanya di Gordon Robichaux, New York (2018), dan ikut serta dalam berbagai pameran kelompok internasional.[1]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- "If you ever forget your history, then you won’t know who you are or where you’re going."
- "Jika kamu pernah melupakan sejarahmu, maka kamu tidak akan tahu siapa dirimu atau ke mana kamu akan pergi."
- "There’s no way that I can be in the present or look to the future without also looking back."
- "Tidak mungkin saya bisa hidup di masa kini atau menatap masa depan tanpa juga melihat ke belakang."
- "One of the most important lessons life has taught me is to slow down. That you don’t always have to be in a rush."
- "Salah satu pelajaran terpenting yang diajarkan hidup kepada saya adalah untuk melambat. Bahwa kamu tidak selalu harus terburu-buru."
- "I always thought that being an artist was just about creating art, and it’s not. It’s also about making decisions as the art becomes a business and the works go to a gallery and to the market."[2]
- "Saya selalu berpikir menjadi seorang seniman hanya tentang menciptakan karya seni, ternyata tidak. Ini juga tentang membuat keputusan saat seni itu menjadi sebuah bisnis dan karya-karya itu masuk ke galeri serta pasar."
- "So the only way to bring the value of us is by showing how important we are, how vocal we can be, how professional we can be, and how talented we are."[3]
- "Jadi satu-satunya cara untuk menunjukkan nilai kita adalah dengan memperlihatkan betapa pentingnya kita, seberapa lantang kita bisa bersuara, seberapa profesional kita, dan seberapa berbakat kita."
- "Wood is fierce. It becomes very, very beautiful when you approach it in a good way. It listens, it feels like skin, it feels like you’re engaging, and speaking to it. You want to know how much it has for you."[4]
- "Kayu itu kuat. Ia menjadi sangat indah ketika kamu mendekatinya dengan cara yang tepat. Kayu itu ‘mendengarkan’, terasa seperti kulit, terasa seolah kamu berinteraksi dan berbicara dengannya. Kamu ingin tahu seberapa banyak yang bisa diberikannya untukmu."
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Artist Profile: Leilah Babirye". Socrates Sculpture Park (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-09.
- ↑ "Artist Leilah Babirye: 'I want to help people feel a sense of belonging'". Art Basel (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-09.
- ↑ Hessel, Katy (2025-04-25). Joyous junkyard beauties: how Leilah Babirye fled death to create towering works of togetherness (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077.
- ↑ Wachter, Ellen Mara De. "Leilah Babirye on sculpting strong bonds of community". Art Fund (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-09.