Lompat ke isi

Leigh Bardugo

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.
Leigh Bardugo

Leigh Bardugo (6 April 1975) adalah penulis kelahiran Yerusalem yang berdarah campuran Israel-Amerika. Ia dikenal luas melalui novel Grishaverse, yang mencakup trilogi Shadow and Bone, duologi Six of Crows, dan King of Scars, dimulai dengan terbitnya novel debutnya Shadow and Bone pada 2012.[1]

  • "Writing that book reminded me that I was good at something."[2]
    • "Menulis buku itu mengingatkan saya bahwa saya memang mahir dalam suatu hal."
  • "Reading, like writing, was a survival strategy when I was young because these were ways of feeling that my world could be much larger than it actually was. It was inevitable that I would end up writing sci-fi or fantasy."
    • "Membaca, seperti halnya menulis, adalah strategi bertahan hidup ketika saya masih muda karena keduanya membuat saya merasa bahwa dunia saya bisa jauh lebih luas daripada yang tampak. Tidak terelakkan bahwa saya akhirnya menulis fiksi ilmiah atau fantasi."
  • "It is a challenge to write in the real world once you’ve had the advantage of being able to create your own world."
    • "Menulis tentang dunia nyata menjadi tantangan setelah Anda terbiasa memiliki keuntungan menciptakan dunia Anda sendiri."
  • "The stories we tell each other and the stories we tell about heroism, about magic, about faith, those things say a lot about who we are and the kind of lessons that we wanna convey to our children."[3]
    • "Kisah-kisah yang kita ceritakan tentang keberanian, tentang keajaiban, tentang keyakinan, mengungkap banyak hal tentang siapa diri kita dan nilai-nilai apa yang ingin kita wariskan kepada anak-anak kita."
  • "Monsters often operate metaphorically in fantasy. We can banish those literal monsters, but to banish the figurative monster at the same time does a tremendous disservice to readers, because trauma doesn’t finish with the last page of a book."
    • "Monster sering berfungsi sebagai metafora dalam cerita fantasi. Kita dapat melenyapkan monster secara harfiah, tetapi menghapus monster figuratif pada saat yang sama sangat merugikan pembaca, karena trauma tidak berakhir ketika halaman terakhir buku ditutup."
  • "There’s this incantation you put on the page that suddenly brought all of these people into your world. It’s a secret power you didn’t know you had."
    • "Ada semacam mantra yang kamu letakkan di halaman, yang tiba-tiba membawa semua orang itu masuk ke duniamu. Itu adalah kekuatan rahasia yang tidak pernah kamu sadari sebelumnya."
  • "You give your heart to a book. And sometimes the book eats your heart, and sometimes it returns your heart whole."[4]
    • "Kamu menyerahkan hatimu pada sebuah buku. Dan terkadang buku itu melahap hatimu, dan terkadang ia mengembalikannya utuh."

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Nandy (2022-03-28). "Review Novel Six of Crows". Best Seller Gramedia. Diakses tanggal 2025-12-10.
  2. "The Fantasy Life". Alta Online (dalam bahasa American English). 2025-03-24. Diakses tanggal 2025-12-10.
  3. "Leigh Bardugo Quotes". BrainyQuote (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-10.
  4. "Leigh Bardugo Wants 'Ninth House' To "F*ck You Up A Little"". Bustle (dalam bahasa Inggris). 2024-02-20. Diakses tanggal 2025-12-10.